Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung pembuktian bagi sang megabintang Lionel Messi. Meski usianya kini telah menginjak 38 tahun, kapten Timnas Argentina itu masih menunjukkan kelasnya dengan performa yang luar biasa di fase grup.
Pada laga melawan Aljazair, Messi berhasil mencetak hattrick yang membawa timnya menang telak tiga gol tanpa balas. Prestasi ini sangat istimewa karena menjadi trigol pertamanya sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia justru saat ia sudah berada di pengujung karier.
Kegemilangan Messi tidak berhenti sampai di situ, sebab ia kembali tampil impresif saat Argentina berhadapan dengan Austria. Dalam laga tersebut, mantan pemain Barcelona dan PSG yang kini membela Inter Miami itu mencetak brace untuk memastikan kemenangan kedua Albiceleste.
Berkat tambahan gol-gol tersebut, Messi kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan koleksi 18 gol. Ia berhasil melampaui catatan legenda sepak bola Jerman, Miroslav Klose, yang sebelumnya memegang rekor dengan 16 gol.
Peluang Messi untuk menambah pundi-pundi golnya masih terbuka lebar mengingat turnamen paling bergengsi di dunia ini baru saja dimulai. Argentina diprediksi akan melaju jauh di kompetisi kali ini, memberikan ruang bagi La Pulga untuk mempertajam rekor pribadinya.
Namun, di balik kegemilangannya sebagai penembak jitu, Messi memiliki statistik yang mungkin kurang membanggakan dalam karier profesionalnya. Berdasarkan data yang dihimpun Give Me Sport, Messi masuk dalam jajaran pemain yang paling sering gagal mengeksekusi penalti sejak tahun 2001.
Tugas sebagai algojo penalti memang terlihat sederhana bagi banyak orang, namun tekanan besar seringkali membuat pemain bintang sekalipun gagal. Tak hanya Messi, nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo juga memiliki catatan kegagalan yang cukup tinggi dari titik putih.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ketenangan dan teknik tingkat tinggi tidak selalu menjamin keberhasilan saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Berikut adalah rincian mengenai lima eksekutor penalti dengan jumlah kegagalan terbanyak dalam 25 tahun terakhir:
Daftar Eksekutor Penalti dengan Kegagalan Terbanyak
Daftar pemain berikut memiliki statistik kegagalan penalti paling tinggi meski mereka dikenal sebagai bintang di lapangan hijau:
- Cristiano Ronaldo: 36 kali gagal (Rekor tertinggi sejak 2001).
- Lionel Messi: 33 kali gagal (Peringkat kedua terbanyak).
- Neymar: 22 kali gagal (Dikenal dengan teknik lari lambat).
- Ciro Immobile: 19 kali gagal (Meski tetap menjadi top skor Lazio).
- Francesco Totti: 18 kali gagal (Legenda AS Roma dengan konversi tinggi).
Data di atas memperlihatkan bahwa tingginya frekuensi mengambil penalti sebanding dengan risiko kegagalan yang dihadapi para pemain tersebut. Meskipun angka kegagalannya terlihat banyak, secara keseluruhan persentase keberhasilan mereka tetap berada di level yang sangat kompetitif.
Analisis Detail Para Eksekutor Penalti
Francesco Totti menempati posisi kelima dalam daftar ini dengan catatan 18 kali kegagalan sepanjang karier profesionalnya. Meski begitu, Totti tetap dianggap sebagai salah satu penendang penalti terbaik di abad ke-21 dengan tingkat konversi di atas 80 persen.
Menariknya, legenda AS Roma ini menunjukkan kematangan luar biasa di masa tua dengan tidak pernah gagal mencetak gol dari titik putih dalam empat setengah musim terakhirnya. Ia sukses mengonversi 13 penalti secara beruntun sebelum memutuskan gantung sepatu.
Di posisi keempat ada Ciro Immobile yang mencatatkan 19 kali kegagalan dalam mengeksekusi tendangan 12 pas. Penyerang yang besar namanya bersama Lazio ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 81,9 persen dari seluruh kesempatan yang didapatnya.
Immobile sendiri merupakan sosok krusial bagi klub ibu kota Italia tersebut dan memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Ia juga menempati posisi kedelapan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A.
Neymar Jr berada di urutan ketiga dengan total 22 kali kegagalan penalti sepanjang kariernya untuk klub maupun Timnas Brasil. Pemain flamboyan ini dikenal memiliki gaya unik dengan awalan lari lambat untuk memancing pergerakan penjaga gawang lawan.
Walaupun sering gagal, Neymar sudah mencetak 93 gol dari titik putih yang membuatnya memiliki tingkat konversi yang cukup baik, yakni 80,9 persen. Ia merupakan algojo utama saat membela Santos, PSG, dan Brasil, namun jarang mengambil penalti saat masih di Barcelona karena adanya Messi.
Peringkat kedua dihuni oleh Lionel Messi yang tercatat telah gagal mengeksekusi penalti sebanyak 33 kali selama kariernya. Statistik ini menunjukkan bahwa Messi hampir menjadi pemain dengan kegagalan penalti terbanyak di abad ke-21 jika tidak ada satu nama lain di atasnya.
Messi memiliki persentase konversi sebesar 77,9 persen, sebuah angka yang wajar mengingat banyaknya trofi dan pertandingan besar yang ia jalani. Salah satu kegagalan paling menyakitkan baginya adalah saat final Copa America 2016 melawan Chile yang sempat membuatnya ingin pensiun dari timnas.
Posisi pertama sebagai pemain yang paling sering gagal penalti ditempati oleh Cristiano Ronaldo dengan catatan 36 kali kegagalan. Sebagai pemain yang selalu mengambil tanggung jawab penalti di setiap klub yang ia bela, risiko kegagalan Ronaldo memang sangat tinggi.
Ronaldo pernah mengalami momen pahit saat gagal dalam adu penalti melawan Chelsea di final Liga Champions 2008 silam. Kegagalan terbarunya terjadi pada Februari 2026 saat membela Al Nassr, namun ia tetap diakui sebagai salah satu eksekutor paling produktif dalam sejarah sepak bola.
Berikut adalah ringkasan perbandingan data statistik kegagalan para eksekutor tersebut untuk memudahkan pemahaman pembaca:
| Nama Pemain | Jumlah Gagal | Tingkat Konversi | Klub Dominan |
|---|---|---|---|
| Cristiano Ronaldo | 36 Kali | Sangat Tinggi | Real Madrid/Man Utd |
| Lionel Messi | 33 Kali | 77,9% | Barcelona/Inter Miami |
| Neymar | 22 Kali | 80,9% | PSG/Santos |
| Ciro Immobile | 19 Kali | 81,9% | Lazio |
| Francesco Totti | 18 Kali | >80% | AS Roma |
Tabel tersebut menyajikan ringkasan singkat mengenai performa para pemain bintang dari titik putih berdasarkan data sepanjang karier mereka. Data ini membuktikan bahwa pemain terbaik dunia sekalipun tidak luput dari kesalahan dalam momen-momen krusial di lapangan hijau.
Kisah kegagalan para superstar ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika sepak bola modern yang penuh dengan tekanan. Baik Messi maupun Ronaldo tetap akan dikenang sebagai legenda, terlepas dari catatan kegagalan penalti yang mereka miliki.