Kabar kurang menyenangkan datang dari ajang bulu tangkis bergengsi di Negeri Sakura. Sejumlah wakil Indonesia harus menghentikan langkah mereka lebih awal pada turnamen Japan Open 2026.
Dua pasangan ganda putri andalan serta satu ganda putra tanah air gagal melaju ke babak selanjutnya. Mereka harus mengakui keunggulan lawan masing-masing dalam babak 32 besar yang berlangsung sengit.
Pertandingan krusial ini digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, pada Rabu, 15 Juli 2026. Sektor ganda putri Indonesia kehilangan pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti.
Tak hanya di sektor putri, harapan di sektor ganda putra juga berkurang. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menyusul rekan-rekan mereka setelah gagal menumbangkan wakil tuan rumah.
Detail Pertandingan Wakil Indonesia di Babak 32 Besar
Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum harus berhadapan dengan lawan tangguh asal China, Jia Yo Fan/Zhang Shu Xian. Meski telah memberikan perlawanan maksimal, mereka akhirnya menyerah setelah melalui pertandingan tiga gim.
Pada gim pertama, Rachel/Febi tampak kesulitan mengembangkan permainan dan tertinggal dengan skor 11-21. Namun, mereka menunjukkan semangat pantang menyerah pada gim kedua dengan berbalik unggul 21-19.
Sayangnya, konsistensi lawan di gim penentuan membuat langkah wakil Indonesia ini terhenti. Skor akhir 14-21 di gim ketiga memastikan kemenangan bagi pasangan China tersebut.
Sementara itu, nasib serupa dialami oleh Amallia Cahya Pratiwi dan Siti Fadia Ramadhanti. Pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia ini berhadapan dengan wakil tuan rumah, Rui Hirokami/Sayaka Hobara.
Pertandingan berlangsung cukup ketat sejak awal gim pertama dimulai. Kedua pasangan saling mengejar poin untuk bisa mengamankan keunggulan di menit-menit awal.
Namun, Tiwi/Fadia harus menyerah dalam dua gim langsung dari pasangan Jepang tersebut. Mereka menutup laga dengan skor kembar 16-21 di kedua gim yang dimainkan.
Kekalahan juga harus diterima oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Mereka dipaksa bermain ekstra keras saat menghadapi Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa dari Jepang.
Laga ini berlangsung dramatis, terutama pada gim kedua saat terjadi aksi saling kejar poin. Raymond/Joaquin sempat membuka harapan setelah memenangkan gim kedua dengan skor ketat 23-21.
Namun, tenaga mereka seolah terkuras habis saat memasuki gim ketiga yang menentukan. Mereka akhirnya harus mengakui ketangguhan lawan dengan skor telak 10-21 di gim terakhir.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan wakil Indonesia yang tersingkir :
| Sektor | Wakil Indonesia | Lawan | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| Ganda Putri | Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum | Jia Yo Fan/Zhang Shu Xian (China) | 11-21, 21-19, 14-21 |
| Ganda Putri | Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti | Rui Hirokami/Sayaka Hobara (Jepang) | 16-21, 16-21 |
| Ganda Putra | Raymond Indra/Nikolaus Joaquin | Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa (Jepang) | 16-21, 23-21, 10-21 |
Tabel di atas merangkum hasil perjuangan tiga wakil Indonesia yang harus terhenti di babak awal turnamen. Meskipun gagal melaju, upaya yang mereka tunjukkan di lapangan tetap patut mendapatkan apresiasi.
Analisis Jalannya Pertandingan
Jika menilik jalannya laga, Rachel/Febi sebenarnya memiliki peluang saat berhasil memaksakan gim ketiga. Mereka sempat merepotkan pertahanan Jia/Zhang dengan serangan-serangan yang lebih berani pada gim kedua.
Namun, pasangan China tersebut tampil lebih taktis dan meminimalisir kesalahan sendiri di poin-poin kritis. Faktor ketenangan di lapangan menjadi kunci utama kekalahan Rachel/Febi kali ini.
Di sisi lain, Tiwi/Fadia terlihat kesulitan menembus pertahanan rapat yang dibangun oleh Rui Hirokami dan Sayaka Hobara. Wakil tuan rumah tersebut tampil sangat solid di depan pendukungnya sendiri.
Tekanan dari publik Tokyo tampaknya memberikan motivasi tambahan bagi pasangan Jepang tersebut. Sebaliknya, Tiwi/Fadia seringkali kehilangan momentum saat sedang berusaha mengejar ketertinggalan poin.
Meskipun beberapa wakil gugur, Indonesia masih memiliki harapan di sektor lain pada ajang Japan Open 2026. Sejumlah pemain seperti Putri KW dan Alwi Farhan sebelumnya telah dipastikan mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Kekalahan di babak awal ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih PBSI. Konsistensi pemain di turnamen level tinggi masih menjadi catatan penting untuk menghadapi kompetisi-kompetisi mendatang.