Ahmad Bustomi Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas U-17, Gusnul Yakin Beri Pujian Mengejutkan

Ahmad Bustomi Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas U-17, Gusnul Yakin Beri Pujian Mengejutkan

Karier Ahmad Bustomi di dunia kepelatihan tingkat nasional terus menunjukkan grafik yang positif dan stabil. Mantan gelandang andalan Arema ini kembali dipercaya untuk memperkuat jajaran staf pelatih di skuad Garuda Muda.

Sebelumnya, Bustomi telah mendampingi Kurniawan Dwi Yulianto saat Timnas Indonesia U-17 berjuang di babak Kualifikasi Piala Asia U-17. Kini, ia tetap dipertahankan untuk mengabdi di bawah arahan pelatih kepala baru asal Portugal, David Nascimento.

Ahmad Bustomi terlihat mendampingi tim di bangku cadangan saat laga uji coba melawan Malaysia U-17 yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/7/2026). Ia dipastikan kembali hadir saat kedua tim bertemu lagi di lokasi yang sama pada Selasa mendatang.

Langkah karier Bustomi ini menarik perhatian Gusnul Yakin, pengamat sepak bola senior yang juga pernah melatihnya. Menurut Gusnul, mantan anak didiknya tersebut memang memiliki potensi besar untuk sukses sebagai pelatih profesional di masa depan.

Gusnul mengenang sosok Bustomi saat masih membela Arema pada periode 2008 hingga 2010 sebagai pribadi yang sangat fokus. "Saya sangat mengenal Ahmad Bustomi, dia adalah tipe pemain yang tidak banyak bicara namun sangat haus akan ilmu sepak bola," kenang Gusnul.

Lebih lanjut, Gusnul menceritakan bahwa Bustomi sering berdiskusi mengenai berbagai program latihan dan strategi yang akan diterapkan. Sikap haus belajar dan perilaku (attitude) yang baik inilah yang dianggap sebagai modal utama bagi Bustomi untuk terus berkembang.

Perjalanan Karier Kepelatihan yang Cepat

Transisi Ahmad Bustomi dari seorang pemain menjadi juru taktik dinilai tergolong sangat cepat dibandingkan rekan sejawatnya. Ia memulai langkah pertamanya di dunia kepelatihan bersama Persema pada tahun 2024 lalu.

Hanya berselang setahun, ia langsung dipercaya untuk menangani Persika Karawang yang berkompetisi di Liga Nusantara. Keberanian Bustomi mengambil tanggung jawab besar di usia muda ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Gusnul Yakin.

Gusnul menyatakan bahwa tidak semua mantan pemain memiliki nyali atau keberanian untuk langsung terjun ke dunia kepelatihan profesional. Ia merasa bangga karena Bustomi berani keluar dari zona nyaman dan memilih jalur yang penuh tantangan ini.

Beberapa tahapan penting dalam perjalanan karier Ahmad Bustomi sebagai pelatih meliputi:

  • Menjadi bagian dari tim kepelatihan Persema pada awal tahun 2024 sebagai langkah awal.
  • Menjabat sebagai pelatih kepala Persika Karawang saat berkompetisi di kasta Liga Nusantara.
  • Dipercaya menjadi asisten pelatih Kurniawan Dwi Yulianto untuk Timnas Indonesia U-17.
  • Melanjutkan peran sebagai asisten pelatih di bawah nakhoda David Nascimento di skuad Garuda Muda.

Daftar di atas menunjukkan betapa dinamisnya perkembangan karier pria yang pernah membela Timnas Indonesia saat melawan China pada 2013 tersebut. Pengalaman yang ia kumpulkan dalam waktu singkat menjadi bukti kualitas kepemimpinannya di pinggir lapangan.

Regenerasi Pelatih di Tim Nasional

Gusnul Yakin juga menyoroti kebijakan PSSI yang kini mulai memberikan banyak ruang bagi pelatih muda di tim nasional. Ia menilai langkah federasi sudah tepat karena sepak bola Indonesia membutuhkan regenerasi tidak hanya di sektor pemain, tetapi juga pelatih.

Nama-nama seperti Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto disebut sebagai pionir pelatih muda yang sudah memulai tren ini. Gusnul berharap pelatih muda lainnya juga diberikan kesempatan serupa agar ilmu kepelatihan di Indonesia terus diperbarui.

Menurutnya, posisi Bustomi saat ini di Timnas Indonesia U-17 adalah sebuah keberuntungan besar untuk proses belajarnya. Hal ini dikarenakan ia berada di lingkungan yang diisi oleh orang-orang dengan pengalaman internasional yang sangat luas.

Keuntungan Ahmad Bustomi berada di staf kepelatihan Timnas Indonesia U-17 saat ini:

  • Kesempatan bekerja sama langsung dengan pelatih kepala David Nascimento yang membawa visi sepak bola Eropa.
  • Belajar dari sosok legendaris Simon Tahamata yang memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Belanda dan Eropa.
  • Memahami manajemen tim nasional dalam menghadapi turnamen internasional yang kompetitif.
  • Membangun jaringan profesional dengan tokoh-tokoh penting di lingkup PSSI dan sepak bola internasional.

Gusnul secara khusus menekankan pentingnya menyerap ilmu dari Simon Tahamata yang dikenal sebagai pakar pembinaan pemain muda. "Ini adalah peluang emas bagi Ahmad Bustomi untuk menggali pengetahuan sebanyak mungkin dari tokoh sehebat Simon," pungkasnya.

Berikut adalah ringkasan mengenai profil dan posisi kepelatihan terkini yang melibatkan Ahmad Bustomi dalam skuad Garuda Muda.

Kategori Detail Informasi
Nama Pelatih Ahmad Bustomi
Jabatan Saat Ini Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-17
Pelatih Kepala David Nascimento (Portugal)
Mentor Senior Simon Tahamata
Pertandingan Terakhir Uji Coba vs Malaysia U-17 (Skor 1-1)

Tabel ini memberikan gambaran singkat mengenai lingkungan kerja profesional yang saat ini sedang ditekuni oleh Ahmad Bustomi. Dukungan dari para senior diharapkan mampu membentuknya menjadi pelatih masa depan yang handal bagi Indonesia.

Kabar Terkini Sepak Bola Nasional dan Internasional

Selain kabar mengenai Ahmad Bustomi, dunia sepak bola juga sedang diramaikan dengan berbagai isu transfer dan hasil Piala Dunia 2026. Di level domestik, Persib Bandung baru saja meresmikan pemain naturalisasi baru, Ragnar Oratmangoen.

Ragnar bergabung bersamaan dengan Gakuto Notsuda, gelandang asal Jepang, untuk memperkuat kedalaman skuad Maung Bandung di musim mendatang. Kedatangan pemain berlabel tim nasional ini tentu meningkatkan antusiasme para pendukung setia di Jawa Barat.

Sementara itu dari kancah global, Jude Bellingham menjadi pahlawan Inggris setelah golnya memastikan kemenangan dramatis di Piala Dunia. Di sisi lain, Thomas Tuchel dilaporkan masih merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit meskipun timnya meraih kemenangan.

Kabar mengejutkan juga datang dari Amerika Selatan, di mana Brasil harus tersingkir dari turnamen setelah kalah tipis dari Norwegia. Kekalahan ini memicu spekulasi mengenai masa depan Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan tim Samba.

Semua perkembangan ini menunjukkan betapa dinamisnya industri sepak bola saat ini, baik di dalam negeri maupun di panggung dunia. Ahmad Bustomi pun kini menjadi bagian penting dari ekosistem yang terus berkembang tersebut melalui perannya di Timnas U-17.

Artikel terkait