Penantian panjang petenis asal Jerman, Alexander Zverev, untuk mengangkat trofi Grand Slam akhirnya membuahkan hasil manis di Paris. Zverev berhasil mengukir sejarah baru dalam kariernya setelah menundukkan Flavio Cobolli di partai final French Open 2026.
Pertandingan yang berlangsung di lapangan Philippe-Chatrier pada Minggu (7/6/2026) malam WIB tersebut berjalan sangat alot selama lebih dari empat jam. Zverev sukses mengunci kemenangan lewat duel lima set yang dramatis dengan skor akhir 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), dan 6-1.
Drama Lima Set Menuju Gelar Juara
Pertarungan antara dua petenis yang sama-sama berambisi meraih gelar mayor pertama ini diwarnai ketegangan tinggi sejak awal laga. Zverev tampil dominan pada set pembuka dengan kemenangan telak 6-1, namun Cobolli memberikan perlawanan sengit di set kedua.
Situasi sempat memanas bagi Zverev ketika ia memasuki set keempat, di mana ia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik. Meski sempat mendapatkan titik kemenangan, ia justru melakukan beberapa kesalahan ganda dan mengalami kram hingga harus merelakan set tersebut lewat fase tie break.
Ringkasan skor pertandingan final French Open 2026 antara Zverev vs Cobolli:
| Set | Skor Zverev | Skor Cobolli | Pemenang Set |
|---|---|---|---|
| Set 1 | 6 | 1 | Alexander Zverev |
| Set 2 | 4 | 6 | Flavio Cobolli |
| Set 3 | 6 | 4 | Alexander Zverev |
| Set 4 | 6 (5) | 7 (7) | Flavio Cobolli |
| Set 5 | 6 | 1 | Alexander Zverev |
Tabel di atas merinci perjalanan poin yang sangat ketat hingga akhirnya Zverev mampu mendominasi kembali pada set penentuan. Kemenangan telak di set kelima memastikan gelar juara jatuh ke tangan petenis Jerman tersebut.
Momen Emosional Mengakhiri Penasaran
Memasuki set kelima, Zverev seolah mendapatkan energi tambahan sementara stamina Cobolli mulai terlihat merosot tajam. Petenis asal Italia tersebut tidak lagi mampu membendung serangan-serangan Zverev yang akhirnya menutup laga dengan skor telak 6-1.
Sesaat setelah poin kemenangan diraih, Zverev langsung tersungkur di atas lapangan tanah liat sambil meneteskan air mata bahagia. Kemenangan ini terasa sangat emosional mengingat ia telah berkali-kali gagal di partai final Grand Slam sebelumnya.
Daftar kegagalan Zverev di final Grand Slam sebelum akhirnya juara di Paris:
- US Open 2020: Menelan kekalahan menyakitkan di partai puncak.
- French Open 2024: Gagal mengonversi peluang di lapangan tanah liat favoritnya.
- Australian Open 2025: Harus puas menjadi runner-up sebelum akhirnya bangkit di tahun 2026.
Catatan sejarah di atas menunjukkan betapa besarnya perjuangan mental yang harus dilalui Zverev sebelum akhirnya sukses melakukan "pecah telur" di tahun ini. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu petenis elit dunia.
Absennya Carlos Alcaraz karena cedera dan tersingkirnya Jannik Sinner lebih awal memang membuat beban ekspektasi di pundak Zverev semakin besar. Namun, dengan dedikasi tinggi, ia mampu menjawab keraguan tersebut dan kini resmi menyandang status sebagai juara Grand Slam.