Lionel Messi akhirnya mengungkapkan makna di balik selebrasi tinju ke udara yang ia lakukan saat laga dramatis Argentina melawan Mesir. Momen emosional tersebut terjadi setelah ia mencetak gol penyeimbang dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Bintang sepak bola dunia itu mengakui bahwa selebrasi tersebut merupakan bentuk pelepasan rasa frustrasi yang sempat memuncak. Ia merasa sangat marah pada diri sendiri karena gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan.
Messi merasa telah mengecewakan rekan setimnya di momen yang sangat krusial bagi perjalanan Argentina. "Sejujurnya, itu adalah momen pelepasan bagi kita semua," ujar Messi sebagaimana dikutip dari ESPN.
Beruntung, Messi berhasil membayar kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 di penghujung laga. Ia merasa Tuhan telah menyiapkan skenario istimewa untuk membantunya keluar dari tekanan batin tersebut.
Gol tersebut tidak hanya membawa kelegaan bagi Messi, tetapi juga menjadi kebahagiaan besar bagi seluruh rakyat Argentina. Ia sangat mengapresiasi dukungan tiada henti dari para suporter yang selalu bangga menunjukkan identitas bangsa mereka.
Drama Comeback Luar Biasa Argentina
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (7/7) tersebut menyuguhkan tensi tinggi sejak menit awal. Meski Argentina langsung menekan, Mesir justru menunjukkan keberanian luar biasa melawan sang juara bertahan.
Gawang Argentina harus kebobolan lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan tajam Yasser Ibrahim. Pemain nomor punggung dua itu berhasil memenangkan duel udara melawan Lisandro Martinez dan menaklukkan Emiliano Martinez.
Argentina sempat mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-19. Sayangnya, tendangan penalti yang dieksekusi Lionel Messi berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Memasuki babak kedua, skuat asuhan Lionel Scaloni tampil semakin agresif demi mengejar ketertinggalan. Namun, permainan yang terkesan terburu-buru justru membuat pertahanan Argentina menjadi rapuh.
Mesir sempat kembali mencetak gol lewat serangan balik cepat, namun dianulir wasit karena terjadi pelanggaran. Kendati demikian, Mesir benar-benar menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67 melalui aksi Zico.
Berikut adalah ringkasan perjalanan gol dalam laga Argentina vs Mesir:
- Menit 15: Yasser Ibrahim membawa Mesir unggul 1-0 melalui sundulan kepala.
- Menit 67: Zico (Mustafa Zaky Abdulrauf) menambah keunggulan Mesir menjadi 2-0.
- Menit 79: Cristian Romero memperkecil ketertinggalan Argentina menjadi 1-2 berkat umpan Messi.
- Menit 84: Lionel Messi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol krusialnya.
- Menit 90+3: Enzo Fernandez mengunci kemenangan Argentina menjadi 3-2.
Pencapaian luar biasa terjadi ketika Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan Argentina di masa injury time. Gol tersebut tercatat secara resmi sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah panjang perhelatan Piala Dunia.
Detail pencetak gol dan assist dalam pertandingan babak 16 besar:
| Pencetak Gol | Tim | Menit | Pemberi Assist |
|---|---|---|---|
| Yasser Ibrahim | Mesir | 15' | Marwan Attia |
| Zico (Mustafa Zaky) | Mesir | 67' | Mohamed Salah |
| Cristian Romero | Argentina | 79' | Lionel Messi |
| Lionel Messi | Argentina | 84' | - |
| Enzo Fernandez | Argentina | 90+3' | Lautaro Martinez |
Tabel di atas merangkum bagaimana Argentina mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol tanpa balas. Kemenangan ini memastikan langkah Tim Tango melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini juga mempertegas status Lionel Messi sebagai pemain kunci dalam skuat Argentina. Selain mencetak gol penyeimbang, kontribusinya dalam memberikan assist menunjukkan peran vitalnya di lapangan hijau.