Cristian Chivu sukses mengukir catatan gemilang pada musim perdananya sebagai pelatih Inter Milan. Meski baru sejenak mencicipi dunia manajerial, ia berhasil mempersembahkan dua trofi domestik sekaligus.
Pelatih asal Rumania ini awalnya diragukan karena hanya memiliki pengalaman melatih singkat di Parma sebelum menggantikan Simone Inzaghi. Namun, ia justru mampu menjawab keraguan dengan membawa Nerazzurri merajai Liga Italia dan Coppa Italia.
Keberhasilan mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia ini merupakan pencapaian istimewa bagi publik Giuseppe Meazza. Pasalnya, Inter Milan harus menunggu selama 16 tahun untuk bisa kembali meraih dua gelar prestisius tersebut dalam satu musim yang sama.
Ambisi Besar Chivu di Musim Mendatang
Walaupun telah meraih sukses besar, Chivu menegaskan bahwa dirinya belum merasa puas dengan pencapaian saat ini. Ia justru merasa tertantang untuk membawa Inter Milan meraih prestasi yang lebih tinggi pada musim 2026/2027.
Menurut Chivu, motivasi dan ambisi adalah kunci utama bagi timnya untuk terus berkembang di masa depan. Ia ingin memastikan bahwa seluruh elemen tim tetap haus akan kemenangan dan tidak terjebak dalam zona nyaman.
"Hal terpenting adalah menjaga motivasi karena ambisi kami untuk masa depan tidak akan pernah cukup," ujar Chivu seperti dilansir dari Football-Italia.
Chivu kini merasa jauh lebih berpengalaman setelah memimpin tim dalam 50 pertandingan kompetitif. Ia berjanji akan memberikan performa terbaik agar Inter Milan mampu bersaing di setiap turnamen yang diikuti.
Evaluasi di Kompetisi Eropa
Terlepas dari dominasi di kompetisi lokal, kiprah Inter Milan di panggung Eropa musim lalu masih menjadi catatan merah bagi Chivu. Setelah sempat menjadi finalis dua kali dalam tiga tahun terakhir, mereka justru tersingkir lebih awal di Liga Champions.
Kegagalan ini terasa menyakitkan karena Lautaro Martinez dan kawan-kawan disingkirkan oleh tim non-unggulan asal Norwegia, Bodo/Glimt. Inter Milan terpaksa angkat koper di babak playoff setelah kalah telak dengan agregat skor 2-5.
Chivu menyadari bahwa kesempurnaan sulit diraih dalam waktu singkat, namun ia ingin timnya lebih berani di musim depan. Ia menuntut para pemainnya untuk memiliki determinasi tinggi demi mengincar kemenangan di setiap laga.
Rincian pencapaian Inter Milan di bawah asuhan Cristian Chivu:
- Menjadi juara Serie A (Liga Italia) musim 2025/2026.
- Memenangkan trofi Coppa Italia di musim yang sama.
- Mengakhiri penantian 16 tahun untuk meraih gelar ganda domestik.
- Mencatatkan 50 pertandingan resmi sebagai pelatih kepala.
Daftar prestasi tersebut membuktikan bahwa Chivu memiliki kapasitas untuk memimpin klub besar meski awalnya sempat dipandang sebelah mata. Fokus utamanya saat ini adalah membawa perubahan signifikan, terutama dalam menghadapi kompetisi antarklub Eropa.
Fokus Masa Depan Inter Milan
Chivu menegaskan bahwa ia tidak ingin terlalu lama bernostalgia dengan kesuksesan yang sudah diraih timnya. Baginya, yang terpenting adalah rencana kerja nyata untuk menghadapi tantangan di musim yang baru nanti.
Ia bertekad meningkatkan mentalitas bertanding anak asuhnya agar tidak cepat puas dengan gelar juara yang ada. Semangat juang dan keberanian menjadi dua aspek utama yang ingin ia tanamkan lebih dalam di skuat Inter Milan.