Langkah Brasil di Piala Dunia 2026 harus terhenti secara mengejutkan pada babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh Norwegia. Hasil pahit ini memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pihak terhadap performa tim Samba.
Kekalahan tersebut terasa sangat menyesakkan karena Brasil merupakan salah satu kandidat kuat peraih gelar juara tahun ini. Dua gol dari Erling Haaland sukses mengubur mimpi Brasil dan mengantarkan Norwegia menuju babak perempat final.
Momen ini juga disinyalir menjadi akhir perjalanan Neymar di panggung Piala Dunia bagi negaranya. Penyerang yang kini menginjak usia 34 tahun itu tampak sangat terpukul dan tidak mampu menutupi kesedihannya saat laga usai.
Romario Desak Pemecatan Carlo Ancelotti
Kegagalan ini memicu kemarahan besar dari legenda sepak bola Brasil, Romario, yang langsung menyoroti kinerja pelatih Carlo Ancelotti. Mantan penyerang legendaris itu menganggap pelatih asal Italia tersebut sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
Tersingkir di babak 16 besar merupakan pencapaian terburuk tim Selecao di ajang Piala Dunia sejak tahun 1990 silam. Hal ini sekaligus memperpanjang puasa gelar juara dunia Brasil yang sudah bertahan selama 24 tahun terakhir.
Ancelotti sendiri sebenarnya baru menduduki kursi pelatih kepala Timnas Brasil pada Mei 2025 lalu. Kehadirannya diharapkan bisa membawa angin segar dan mengembalikan martabat tim yang lama meredup di pentas internasional.
Namun, kegagalan total di Piala Dunia 2026 ini membuat masa depan Ancelotti kini berada di ujung tanduk. Romario bahkan secara terbuka mendesak federasi sepak bola setempat untuk segera memutus kontrak sang pelatih.
Berikut adalah pernyataan keras yang dilontarkan Romario terkait situasi kursi kepelatihan Brasil:
- Romario menegaskan bahwa Ancelotti sudah tidak layak lagi mengemban jabatan sebagai pelatih kepala tim nasional.
- Ia mengklaim jika dirinya memiliki otoritas, ia akan langsung memecat sang pelatih secara tidak hormat di ruang ganti.
- Legenda berusia 60 tahun tersebut bahkan menyarankan agar kontrak Ancelotti segera disobek di tempat tanpa kompromi.
Kritik pedas ini disampaikan Romario dalam sebuah wawancara dengan talkSPORT sebagai bentuk kekecewaannya yang mendalam. Ia merasa pendekatan taktik Ancelotti tidak cocok dengan identitas permainan sepak bola Brasil.
Kritik Tajam Atas Performa Tim yang Memalukan
Romario menilai bahwa cara bermain Brasil saat dikalahkan Norwegia sama sekali tidak menunjukkan identitas tim juara dunia lima kali. Menurutnya, performa tersebut adalah salah satu penampilan paling memalukan dalam sejarah sepak bola modern negara tersebut.
Kemarahan Romario tidak berhenti sampai di situ, ia bahkan melontarkan pernyataan yang jauh lebih ekstrem. Ia merasa kegagalan ini adalah sebuah skandal besar bagi publik sepak bola Brasil.
Terdapat beberapa poin keberatan utama yang disampaikan oleh legenda Brasil tersebut:
- Pertandingan melawan Norwegia dianggap sebagai sebuah aib besar bagi sejarah olahraga nasional.
- Romario menyatakan keinginannya untuk menuntut sang pelatih ke jalur hukum akibat kegagalan fatal ini.
- Pihaknya bersikeras bahwa tidak ada alasan lagi bagi federasi untuk mempertahankan Ancelotti sebagai pemimpin tim.
Pernyataan ini mencerminkan rasa frustrasi masyarakat Brasil yang sudah merindukan kejayaan di kancah global. Meskipun demikian, posisi federasi sejauh ini tampak belum sejalan dengan kemarahan para legenda.
Walaupun tekanan publik semakin memanas, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dikabarkan belum akan mengambil keputusan yang terburu-buru. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa CBF masih memiliki niat untuk melanjutkan kerja sama dengan mantan juru taktik Real Madrid tersebut.
Berikut adalah ringkasan data pencapaian Brasil di bawah arahan Carlo Ancelotti pada turnamen kali ini.
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Waktu Penunjukan | Mei 2025 |
| Hasil Piala Dunia 2026 | Babak 16 Besar |
| Lawan Terakhir | Norwegia (Kalah 0-2) |
| Pencetak Gol Lawan | Erling Haaland (2 Gol) |
| Durasi Puasa Gelar | 24 Tahun |
Data di atas menunjukkan bahwa ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada Ancelotti belum membuahkan hasil manis bagi publik Brasil. Kini, dunia menunggu keputusan final dari pihak federasi mengenai masa depan kursi kepelatihan Selecao.