Persik Kediri tengah bergerak cepat dalam mematangkan komposisi tim demi menyambut kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Manajemen klub berjuluk Macan Putih ini terus melakukan perombakan besar-besaran untuk memperkuat skuad.
Setelah sebelumnya memutuskan untuk tidak memperpanjang masa bakti penyerang asal Brasil, Rodrigo Dias, Persik kini resmi berpisah dengan Telmo Castanheira. Gelandang berkebangsaan Portugal tersebut menyusul langkah Rodrigo untuk meninggalkan klub.
Tidak hanya melepas pemain asing, Persik Kediri juga mengumumkan kebijakan terkait pemain dengan status pinjaman. Seluruh pemain yang musim lalu dipinjam telah resmi dikembalikan kepada klub pemiliknya masing-masing.
Perpisahan dengan Telmo Castanheira
Telmo Castanheira pertama kali mendarat di Kediri atas rekomendasi khusus dari mantan juru taktik Persik, Ong Kim Swee. Keduanya pernah menjalin kerja sama profesional saat masih berada di klub Liga Super Malaysia, Sabah FC.
Selama berada di lapangan, pemain berusia 34 tahun ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi kestabilan lini tengah Macan Putih. Kemampuannya dalam mengisi posisi gelandang bertahan maupun menyerang menjadikannya pilar penting dalam taktik tim.
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Telmo selama berseragam ungu. Ia menilai sang pemain telah memberikan kontribusi nyata dalam banyak pertandingan krusial.
Pihak manajemen juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala kerja keras yang telah dicurahkan sang gelandang. Mereka berharap Telmo dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dalam kelanjutan karier profesionalnya di masa depan.
Statistik dan Pesan Haru dari Sang Gelandang
Sepanjang musim 2025/2026, Telmo Castanheira mencatatkan performa yang cukup stabil bersama Persik Kediri. Ia tercatat tampil sebanyak 21 kali di ajang BRI Super League dengan sumbangan dua gol dan satu assist.
Salah satu momen yang paling diingat adalah saat ia mencetak gol perdana bagi Persik di laga pembuka melawan Bali United. Gol tersebut sangat krusial karena berhasil menyelamatkan tim dari kekalahan dan memaksakan hasil imbang 1-1.
Ia juga berperan besar saat Persik membungkam rival mereka, Arema FC, dengan skor tipis 3-2 pada pekan ke-31. Dalam laga tersebut, Telmo sukses mengirimkan assist untuk Ernesto Gomez sebelum akhirnya ia sendiri turut mencatatkan nama di papan skor.
Bagi Telmo, kebersamaan dengan Persik Kediri memberikan kesan mendalam meskipun durasinya terbilang singkat. Ia merasa banyak mendapatkan pelajaran berharga yang akan selalu ia kenang sepanjang hidupnya.
Ia juga menyempatkan diri untuk berpamitan kepada seluruh elemen klub, mulai dari staf, manajemen, hingga para suporter setia, Persikmania. Telmo berterima kasih atas dukungan luar biasa yang ia terima dan berharap bisa bertemu kembali di lain kesempatan.
Pemulangan Deretan Pemain Pinjaman
Sejalan dengan evaluasi akhir musim, Persik Kediri telah menuntaskan proses pengembalian pemain yang berstatus pinjaman. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyusunan strategi baru untuk musim mendatang.
Daftar pemain yang dikembalikan ke klub asalnya adalah:
- Muhammad Firly: Dikembalikan kepada Barito Putera setelah masa peminjamannya berakhir.
- Gavin Kwan Adsit: Resmi kembali memperkuat Borneo FC untuk musim depan.
- Chechu Menesses: Telah pulang lebih dulu untuk kembali membela Malut United.
- Henhen Herdiana: Kembali ke klub asalnya, Persib Bandung.
- Rezaldi Hehanussa: Menjalani masa pemulangan kembali ke skuad Persib Bandung.
- Hamra Hehanussa: Juga kembali memperkuat barisan pemain Persib Bandung.
Setiap pemain pinjaman ini memiliki catatan perjalanan yang berbeda-beda selama membela panji Macan Putih. Beberapa pemain berhasil menjadi pilihan utama, sementara yang lain harus berjuang dengan kondisi fisik.
Nasib Kontras Antara Firly dan Gavin
Perjalanan Muhammad Firly dan Gavin Kwan Adsit di Kediri terlihat sangat kontras jika ditinjau dari menit bermain. Firly mampu menunjukkan perkembangan pesat terutama pada paruh kedua kompetisi musim lalu.
Meskipun pada awal musim jarang mendapatkan kesempatan, Firly perlahan bertransformasi menjadi benteng tangguh di lini pertahanan. Ia sukses menjawab kepercayaan pelatih dengan performa yang konsisten di setiap pertandingan.
Rachmad Tri Kuncara memuji kematangan Firly yang dinilai sangat baik untuk pemain seusianya. Pihak manajemen yakin bahwa dengan komitmen tinggi yang dimilikinya, Firly akan terus berkembang dan meraih prestasi tinggi di klub asalnya.
Firly menutup masa baktinya di Persik dengan 20 penampilan serta torehan dua gol yang sangat berarti bagi tim. Salah satu golnya bahkan menjadi penyelamat saat menghadapi Persib Bandung lewat sundulan di menit-menit akhir laga.
Kondisi berbeda justru dialami oleh Gavin Kwan Adsit yang sangat minim kontribusi di lapangan hijau. Pemain lincah ini terpaksa harus menepi sepanjang musim karena fokus menjalani proses pemulihan cedera yang cukup parah.
Manajemen Persik Kediri tetap menyampaikan apresiasi atas profesionalisme yang ditunjukkan oleh keduanya selama berada di dalam tim. Mereka mendoakan agar Firly dan Gavin bisa terus bersinar bersama klub baru maupun klub lama mereka nantinya.