Cahya Supriadi Jadi Satu-satunya Pemain PSIM di Timnas untuk Piala AFF 2026, Mengejutkan!

Cahya Supriadi Jadi Satu-satunya Pemain PSIM di Timnas untuk Piala AFF 2026, Mengejutkan!

PSSI kembali memanggil penjaga gawang andalan PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, untuk bergabung dalam pemusatan latihan (TC) bersama Timnas Indonesia. Pemanggilan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan skuad Garuda menghadapi ajang bergengsi Piala AFF 2026.

Turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara tersebut rencananya akan digulirkan mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Kehadiran Cahya dalam daftar panggil mempertegas kepercayaan tim pelatih terhadap kualitas kiper muda yang kian matang di kompetisi domestik ini.

Satu-satunya Wakil Laskar Mataram

Kabar mengenai pemanggilan ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak manajemen klub melalui Media Officer PSIM Yogyakarta, Irza Triamanda. Ia menyatakan bahwa kiper berusia 23 tahun tersebut menjadi satu-satunya pemain dari klub kebanggaan warga Yogyakarta yang terpilih.

Irza menjelaskan bahwa manajemen telah menerima surat resmi dari federasi terkait agenda nasional ini. "Memang benar hanya Cahya Supriadi pemain PSIM yang mendapatkan panggilan untuk mengikuti TC Timnas Indonesia menyambut Piala AFF 2026," ungkapnya kepada awak media.

Lokasi Pemusatan Latihan di Pulau Dewata

Pemusatan latihan ini sendiri dijadwalkan berlangsung di Bali dan sudah dimulai sejak 5 Juli 2026. Keputusan pemilihan Bali sebagai lokasi latihan intensif sebelumnya telah diungkapkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Brigjen TNI (Purn.) Sumardji, di Jakarta.

Saat ini terdapat sekitar 55 pemain yang masuk dalam daftar pantauan sementara untuk proyeksi skuad Piala AFF 2026. Namun, jumlah tersebut nantinya tidak akan bertahan lama karena tim pelatih akan melakukan proses perampingan skuad secara bertahap.

Rencana penyaringan pemain Timnas Indonesia :

  • Tim pelatih telah mengantongi daftar awal sebanyak 55 pemain potensial.
  • Jumlah personel akan dikerucutkan hingga menyisakan sekitar 24 sampai 26 nama saja.
  • Pemilihan akhir akan didasarkan pada kualitas teknis dan hasil scouting yang mendalam.
  • Hanya pemain yang benar-benar siap secara fisik dan mental yang akan dibawa ke turnamen.

Proses seleksi ketat ini dilakukan demi memastikan Indonesia memiliki kedalaman skuad yang mumpuni saat bersaing di babak grup nanti. Tim pelatih ingin memastikan setiap lini diisi oleh pemain-pemain terbaik yang sedang dalam performa puncak.

Persaingan Sengit di Grup A

Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia yang kini berada di bawah arahan pelatih John Herdman akan menempati Grup A. Skuad Merah Putih harus bersiap menghadapi tantangan dari negara-negara pesaing yang memiliki ambisi serupa untuk meraih gelar juara.

Lawan-lawan yang menanti Indonesia di grup ini antara lain adalah sang juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta Timor Leste. Ambisi besar diusung Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar sekaligus menghapus kutukan sebagai spesialis posisi kedua.

Data pencapaian Timnas Indonesia di ajang Piala AFF :

Kategori Capaian Detail Informasi
Jumlah Runner-up 6 Kali (Terbanyak dalam sejarah turnamen)
Target Tahun 2026 Merengkuh Trofi Juara Pertama
Lawan Berat Grup A Vietnam (Juara Bertahan) dan Singapura
Pelatih Saat Ini John Herdman

Target juara kali ini dianggap sebagai harga mati mengingat Indonesia sudah terlalu sering hanya finis sebagai runner-up. Tekanan ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain yang dipanggil, termasuk bagi Cahya Supriadi di posisi kiper.

Konsistensi Cahya Supriadi di Era John Herdman

Pemanggilan kali ini menandai kesempatan ketiga bagi Cahya Supriadi untuk bekerja sama dengan John Herdman di level tim nasional. Sebelumnya, eks penjaga gawang akademi Persija Jakarta ini sempat dilibatkan dalam agenda FIFA Series pada Maret 2026 lalu.

Meski pernah mengikuti beberapa sesi pemusatan latihan menjelang FIFA Matchday, Cahya sempat belum berhasil menembus daftar final pemain yang diberangkatkan. Namun, performa impresif yang ia tunjukkan sepanjang musim lalu membuatnya sulit untuk diabaikan begitu saja.

Statistik performa Cahya Supriadi di BRI Super League musim lalu :

  • Mencatatkan total 32 penampilan kompetitif bersama PSIM Yogyakarta.
  • Berhasil melakukan 107 aksi penyelamatan krusial di bawah mistar gawang.
  • Turut berkontribusi dalam permainan menyerang dengan mencetak satu assist.
  • Menunjukkan akurasi distribusi bola dengan 595 umpan sukses dari total 797 percobaan.

Statistik yang solid tersebut menunjukkan bahwa Cahya tidak hanya cakap dalam menjaga gawang, tetapi juga aktif membangun serangan. Kualitas operannya yang akurat menjadi nilai tambah bagi strategi modern yang diterapkan oleh tim kepelatihan Garuda saat ini.

Dengan usia yang baru menginjak 23 tahun, masa depannya di kancah sepak bola nasional dinilai masih sangat panjang. Keikutsertaannya dalam TC di Bali diharapkan bisa semakin mengasah kemampuannya sebelum pelatih menentukan daftar final untuk Piala AFF 2026.

Artikel terkait