Piala Dunia 2026 telah memasuki fase gugur yang penuh dengan drama dan kejutan bagi banyak tim besar. Sebanyak 15 negara dipastikan harus menghentikan langkah mereka setelah gagal melewati tantangan di babak 32 besar.
Kepastian ini menyusul berakhirnya pertandingan sengit antara Argentina melawan Cape Verde yang berlangsung pada Sabtu (4/7). Kekalahan Cape Verde dalam laga tersebut menambah panjang daftar tim yang terpaksa pulang lebih awal.
Argentina Menang Dramatis Atas Cape Verde
Bertanding di Stadion Miami, Argentina harus bekerja ekstra keras untuk menundukkan perlawanan gigih Cape Verde dengan skor tipis 3-2. Lionel Messi sempat membawa tim Tango unggul lebih dulu pada menit ke-29 berkat umpan matang dari Lisandro Martinez.
Cape Verde memberikan perlawanan sengit hingga mampu menyamakan kedudukan lewat gol Deroy Duarte di menit ke-59. Pertandingan pun menjadi semakin memanas saat memasuki fase akhir waktu normal dan perpanjangan waktu.
Lisandro Martinez kembali membawa Argentina memimpin pada menit ke-92, namun Sidny Lopes Cabral secara mengejutkan membalasnya di menit ke-103. Drama berakhir setelah sundulan Cristian Romero yang mengenai Diney Borges pada menit ke-111 memastikan kemenangan La Albiceleste.
Hasil pahit ini menempatkan Cape Verde sebagai tim ke-15 yang harus angkat kaki dari turnamen sepak bola bergengsi tersebut. Sebelumnya, nasib serupa juga dialami Australia yang harus menyerah dari Mesir melalui drama adu penalti.
Daftar Tim yang Gugur di 32 Besar
Selain kejutan dari tim-tim kuda hitam, beberapa negara raksasa sepak bola secara tidak terduga juga harus tersingkir lebih cepat. Perjalanan Aljazair, Kroasia, dan Austria bahkan sudah berakhir sehari sebelum laga Argentina kontra Cape Verde digelar.
Berikut adalah daftar lengkap 15 negara yang tersingkir dari persaingan Piala Dunia 2026:
- Afrika Selatan
- Jepang
- Jerman
- Belanda
- Pantai Gading
- Swedia
- Ekuador
- Republik Demokratik Kongo
- Senegal
- Bosnia dan Herzegovina
- Austria
- Kroasia
- Aljazair
- Australia
- Cape Verde
Daftar di atas menunjukkan betapa kompetitifnya turnamen tahun ini, di mana tim unggulan seperti Jerman dan Belanda tidak luput dari kegagalan. Kini, fokus beralih ke babak 16 besar yang diprediksi akan menyajikan persaingan yang jauh lebih intens.