Pebalap Pertamina VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, membagikan pengalamannya mengenai sulitnya melakukan manuver menyalip di Sprint Race MotoGP Jerman 2026. Ia bahkan tidak ragu menyebut momen membuntuti pebalap lain di Sirkuit Sachsenring sebagai sebuah mimpi buruk.
Dalam balapan pendek tersebut, Di Giannantonio berhasil mengamankan podium ketiga tepat di belakang duo bersaudara Marc dan Alex Marquez. Meskipun ia merasa motornya memiliki kecepatan yang mumpuni, peluang untuk melakukan overtaking hampir tidak ditemukan selama balapan berlangsung.
Kendala Teknis Ban Depan di Sachsenring
Menurut pebalap asal Italia tersebut, karakteristik unik Sirkuit Sachsenring menjadi faktor utama penghambat performanya. Desain lintasan yang didominasi tikungan sempit membuat suhu ban depan meningkat sangat cepat saat berada di posisi belakang pebalap lain.
Kondisi ini menyulitkan pebalap untuk menjaga stabilitas motor sekaligus mencari celah menyalip tanpa risiko jatuh. "Begitu berada di belakang pebalap lain, temperatur ban depan langsung melonjak," ujar Di Giannantonio seperti dikutip dari Crash.net.
Ia menegaskan bahwa manuver menyalip bukannya mustahil dilakukan, namun memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi. Strategi awalnya adalah segera melewati Ai Ogura di awal lomba agar tetap bisa menempel rombongan terdepan.
Beberapa poin utama mengenai tantangan di Sachsenring menurut Di Giannantonio:
- Suhu ban depan yang melonjak drastis saat membuntuti lawan.
- Desain sirkuit dengan tikungan sempit menyulitkan penjagaan ritme balap.
- Risiko kecelakaan yang meningkat saat mencoba memaksa melakukan manuver.
- Perlunya ruang kosong di depan untuk menjaga performa ban tetap stabil.
Daftar di atas merangkum faktor-faktor teknis yang menyebabkan sulitnya melakukan aksi saling salip di lintasan Jerman tersebut.
Strategi Mendinginkan Ban yang Gagal
Guna mengatasi masalah panas berlebih, Di Giannantonio sempat mencoba taktik dengan memberi jarak dari pebalap di depannya. Tujuannya agar ban depan terkena aliran udara segar dan suhunya kembali turun ke level normal.
Sayangnya, strategi tersebut tetap tidak membuahkan hasil yang diharapkan hingga akhir balapan. Ia merasa tetap terlalu berisiko jika harus memaksakan serangan terhadap Alex Marquez yang berada di depannya.
Di Giannantonio sebenarnya cukup percaya diri bahwa ia memiliki kecepatan yang lebih baik daripada yang terlihat di lintasan. Namun, keterbatasan ruang di Sachsenring membuatnya terjebak dalam ritme pebalap di depannya.
Ia juga mengamati bahwa sang pemenang, Marc Marquez, tidak perlu memacu motornya hingga batas maksimal. Hal itu karena Marquez mampu mengontrol jalannya perlombaan dari posisi paling depan tanpa gangguan suhu ban.
Hasil akhir podium Sprint Race MotoGP Jerman 2026 adalah sebagai berikut:
| Posisi | Nama Pebalap | Tim |
|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Gresini Racing |
| 2 | Alex Marquez | Gresini Racing |
| 3 | Fabio Di Giannantonio | Pertamina VR46 Ducati |
Tabel ini menunjukkan tiga besar pebalap yang berhasil naik podium pada sesi Sprint Race di Sirkuit Sachsenring.
Hingga saat ini, persaingan di klasemen MotoGP masih dipimpin oleh Jorge Martin. Hasil di Jerman ini memberikan tambahan poin penting bagi Di Giannantonio untuk tetap bersaing di papan atas musim ini.