Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menyampaikan harapan besarnya agar semangat persaudaraan antarsuporter yang dikenal dengan gerakan Mataram Is Love dapat kembali bersemi. Keinginan ini diungkapkan seiring dengan keberhasilan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman yang akan bersaing bersama di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2026/2027.
Liana menilai bahwa kehadiran dua klub besar asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kompetisi elite nasional ini harus dijadikan momentum emas. Ia menekankan pentingnya memperkuat nilai sportivitas serta kebersamaan dibandingkan hanya fokus pada rivalitas yang berlebihan di atas lapangan.
Menurut Liana, komunitas suporter memiliki peran yang sangat krusial dalam membawa pengaruh positif bagi iklim sepak bola di tanah air. Ia secara khusus memuji inisiatif Mataram Is Love yang lahir dari pemikiran jernih komunitas suporter sebagai sebuah contoh teladan yang luar biasa bagi semua pihak.
Liana mengenang kembali kemunculan gerakan Mataram Is Love yang dipicu oleh peristiwa kelam Tragedi Kanjuruhan sekitar empat tahun yang lalu. Pada saat itu, kelompok suporter Brajamusti menunjukkan sikap dewasa dengan mengajak pendukung PSS Sleman serta Persis Solo untuk bersatu dalam doa bersama.
Kegiatan yang penuh haru tersebut dilaksanakan di Stadion Mandala Krida dan mendapatkan apresiasi yang luas dari berbagai kalangan. Liana menyebutkan bahwa aksi nyata tersebut tidak hanya didukung oleh para penggemar sepak bola, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta Polda DIY.
Hal ini menjadi bukti otentik bahwa persaingan atau rivalitas antarsuporter sebenarnya bisa berjalan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih tinggi. Liana yang kini menginjak usia 41 tahun tersebut berpesan agar semangat kebersamaan yang pernah tercipta tidak dibiarkan pudar atau dilupakan begitu saja.
Apalagi saat ini PSS Sleman kembali berada dalam satu kasta kompetisi yang sama dengan Laskar Mataram, julukan bagi klub PSIM Yogyakarta. Ia mengajak semua pihak untuk terus memberikan dukungan yang positif dan saling menguatkan demi kemajuan sepak bola di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebagai kilas balik, momen bersejarah itu terjadi pada 4 Oktober 2022 ketika elemen suporter dari Bumi Mataram berkumpul menjadi satu. Stadion Mandala Krida dipadati oleh massa dari wilayah DIY dan Solo yang bersatu dalam satu suara solidaritas untuk para korban di Kanjuruhan.
Di balik antusiasme menyambut kasta tertinggi, Liana Tasno juga mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kondisi yang dialami oleh Persis Solo. Klub kebanggaan warga Surakarta tersebut harus menerima kenyataan pahit turun kasta ke liga kedua pada musim ini.
Liana menegaskan bahwa keberadaan Laskar Sambernyawa di kompetisi level tertinggi sebenarnya memiliki peran yang sangat vital bagi dinamika sepak bola nasional. Turunnya Persis Solo tentu menjadi kehilangan tersendiri bagi para pecinta sepak bola di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Dengan degradasi yang dialami Persis Solo, maka duel klasik bertajuk Derby Mataram dipastikan tidak akan tersaji di Super League 2026/2027. Padahal, pertandingan yang mempertemukan PSIM dan Persis selalu menjadi magnet besar yang menghadirkan atmosfer luar biasa di stadion.
Secara pribadi, Liana mengaku merasa sedih karena Persis Solo adalah salah satu klub pendiri PSSI yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter yang sangat fanatik. Ia menaruh harapan besar agar Persis Solo tidak berlama-lama di kasta bawah dan bisa segera kembali bersaing di level tertinggi.
Lebih lanjut, Liana mengajak seluruh elemen pendukung PSIM Yogyakarta untuk senantiasa menjaga atmosfer yang kondusif demi keberlangsungan klub di masa depan. Stabilitas dan energi positif dari suporter dianggap sebagai modal utama bagi manajemen dalam menjalankan program-program strategis klub.
Ia menekankan bahwa setiap kebijakan atau pilihan yang diambil oleh pihak klub maupun suporter harus selalu berlandaskan pada kepentingan terbaik Laskar Mataram. Liana menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa siapapun yang memimpin, tujuan akhirnya haruslah kebaikan dan kemajuan PSIM secara positif.
Daftar highlight poin-poin utama dalam pernyataan Liana Tasno terkait kondisi terkini sepak bola Mataram:
- Menghidupkan kembali kampanye Mataram Is Love sebagai simbol perdamaian antarsuporter.
- Pentingnya sportivitas menyusul keberadaan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman di kasta tertinggi.
- Rasa prihatin atas terdegradasinya Persis Solo yang mengakibatkan batalnya Derby Mataram musim depan.
- Harapan agar seluruh pendukung menjaga kondusivitas demi kemajuan jangka panjang klub.
- Penekanan pada sejarah gerakan doa bersama di Mandala Krida sebagai bukti rivalitas bisa berjalan dengan damai.
Informasi di atas merangkum sudut pandang manajemen PSIM Yogyakarta dalam menyikapi dinamika persaingan di Super League dan hubungan emosional antarwilayah.
Informasi tambahan mengenai sorotan berita sepak bola nasional dan internasional terkini:
| Topik Utama | Detail Informasi |
|---|---|
| Piala Dunia 2026 | Kylian Mbappe tampil gemilang bersama Prancis dan menyindir pola permainan keras Paraguay di babak 16 besar. |
| Transfer Persib | Persib Bandung secara resmi memperkenalkan Ragnar Oratmangoen dan Gakuto Notsuda sebagai amunisi baru musim depan. |
| Timnas Indonesia | Pelatih David Nascimento memberikan evaluasi positif terhadap agresivitas Timnas Indonesia U-17 meski hasil uji coba melawan Malaysia berakhir imbang. |
| Liga Inggris | Manchester United dikabarkan tengah mengincar pemain West Ham dan sedang mempertimbangkan masa depan Marcus Rashford. |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun fokus utama saat ini adalah persiapan liga domestik, perkembangan kompetisi internasional seperti Piala Dunia 2026 juga tetap menjadi perhatian besar para penggemar sepak bola di Indonesia.
Sementara itu, di level manajemen klub, pergerakan bursa transfer terus memanas dengan hadirnya pemain-pemain naturalisasi berkualitas ke liga lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan standar kompetisi Super League dan memberikan hiburan yang lebih bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.
Liana Tasno sendiri saat ini terus melakukan berbagai upaya koordinasi agar PSIM Yogyakarta dapat tampil maksimal di musim perdana mereka kembali ke kasta tertinggi. Fokus utama tidak hanya pada performa pemain di lapangan, tetapi juga pada penguatan struktur organisasi dan hubungan harmonis dengan basis massa suporter.