Goal Aksis dan Persib Bandung Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026

Goal Aksis dan Persib Bandung Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026

Turnamen sepak bola putri HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 secara resmi telah berakhir dengan memunculkan nama-nama juara baru. Dua tim asal Jawa Barat sukses mendominasi podium tertinggi dalam kompetisi yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Goal Aksis asal Cimahi berhasil mengamankan gelar juara untuk kategori usia di bawah 15 tahun (U-15). Sementara itu, dominasi Jawa Barat semakin lengkap setelah Akademi Persib Bandung sukses mengangkat trofi juara pada kategori usia di bawah 18 tahun (U-18).

Pertarungan Sengit di Babak Final U-15 dan U-18

Kemenangan yang diraih kedua tim memiliki cerita yang cukup kontras namun sama-sama mendebarkan. Goal Aksis harus berjuang melalui drama adu penalti yang melelahkan setelah bermain imbang melawan Cipta Cendikia FA.

Sebaliknya, Akademi Persib Bandung menunjukkan kualitasnya dengan menang telak lewat pesta gol ke gawang lawan. Kedua laga final ini menjadi puncak dari inisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS dalam membina pesepak bola putri tanah air.

Daftar lengkap pemenang kategori U-15 dan U-18 pada ajang ini adalah sebagai berikut:

Kategori Pengharagaan Kelompok Usia U-15 Kelompok Usia U-18
Juara Utama Goal Aksis Cimahi Akademi Persib Bandung
Runner-up Cipta Cendikia FA Bogor Putri Garut
Semifinalis Mojang Priangan & Arema FC Women Putri JP Jakarta & Arema FC Women
Kiper Terbaik Elbian Defika Aryasatya Gadhiza Asnanza
Pemain Terbaik Ayla Dva Khala Ahisma Oedaija O’shea Sharinah
Pencetak Gol Terbanyak Nafeeza Ayasha Nori (4 Gol) Zahra Nafisa & Sucy Kanaya (3 Gol)

Tabel di atas merangkum daftar prestasi yang diraih oleh tim maupun individu yang tampil menonjol sepanjang gelaran HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Data ini menunjukkan penyebaran bakat yang cukup merata dari berbagai daerah di Indonesia.

Aksi Gemilang Kiper Goal Aksis di Babak Tos-tosan

Final U-15 antara Goal Aksis melawan Cipta Cendikia Football Academy Bogor berlangsung sangat ketat sejak menit awal. Karena tidak ada gol yang tercipta selama waktu normal, penentuan pemenang harus dilakukan melalui babak adu penalti.

Dalam momen krusial tersebut, kiper Goal Aksis, Elbian Defika Aryasatya, tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menepis satu tendangan lawan. Aksi heroik ini memastikan kemenangan Goal Aksis dengan skor 4-3 pada babak tos-tosan tersebut.

Empat algojo Goal Aksis, yaitu Dian Aprilia Pary, Alika Nailah Arkana Oskar, Bilqis Fatimah Az Zahra, dan Amanda Fitriani, menjalankan tugasnya dengan sangat tenang. Kesuksesan ini disambut tangis haru dan sorak sorai dari seluruh anggota tim di lapangan.

Bilqis Fatimah Az Zahra mengungkapkan bahwa gelar juara ini adalah buah manis dari latihan keras mereka setiap pagi dan sore selama sebulan penuh. "Inilah hasil latihan rutin kami yang akhirnya terbayar lunas di panggung nasional," tuturnya dengan bangga.

Bilqis juga mengapresiasi sistem liga yang memberikan mereka banyak jam terbang untuk mengevaluasi permainan dari minggu ke minggu. Menurutnya, kompetisi seperti HYDROPLUS Soccer League sangat membantu perkembangan bakat muda putri secara berkelanjutan.

Senada dengan Bilqis, Coach Budi Sufarlan selaku pelatih kepala Goal Aksis menekankan pentingnya sikap profesional sejak dini. Ia mendidik para pemainnya agar tetap disiplin menjaga kondisi fisik bahkan saat masa libur latihan tiba.

Coach Budi ingin pemainnya tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini karena tantangan ke depan akan semakin berat. Ia mengajak para talenta putri di seluruh Indonesia untuk berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan wadah kompetisi yang ada.

Dominasi Mutlak Akademi Persib Bandung di Final U-18

Pemandangan berbeda tersaji pada partai final U-18 yang mempertemukan Akademi Persib Bandung dengan Putri Garut. Akademi Persib tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan dan langsung mendominasi jalannya pertandingan.

Hasilnya, mereka berhasil mencetak empat gol tanpa balas hanya di babak pertama saja melalui skema serangan yang tertata rapi. Satu gol tambahan di babak kedua melengkapi kemenangan telak 5-0 yang sekaligus mengunci gelar juara bagi tim Maung Ngora.

Strategi formasi 4-3-3 yang diterapkan Akademi Persib terbukti ampuh membongkar pertahanan Putri Garut yang cenderung menumpuk pemain. Koordinasi lini belakang lawan yang buruk dalam menerapkan jebakan offside dimanfaatkan dengan cerdik oleh barisan penyerang Bandung.

Sucy Kanya Sholehah menjadi bintang lapangan dengan mencatatkan hattrick pada menit ke-11, 32', dan 34' melalui penempatan posisi yang sangat baik. Umpan-umpan matang dari Mega Aprilia di lini tengah menjadi kunci pembuka ruang bagi Sucy untuk mencetak gol.

Satu gol lainnya di babak pertama disumbangkan oleh Nasywa Salsabila Fatah pada menit ke-37. Gol tersebut berawal dari penetrasi cepat Athaya Nur Kansya di sisi sayap yang kemudian melepaskan umpan tarik tepat di depan gawang lawan.

Memasuki babak kedua, Akademi Persib tetap mempertahankan intensitas serangan meskipun sudah unggul jauh. Walaupun pertahanan Putri Garut mulai membaik, Nasywa Salsabila Fatah kembali berhasil mencetak gol keduanya pada menit ke-55.

Nasywa dengan tenang melambungkan bola melewati kiper Putri Garut yang mencoba maju menutup ruang tembak. Skor 5-0 ini bertahan hingga laga usai dan memastikan trofi juara kategori U-18 mendarat di Kota Bandung.

Kapten tim Akademi Persib, Gadhiza Asnanza, menyebut kemenangan ini sebagai kado perpisahan yang manis di kategori U-18. "Kami sempat kalah di awal turnamen dari Arema, namun kami membuktikan bahwa juara ditentukan oleh mereka yang terus berlari," ungkap Gadhiza.

Pelatih kepala Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, memandang turnamen ini sebagai momentum kebangkitan sepak bola wanita nasional. Ia menilai adanya liga regional dan nasional yang rutin sangat membantu pelatih dalam mengevaluasi kemampuan teknis maupun mental para pemain.

Coach Dian melihat bahwa saat ini kualitas pemain putri sudah mulai merata tanpa adanya ketimpangan yang mencolok antar tim. Menurutnya, keberadaan wadah kompetisi seperti ini adalah kunci utama agar para srikandi muda bisa bermimpi menjadi pemain profesional di masa depan.

Artikel terkait