Langkah ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, terpaksa terhenti di babak perempat final Indonesia Open 2026. Pasangan yang populer dengan sebutan Tiwi/Fadia ini gagal melaju ke fase berikutnya setelah ditaklukkan oleh pasangan asal Jepang.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat malam tanggal 5 Juni 2026, Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan duet Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, mereka akhirnya menyerah dalam pertarungan tiga gim yang cukup melelahkan.
Dominasi Tiwi/Fadia di Gim Pertama
Mengawali pertandingan dengan penuh semangat, Tiwi/Fadia langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Mereka menerapkan tempo permainan yang sangat cepat dan variasi pukulan menyilang yang menyulitkan Fukushima/Matsumoto.
Dominasi pasangan tuan rumah ini terlihat jelas saat mereka berhasil unggul jauh pada interval gim pertama dengan kedudukan 11-4. Lawan dari Jepang tampak kewalahan mengantisipasi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan wakil Indonesia tersebut.
Setelah jeda turun minum, kepercayaan diri Tiwi/Fadia semakin meningkat untuk terus memberikan tekanan kepada lawan. Penampilan mereka yang sangat efektif membuat jarak poin tetap terjaga hingga akhir set pertama.
Hasilnya, gim pembuka ini berhasil diamankan oleh Tiwi/Fadia dengan skor yang cukup meyakinkan, yakni 21-13. Kemenangan di set pertama ini sempat memberikan harapan besar bagi publik Istora untuk melihat wakil Merah Putih melaju ke semifinal.
Kebangkitan Wakil Jepang dan Hasil Akhir
Situasi pertandingan mulai berubah drastis ketika memasuki gim kedua, di mana pasangan Jepang mulai menemukan irama permainan mereka. Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto tampil jauh lebih solid dan meminimalisir kesalahan sendiri yang dilakukan sebelumnya.
Tiwi/Fadia terlihat mulai kesulitan untuk mengimbangi skema permainan yang diterapkan oleh pasangan berpengalaman asal Negeri Sakura tersebut. Akibatnya, Fukushima/Matsumoto berhasil merebut kemenangan di gim kedua dengan skor 21-12.
Kekalahan di set kedua memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan atau rubber game untuk menentukan siapa yang berhak lolos. Pada gim ketiga ini, ketenangan menjadi kunci utama bagi pasangan Jepang dalam menghadapi tekanan penonton tuan rumah.
Fukushima/Matsumoto tampil lebih dominan dan tidak membiarkan Tiwi/Fadia mengembangkan permainan seperti pada gim pertama tadi. Akhirnya, pertandingan ditutup dengan kekalahan wakil Indonesia di gim ketiga lewat skor 13-21.
Berikut adalah ringkasan skor pertandingan perempat final tersebut:| Gim | Tiwi/Fadia (Indonesia) | Fukushima/Matsumoto (Jepang) |
|---|---|---|
| Gim Pertama | 21 | 13 |
| Gim Kedua | 12 | 21 |
| Gim Ketiga | 13 | 21 |
Tabel di atas merangkum fluktuasi poin yang menunjukkan bagaimana wakil Jepang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di awal. Kekalahan ini memastikan Indonesia kehilangan satu lagi wakilnya di sektor ganda putri pada turnamen bergengsi ini.
Catatan Perjalanan Wakil Indonesia Lainnya
Selain kekalahan yang dialami oleh Tiwi/Fadia, hasil kurang beruntung juga menimpa tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Putri KW harus merelakan tiket semifinal setelah takluk di tangan pemain unggulan asal China, Chen Yu Fei.
Meski demikian, terdapat kabar baik dari sektor ganda putra melalui perjuangan pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Sabar/Reza secara dramatis berhasil meraih kemenangan yang memastikan Indonesia tetap memiliki wakil di partai final nanti.
Turnamen Indonesia Open 2026 ini memang menyuguhkan banyak drama dan kejutan bagi para pecinta bulu tangkis di tanah air. Persaingan ketat di perempat final membuktikan bahwa setiap pemain harus menjaga konsistensi hingga poin terakhir berakhir.
Evaluasi menyeluruh tentu akan dilakukan oleh tim pelatih PBSI terkait performa para pemain yang belum berhasil mencapai target. Meskipun Tiwi/Fadia harus tersingkir, perjuangan mereka di lapangan tetap mendapatkan apresiasi luar biasa dari para pendukung yang memadati Istora.
Kini harapan besar para suporter tertuju pada wakil-wakil Indonesia yang tersisa untuk bisa memberikan prestasi terbaik di rumah sendiri. Perhelatan Indonesia Open 2026 masih akan berlanjut dengan laga-laga krusial yang menentukan siapa yang akan menjadi raja dan ratu di Istora.