Gelaran bergengsi Junior International Grand Prix 2026 telah resmi berakhir dengan hasil yang membanggakan bagi tuan rumah. Atlet-atlet muda dari klub PB Jaya Raya berhasil mendominasi podium dengan mengamankan empat gelar juara sekaligus.
Pertandingan final yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan pada Minggu (12/7/2026) menjadi saksi ketangguhan para wakil tuan rumah. Dari total 14 nomor yang diperlombakan, PB Jaya Raya sukses menguasai empat kategori penting.
Kemenangan tersebut diraih oleh Alvin Jefferson Kusuma yang turun di nomor tunggal putra U-17. Selain itu, Muhammad Zilazik Artando Zakaria mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa pulang dua trofi dari nomor yang berbeda.
Zilazik berhasil naik podium tertinggi di kategori ganda putra U-17 bersama pasangannya, Arybka Okta Disabian. Keberhasilannya berlanjut saat ia berpasangan dengan Afizzah Rahmadhani di nomor ganda campuran U-17.
Melengkapi daftar juara dari PB Jaya Raya, pasangan Muhammad Vito Annafsa dan Grendly Alkatib Lumintang sukses mengunci gelar di nomor ganda putra U-19. Persaingan ketat terjadi di tabel perolehan gelar secara keseluruhan.
PB Djarum menempati posisi kedua dengan raihan tiga gelar juara, bersaing ketat dengan wakil-wakil dari Thailand yang juga mengoleksi jumlah trofi serupa. Sementara itu, tim dari Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar dari turnamen ini.
Alvin Jefferson Kusuma mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil meraih kemenangan di partai puncak. Ia merasa sangat bahagia bisa kembali naik ke podium juara setelah penantian sejak tahun 2024 silam.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelatih, orang tua, serta rekan-rekannya yang tidak henti memberikan dukungan. Menurut Alvin, semangat yang diberikan oleh orang-orang terdekat menjadi energi tambahan baginya untuk bisa memenangkan pertandingan.
Apresiasi dari Pengurus PB Jaya Raya dan PBSI
Susy Susanti, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, menyambut prestasi anak asuhnya dengan penuh sukacita. Legenda bulu tangkis Indonesia ini sangat mensyukuri predikat juara umum yang berhasil diraih kembali oleh klubnya.
Menurut Susy, kesuksesan ini merupakan buah dari kerja keras serta sinergi yang kuat antara pemain dan pelatih. Ia juga menekankan pentingnya peran pengurus klub dan dukungan penuh dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya dalam proses pembinaan atlet.
Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini menilai bahwa hasil tersebut adalah bukti konsistensi pola pembinaan yang dijalankan. Jaya Raya terbukti mampu melahirkan talenta-talenta muda yang memiliki potensi besar di masa depan.
Susy menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional ini di masa mendatang. Ia berharap kompetisi ini menjadi ajang yang tepat bagi para atlet junior untuk mengembangkan diri.
Tujuannya adalah untuk mengasah kemampuan teknis serta menambah pengalaman bertanding bagi para pebulu tangkis muda. Melalui turnamen ini, diharapkan mereka siap untuk bersaing di level nasional maupun panggung internasional yang lebih luas.
Senada dengan Susy, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, turut memberikan pujian atas dedikasi PB Jaya Raya. Ia sangat menghargai konsistensi klub dalam menyelenggarakan ajang Junior International Grand Prix secara rutin.
Ricky berpendapat bahwa turnamen berskala internasional bagi kategori junior memiliki peran yang sangat strategis. Ajang seperti ini menjadi wadah seleksi alami untuk menjaring atlet berbakat yang nantinya bisa memperkuat Pelatnas PBSI.
Ia mendorong agar kejuaraan semacam ini terus didukung secara penuh agar semakin populer di kancah global. Ricky berharap ke depannya turnamen ini bisa menarik minat lebih banyak pemain dari benua Eropa dan Amerika Serikat.
Tim pemandu bakat dari PBSI sendiri terus memantau jalannya kompetisi, terutama di sektor ganda yang dinilai memiliki banyak bibit unggul. Ricky optimis banyak pemain muda potensial dari turnamen ini yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi tulang punggung tim nasional.
Berikut adalah rangkuman lengkap hasil pertandingan final Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026:
| Kategori | Sektor | Hasil Pertandingan (Skor) |
|---|---|---|
| Pemula U-15 | Tunggal Putra | Tenka Hirashima (Jepang) vs Revie Israel Lumoindong (Indonesia): 21-18, 21-16 |
| Pemula U-15 | Tunggal Putri | Napatcha Choksakulporn (Thailand) vs Nadda Krirkkitaya (Thailand): 21-19, 21-19 |
| Pemula U-15 | Ganda Putra | Muhammad Kenzie Iddo/Leo Kenzie Putra (Indonesia) vs Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai (Thailand): 21-17, 21-16 |
| Pemula U-15 | Ganda Putri | Nadda Krirkkitaya/Shanitzada Whantongkhum (Thailand) vs Orizae Ganesha Jofi/Laura Leydisya (Indonesia): 21-6, 21-9 |
| Remaja U-17 | Tunggal Putra | Alvin Jefferson Kusuma (Indonesia) vs Taisei Kushima (Jepang): 24-22, 22-20 |
| Remaja U-17 | Tunggal Putri | Mau Masuda (Jepang) vs Kungkaek Kakanik (Thailand): 21-14, 16-21, 21-16 |
| Remaja U-17 | Ganda Putra | Arybka Okta Disabian/M. Zilazik Artando Zakaria (Indonesia) vs Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Indonesia): 21-11, 21-15 |
| Remaja U-17 | Ganda Putri | Khongkwan Roensri/Pimnapha Thanatanantaphong (Thailand) vs Aura Nadin/Afizzah Rahmadhani (Indonesia): 21-14, 21-15 |
| Remaja U-17 | Ganda Campuran | M. Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Indonesia) vs Rhama Madsuba/Willa Renasya (Indonesia): 21-17, 21-16 |
| Taruna U-19 | Tunggal Putra | Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) vs Boon Le Lim (Malaysia): 21-13, 21-9 |
| Taruna U-19 | Tunggal Putri | Ip Sum Yau (Hong Kong) vs Micah Genares Cruz (AS): 21-12, 25-23 |
| Taruna U-19 | Ganda Putra | M. Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) vs Faizal Pangestu/Anju Siahaan (Indonesia): 16-21, 21-17, 21-17 |
| Taruna U-19 | Ganda Putri | Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri (Indonesia) vs Au-Yeung Wing Chi/Chu Wing Chi (Hong Kong): 18-21, 21-18, 21-13 |
| Taruna U-19 | Ganda Campuran | Cheung Sai Shing/Chu Win Chi (Hong Kong) vs Cheng Ying Kit/Au-Yeung Wing Chi (Hong Kong): 21-14, 3-2 (ret) |
Data di atas memperlihatkan persaingan sengit yang terjadi di berbagai kategori umur, mulai dari kelas Pemula U-15 hingga Taruna U-19. Dominasi pemain Indonesia masih terlihat cukup kuat di beberapa sektor utama seperti ganda putra dan tunggal putra remaja.
Kemenangan para wakil Indonesia ini diharapkan menjadi motivasi tambahan untuk terus berprestasi di kancah internasional. Dengan berakhirnya turnamen ini, evaluasi dan pembinaan akan terus berlanjut demi menjaga regenerasi atlet bulu tangkis nasional.