Kembalinya Serena Williams ke panggung tenis dunia di ajang Wimbledon 2026 tidak berjalan mulus. Mantan petenis nomor satu dunia tersebut harus langsung angkat koper setelah menelan kekalahan di babak pertama.
Langkah Serena dihentikan oleh petenis non-unggulan asal Australia, Maya Joint. Dalam pertarungan sengit yang berlangsung selama tiga set, Serena menyerah dengan skor akhir 3-6, 6-7(8), dan 3-6.
Statistik Pertandingan yang Sengit
Pertandingan ini merupakan penampilan perdana Serena di nomor tunggal putri sejak terakhir kali berlaga di US Open 2022. Meski menunjukkan perlawanan, faktor usia dan durasi absen tampaknya memengaruhi performanya di lapangan.
Di usianya yang kini menginjak 44 tahun, Serena mencatatkan tujuh ace dan 26 winner. Namun, ia juga membuat 37 unforced error serta tujuh kali kesalahan servis atau double fault.
Berikut adalah ringkasan performa kedua atlet dalam laga pembuka tersebut:
| Kategori Statistik | Serena Williams | Maya Joint |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 3-6, 6-7(8), 3-6 | 6-3, 7-6(8), 6-3 |
| Ace | 7 | 10 |
| Winner | 26 | 40 |
| Unforced Error | 37 | 37 |
Data tersebut menunjukkan keunggulan Maya Joint dalam melakukan pukulan yang menghasilkan poin secara langsung. Meskipun jumlah kesalahan sendiri keduanya sama, agresivitas petenis muda Australia tersebut menjadi pembeda utama.
Ambisi Serena dan Kejutan Maya Joint
Walaupun gagal melangkah lebih jauh di Wimbledon, Serena Williams menegaskan bahwa perjalanan comeback-nya belum berakhir. Ia berencana untuk terus meningkatkan intensitas latihan demi menyambut turnamen Grand Slam berikutnya.
Target utama legenda tenis ini adalah tampil maksimal di US Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang. Ia tetap optimis untuk kembali bersaing di level tertinggi meski tidak lagi muda.
Di sisi lain, Maya Joint yang baru berusia 20 tahun mengaku sangat emosional bisa mengalahkan idolanya. Kemenangan ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi atlet muda berbakat tersebut.
Ia mengungkapkan sempat mengalami kesulitan tidur karena gugup memikirkan aura besar yang dimiliki Serena sebagai seorang legenda tenis. Setelah melewati rintangan besar ini, Maya Joint bersiap menghadapi tantangan selanjutnya melawan unggulan ke-29 asal Filipina, Alexandra Eala.