Kanada harus mengubur impian mereka di Piala Dunia 2026 setelah dipaksa menyerah oleh Maroko pada babak 16 besar. Meski tampil dominan di sepanjang pertandingan, Kanada justru hancur akibat efektivitas serangan balik lawan yang mematikan.
Pertandingan yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, pada Minggu dini hari WIB ini memperlihatkan drama yang cukup kontras. Kanada sebenarnya mampu mengimbangi permainan Maroko dengan skor kacamata pada babak pertama.
Dominasi Kanada yang Berakhir Pahit
Hasil akhir menunjukkan skor 0-3 untuk kemenangan Maroko, di mana Azzedine Ounahi menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol. Kekalahan telak ini memaksa Kanada tersingkir dan hanya bisa menjadi penonton di sisa turnamen paling bergengsi tersebut.
Maroko membuka keunggulan melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sangat cerdas. Achraf Hakimi mengirimkan umpan mendatar yang langsung disambar oleh Ounahi dari luar kotak penalti hingga menggetarkan jala Kanada.
Setelah tertinggal satu gol, Kanada berupaya meningkatkan intensitas serangan demi menyamakan kedudukan. Namun, strategi menyerang total ini justru menjadi bumerang yang membuat pertahanan mereka terbuka lebar.
Maroko memanfaatkan celah tersebut dengan sangat baik melalui serangan balik cepat yang membuahkan dua gol tambahan. Gol-gol yang dicetak oleh Ounahi dan Soufiane Rahimi tersebut mengunci kemenangan mutlak bagi tim berjuluk The Atlas Lions.
Kekecewaan dan Kebanggaan Stephen Eustaquio
Kapten tim nasional Kanada, Stephen Eustaquio, memberikan pandangannya terkait kegagalan timnya melaju ke babak perempat final. Mengutip informasi dari laman resmi FIFA, ia merasa bahwa perjalanan Kanada di turnamen ini sebenarnya sangat mengesankan.
Eustaquio mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa rekan setimnya meski hasil akhir tidak sesuai harapan:
- Tim telah menjalani turnamen yang luar biasa hingga paruh pertama pertandingan 16 besar.
- Seluruh masyarakat Kanada patut merasa bangga dengan perjuangan para pemain di lapangan.
- Kanada merasa memiliki peluang besar untuk memenangkan laga, terutama melihat dominasi di babak pertama.
- Peluang dari bola mati sebenarnya sudah tepat sasaran, namun gagal membuahkan hasil manis.
Ia menekankan bahwa momen kebobolan dari situasi bola mati menjadi titik balik yang merugikan timnya. Saat mencoba mengejar ketertinggalan, Kanada justru sangat rentan terkena serangan balik saat terjadi transisi permainan.
Data Klasemen Grup dan Jadwal Pertandingan
Kemenangan Maroko atas Kanada memastikan satu tiket bagi mereka untuk menantang Prancis di babak perempat final mendatang. Berikut adalah rincian jadwal pertandingan di babak sistem gugur yang akan segera berlangsung.
Informasi jadwal babak 16 besar dan perempat final Piala Dunia 2026:
| Fase | Pertandingan | Jadwal (WIB) |
|---|---|---|
| Round of 16 | Brasil vs Norwegia | 06 Juli - 03:00 |
| Round of 16 | Meksiko vs Inggris | 06 Juli - 07:00 |
| Round of 16 | Portugal vs Spanyol | 07 Juli - 02:00 |
| Round of 16 | Amerika Serikat vs Belgia | 07 Juli - 07:00 |
| Round of 16 | Argentina vs Mesir | 07 Juli - 23:00 |
| Round of 16 | Swiss vs Kolombia | 08 Juli - 03:00 |
| Quarter Final | Prancis vs Maroko | 10 Juli - 03:00 |
Jadwal di atas merangkum sisa laga babak 16 besar hingga pertemuan pertama di perempat final. Maroko akan menghadapi tantangan berat melawan Prancis setelah berhasil menyingkirkan Kanada.
Rekapitulasi posisi akhir Kanada dan Maroko di fase grup sebelum memasuki 16 besar:
| Grup | Posisi | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|
| Grup B | 2 | Kanada | 4 | +5 |
| Grup C | 2 | Maroko | 7 | +3 |
Data tersebut menunjukkan bahwa kedua tim melaju sebagai runner-up di grup masing-masing. Kanada sebelumnya bersaing ketat di Grup B bersama Swiss, sementara Maroko tampil solid di Grup C di bawah Brasil.
Meski Kanada memiliki produktivitas gol yang cukup baik selama fase grup, mereka gagal mengonversinya menjadi kemenangan di babak gugur. Keberhasilan Maroko melaju ke delapan besar membuktikan bahwa efektivitas strategi jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan bola.