Timnas Swiss resmi memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Nati tersebut menumbangkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Pertandingan babak 32 besar ini menjadi panggung bagi Breel Embolo dan Dan Ndoye yang masing-masing menyumbangkan satu gol. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Swiss untuk menghadapi pemenang antara duel Kolombia kontra Ghana di fase berikutnya.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Laga yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada ini dibuka dengan tensi yang cukup tinggi. Meski Aljazair tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan bermain agresif, Swiss justru tampil lebih efektif di awal laga.
Baru berjalan 10 menit, Swiss sudah berhasil memecah kebuntuan lewat aksi Breel Embolo. Penyerang andalan Swiss tersebut sukses memanfaatkan umpan matang dari Manzambi untuk menggetarkan jala gawang lawan.
Tertinggal satu gol membuat Aljazair langsung meningkatkan intensitas serangan mereka guna mencari gol penyeimbang. Salah satu peluang emas lahir dari kaki Houssem Aouar di menit ke-14, namun Gregor Kobel tampil sigap mengamankan bola.
Setelah melewati menit ke-20, ritme pertandingan mulai melambat dan bola lebih banyak tertahan di lini tengah. Kedua kesebelasan tampak kesulitan membongkar pertahanan lawan masing-masing sehingga minim peluang berbahaya yang tercipta.
Swiss hampir saja menggandakan keunggulan melalui upaya Denis Zakaria pada menit ke-37. Memaksimalkan umpan silang Ruben Vargas, sepakan Zakaria sayangnya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Menjelang turun minum, Aljazair kembali memberikan tekanan lewat tembakan Fares Chaibi yang lagi-lagi dimentahkan Kobel. Peluang jarak dekat dari Ibrahim Maza juga gagal berbuah gol karena bola melenceng, sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Dominasi Swiss di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, baik Murat Yakin maupun Vladimir Petkovic memilih untuk tidak melakukan perubahan komposisi pemain. Namun, Swiss langsung menyengat sesaat setelah peluit babak kedua dibunyikan.
Gol kedua Swiss tercipta melalui kaki Dan Ndoye yang berhasil memotong sapuan kurang sempurna dari pemain bertahan Aljazair. Ndoye yang mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti langsung melepaskan tendangan yang mengubah skor menjadi 2-0.
Meski dalam posisi tertinggal dua angka, Aljazair tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dan terus mencoba membangun serangan. Namun, Swiss bermain sangat disiplin dan mampu mengendalikan tempo permainan agar tetap dalam kendali mereka.
Permainan yang solid dari kedua lini pertahanan membuat peluang bersih sangat sulit didapatkan hingga laga memasuki 15 menit terakhir. Kondisi ini memaksa para pemain dari kedua kubu melakukan spekulasi melalui tembakan jarak jauh.
Fabian Rieder sempat nyaris memperlebar keunggulan Swiss pada menit ke-81 melalui serangan dari sisi kiri. Sial bagi Swiss, sepakannya masih melebar tipis dari sisi gawang dan gagal menambah keunggulan mereka.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan wasit, Aljazair gagal mencetak gol pengecil kedudukan. Swiss mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 dan berhak melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Daftar pemain yang diturunkan oleh kedua pelatih sejak awal laga:- Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Granit Xhaka, Remo Freuler; Ruben Vargas, Johan Manzambi, Dan Ndoye; Breel Embolo.
- Aljazair (4-2-3-1): Zidane; Ait-Nouri, Ramy Bensebaini, Aissa Mandi, Belghali; Nabil Bentaleb, Houssem Aouar; Fares Chaibi, Ramiz Zerrouki, Riyad Mahrez; Ibrahim Maza.
Swiss tampil sangat klinis di bawah asuhan Murat Yakin, sementara Vladimir Petkovic harus merelakan langkah Aljazair terhenti di babak 32 besar ini.
Rangkuman data statistik pertandingan antara Swiss melawan Aljazair:| Aspek Pertandingan | Swiss | Aljazair |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 2 | 0 |
| Total Tembakan | 9 | 8 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 | 2 |
| Penguasaan Bola | 45% | 55% |
| Pelanggaran | 10 | 12 |
| Offside | 0 | 2 |
Data statistik menunjukkan bahwa meskipun Aljazair unggul dalam penguasaan bola, Swiss jauh lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Efektivitas di depan gawang menjadi kunci utama keberhasilan Nati melaju ke fase gugur selanjutnya.