Keputusan tersebut diambil setelah Presiden menyimak paparan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Jawa Barat. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas masalah pendanaan yang selama ini sering terputus di setiap awal tahun anggaran.
Dukungan untuk Prestasi Berkelanjutan
National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menyambut hangat komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem pendanaan olahraga nasional tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyebutkan bahwa dukungan ini merupakan kabar baik bagi masa depan atlet tanah air.
Rima menjelaskan bahwa kunci utama dalam pembinaan jangka panjang adalah pelaksanaan Pelatnas yang dilakukan secara konsisten dan tanpa jeda. Selama ini, skema anggaran tunggal atau single year sering kali membuat latihan terhenti di bulan Desember karena harus menunggu pencairan dana tahun berikutnya.
Dampak positif dari penerapan anggaran tahun jamak bagi atlet dan pelatih:
- Menjamin ketersediaan dana latihan sepanjang tahun tanpa adanya periode kekosongan anggaran.
- Memudahkan tim pelatih dalam menyusun program latihan jangka panjang secara lebih terukur.
- Menjaga kondisi fisik dan performa atlet agar tetap berada di level tertinggi tanpa gangguan teknis.
- Memberikan kepastian kesejahteraan dan fasilitas bagi seluruh personel yang terlibat di Pelatnas.
Melalui kepastian pendanaan ini, tim pelatih dapat merancang peta jalan prestasi yang lebih solid bagi setiap atlet. Tanpa adanya jeda latihan, risiko penurunan performa akibat masa vakum anggaran dapat ditekan seminimal mungkin.
Harapan Regulasi Melalui Peraturan Presiden
NPC Indonesia berharap komitmen Presiden Prabowo ini segera diperkuat melalui payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres). Kehadiran aturan formal tersebut dinilai sangat krusial untuk melengkapi regulasi yang sudah ada sebelumnya.
Nantinya, Perpres mengenai tata kelola anggaran multiyears ini akan bersinergi dengan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Kolaborasi kedua regulasi ini diyakini mampu mengakselerasi target Indonesia menembus posisi lima besar pada ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2045.
Target strategis yang ingin dicapai melalui penguatan regulasi anggaran:
| Aspek Target | Tujuan Utama |
|---|---|
| Kelangsungan Latihan | Menghilangkan jeda waktu latihan di masa transisi pergantian tahun. |
| Stabilitas Program | Sinkronisasi antara program latihan atlet dengan jadwal kompetisi internasional. |
| Target Prestasi | Mencapai posisi lima besar dunia pada Olimpiade dan Paralimpiade 2045. |
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa kepastian hukum sangat dibutuhkan agar visi besar DBON dapat terlaksana secara efektif di lapangan. Dengan anggaran yang fleksibel dan berkelanjutan, ambisi Indonesia di kancah internasional menjadi lebih realistis untuk diwujudkan.
Optimisme Tim Pelatih untuk Paralimpiade 2028
Koordinator pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, turut memberikan respons positif terkait rencana perubahan sistem pendanaan ini. Ia menilai kebijakan tersebut akan sangat menguntungkan tim pelatih dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai turnamen bergengsi.
Persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 kini menjadi salah satu prioritas utama yang sedang disusun oleh tim kepelatihan. Para atletik sendiri merupakan salah satu cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional yang rutin menyumbangkan medali.
Purwo menegaskan bahwa ketiadaan jeda latihan akan memaksimalkan persiapan atlet dalam mengikuti seluruh rangkaian kualifikasi dan kompetisi utama. Semangat para atlet kini semakin meningkat seiring dengan adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat untuk terus mengukir prestasi bagi Indonesia.