Kemenangan Amerika Serikat atas Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyisakan perdebatan panas. Fokus utama tertuju pada kartu merah yang diterima penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Keputusan wasit tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk legenda sepak bola AS, Alexi Lalas. Ia bahkan menyeret nama Lionel Messi untuk menunjukkan adanya ketidakadilan dalam penggunaan VAR.
Insiden Kartu Merah Balogun yang Memicu Debat
Folarin Balogun terpaksa keluar lapangan lebih awal setelah terlibat duel sengit dengan bek lawan, Tarik Muharemovic. Melalui tinjauan VAR, wasit menganggap Balogun melakukan pelanggaran serius karena kakinya mengenai pergelangan kaki Muharemovic.
Banyak pihak menilai hukuman tersebut terlalu berat karena insiden terjadi secara spontan dalam perebutan bola. Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, juga secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan sang pengadil.
Pernyataan resmi Mauricio Pochettino terkait insiden tersebut:
"Itu aksi normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja. Tidak ada niat, jadi bagi saya itu tidak pernah layak kartu merah."
Pochettino menegaskan bahwa Balogun sama sekali tidak memiliki niat untuk mencederai lawan. Baginya, benturan semacam itu adalah bagian dari dinamika permainan yang seharusnya tidak berakhir dengan kartu merah.
Sindiran Alexi Lalas Terkait Standar Ganda VAR
Alexi Lalas tidak tinggal diam melihat pemainnya dijatuhi hukuman berat sementara pemain bintang lain seolah mendapatkan perlakuan berbeda. Ia mengunggah potongan video insiden yang melibatkan Lionel Messi pada laga Argentina melawan Aljazair.
Dalam tayangan tersebut, Messi tampak melakukan pelanggaran serupa terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi. Namun, mega bintang dunia tersebut tidak menerima hukuman kartu apa pun dari wasit yang bertugas.
Ringkasan poin kritik yang disampaikan Alexi Lalas:
- Ketidakkonsistenan penggunaan VAR dalam memberikan hukuman bagi pemain yang melakukan pelanggaran serupa.
- Kurangnya pemahaman wasit terhadap konteks fisik dan dinamika perebutan bola di lapangan.
- Tayangan ulang video sering kali membuat insiden terlihat lebih parah daripada kenyataan yang sebenarnya.
- Perlakuan yang dianggap berbeda terhadap pemain bintang tertentu dibandingkan pemain lainnya.
Lalas memberikan sindiran melalui keterangan singkat "'Sup" di akun media sosialnya. Ia merasa wasit terlalu terpaku pada visual lambat yang sering kali mendistorsi kenyataan di lapangan.
Tanggapan Publik dan Inkonsistensi Turnamen
Lalas menegaskan bahwa meski secara visual terlihat buruk, wasit harus memiliki rasa (feel) terhadap jalannya pertandingan. Keputusan mengusir Balogun dianggapnya sebagai sebuah kekeliruan besar yang merugikan tim.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi terkait efektivitas VAR sepanjang Piala Dunia 2026. Publik mulai mempertanyakan apakah aturan diterapkan secara setara untuk semua tim dan pemain.
Data pertandingan kontroversial di Piala Dunia 2026:
| Pertandingan | Kejadian | Keputusan Wasit |
|---|---|---|
| AS vs Bosnia | Pelanggaran Balogun | Kartu Merah (VAR) |
| Argentina vs Aljazair | Pelanggaran Messi | Tanpa Kartu |
| Prancis vs Paraguay | 30 Pelanggaran | Tanpa Kartu Kuning |
Tabel di atas merujuk pada beberapa insiden yang dianggap janggal selama turnamen berlangsung. Munculnya berbagai aroma janggal ini dikhawatirkan dapat mencoreng sportivitas di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.