Bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, harus menelan pil pahit meski timnya berhasil meraih kemenangan. Penyerang andalan Real Madrid tersebut gagal mengeksekusi penalti dalam laga krusial menghadapi Maroko.
Meskipun gagal dari titik putih, Mbappe tetap berperan besar dengan mencetak satu gol yang membawa Prancis menang 2-0. Pertandingan perempatfinal Piala Dunia 2026 ini berlangsung sengit di Foxborough pada Jumat, 10 Juli 2026 dinihari WIB.
Kylian Mbappe mengungkapkan bahwa kegagalannya mengeksekusi penalti di babak pertama dipicu oleh hilangnya fokus. Ia merasa terganggu oleh keraguan dan ketidakpastian wasit Facundo Tello dalam mengambil keputusan.
Awalnya, wasit asal Argentina tersebut langsung menunjuk titik putih setelah Mbappe dijatuhkan oleh Noussair Mazraoui. Namun, situasi menjadi rumit ketika Video Assistant Referee (VAR) mulai melakukan peninjauan dalam waktu yang cukup lama.
Kronologi Kebingungan Wasit di Lapangan
Mbappe menceritakan bahwa peninjauan VAR yang memakan waktu lama benar-benar merusak ritme permainannya. Ketidakpastian tersebut membuatnya tidak bisa menendang bola dengan kualitas terbaiknya saat kesempatan itu tiba.
Situasi semakin membingungkan ketika wasit sempat mengonfirmasi bahwa penalti tetap diberikan setelah pengecekan selesai. Mbappe bahkan sempat bertanya langsung kepada wasit untuk memastikan status penalti tersebut sebelum mengambil bola.
Setelah mendapatkan lampu hijau, Mbappe berkoordinasi dengan rekan setimnya, Ousmane Dembele, untuk bersiap melakukan eksekusi. Namun, saat Mbappe sudah dalam posisi siap menendang, wasit justru kembali menghampirinya.
Wasit Tello secara mengejutkan memberi tahu Mbappe bahwa ada kemungkinan penalti tersebut dibatalkan. Hal ini terjadi karena ada insiden lain yang terjadi dua menit sebelumnya yang perlu diperiksa ulang melalui layar monitor.
Berikut adalah ringkasan insiden penalti Mbappe yang memicu kebingungan :
- Pelanggaran Awal: Noussair Mazraoui menjatuhkan Kylian Mbappe di area terlarang yang langsung direspon wasit dengan tiupan peluit penalti.
- Intervensi VAR: Petugas VAR meminta wasit untuk meninjau ulang kejadian karena adanya potensi pelanggaran lain di waktu yang berdekatan.
- Komunikasi Tidak Jelas: Wasit sempat mengizinkan penalti dilanjutkan sebelum akhirnya meminta Mbappe menunggu kembali di saat pemain sudah fokus penuh.
- Kegagalan Eksekusi: Setelah drama beberapa menit, Mbappe melepaskan tendangan yang akhirnya mampu dimentahkan oleh kiper Maroko, Bono.
Rangkaian kejadian yang tidak menentu ini diakui Mbappe sebagai pengalaman baru yang belum pernah ia temui sebelumnya. Ia merasa skenario seperti ini sangat sulit dihadapi oleh pemain manapun yang butuh konsentrasi tinggi.
Adaptasi dengan Teknologi Sepak Bola Modern
Kepada media RMC Sport, Mbappe mengaku belum pernah mengalami perubahan keputusan yang dilakukan berulang kali dalam satu momen. Ia sudah terbiasa dengan berbagai tekanan penalti, namun tidak untuk drama VAR yang berlarut-larut.
Ia menyadari bahwa inilah realitas dari sepak bola modern yang sangat bergantung pada teknologi bantuan wasit. Menurutnya, pemain masa kini tidak punya pilihan lain selain beradaptasi dengan sistem yang terkadang memakan waktu lama tersebut.
Mbappe menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan yang terlalu lama bisa berdampak langsung pada mental pemain di lapangan. Meski demikian, ia tetap berupaya profesional dan menerima bahwa hal tersebut adalah bagian dari permainan saat ini.
Beruntung bagi Prancis, kegagalan penalti tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan yang membawa mereka ke semifinal. Kemenangan atas Maroko membuktikan bahwa Les Bleus tetap memiliki mentalitas yang kokoh meski digempur tekanan.
Jadwal pertandingan babak perempatfinal Piala Dunia 2026 lainnya dapat dilihat di bawah ini :
| Pertandingan | Jadwal Kick-off (WIB) |
|---|---|
| Spanyol vs Belgia | 11 Juli - 02:00 |
| Norwegia vs Inggris | 12 Juli - 04:00 |
| Argentina vs Swiss | 12 Juli - 08:00 |
Tabel di atas menunjukkan persaingan ketat yang tersisa di babak delapan besar setelah Prancis memastikan diri lolos. Beberapa tim besar seperti Spanyol, Inggris, dan Argentina masih harus berjuang untuk menyusul langkah Mbappe dan kawan-kawan.
Persaingan Ketat di Klasemen Grup
Kemenangan Prancis di fase gugur ini tidak lepas dari performa apik mereka sejak babak penyisihan grup. Tim asuhan Didier Deschamps tersebut tampil dominan sejak awal turnamen untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Simak posisi akhir beberapa grup utama sebelum memasuki fase perempatfinal :
| Grup | Juara Grup | Runner-up |
|---|---|---|
| Grup I | Prancis (9 Poin) | Norwegia (6 Poin) |
| Group J | Argentina (9 Poin) | Austria (4 Poin) |
| Group L | Inggris (7 Poin) | Kroasia (6 Poin) |
| Group C | Brasil (7 Poin) | Maroko (7 Poin) |
Data di atas merangkum hasil akhir fase grup yang mempertemukan Prancis dengan Maroko di babak delapan besar. Terlihat bahwa Maroko merupakan lawan yang tangguh karena mengoleksi poin yang sama dengan Brasil di grup mereka.
Meskipun Mbappe sempat mengalami insiden horor dengan kegagalan penaltinya, Prancis tetap menjadi kandidat kuat juara. Fokus tim kini beralih sepenuhnya untuk menghadapi pertandingan semifinal yang diprediksi akan jauh lebih berat.
Kegagalan penalti Mbappe menjadi pelajaran penting bagi timnas Prancis dalam menghadapi ketidakpastian teknologi VAR ke depan. Adaptasi mental pemain terhadap keputusan wasit akan menjadi kunci utama dalam memenangkan trofi juara dunia 2026.