Kisah perjalanan karier Ester Nurumi Tri Wardoyo selalu menarik untuk diikuti oleh para pecinta bulu tangkis tanah air. Belakangan ini, ia menjadi sorotan setelah memutuskan untuk meninggalkan sektor tunggal putri dan berpindah ke ganda putri.
Keputusan besar ini tentu mengejutkan banyak pihak mengingat potensi besar yang dimiliki Ester di nomor tunggal. Selama ini, adik kandung dari Chico Aura Dwi Wardoyo tersebut dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia.
Prestasi Gemilang di Sektor Tunggal Putri
Ester Nurumi bukanlah pemain sembarangan saat masih aktif bertanding di kategori tunggal putri. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, ia sudah berhasil mengoleksi berbagai medali bergengsi yang membanggakan nama bangsa.
Salah satu pencapaian yang mencuri perhatian adalah saat dirinya sukses meraih medali perunggu pada ajang World Junior Championships tahun 2022. Selain prestasi individu, Ester juga memiliki peran krusial dalam memperkuat tim nasional bulu tangkis Indonesia di berbagai ajang beregu internasional.
Daftar pencapaian prestisius Ester Nurumi di kancah internasional:
- Meraih medali perunggu di ajang World Junior Championships tahun 2022.
- Menjadi bagian penting dari tim Indonesia yang sukses menyabet medali perak pada ajang Piala Uber 2024.
- Membantu tim Merah Putih dalam mendapatkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Sudirman tahun 2025.
Berbagai torehan prestasi ini menunjukkan bahwa Ester sebenarnya memiliki masa depan yang sangat cerah sebagai tunggal putri utama. Namun, perjalanan kariernya menemui tantangan berat yang memaksa adanya perubahan strategi dari pihak pelatih dan federasi.
Cedera Serius yang Menghambat Performa
Laju karier Ester yang sedang menanjak terpaksa harus terhambat oleh cedera fisik yang cukup parah. Kejadian nahas tersebut dialaminya saat sedang menjalani sesi latihan rutin di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Pada bulan September 2025, Ester didiagnosis menderita keretakan pada bagian pangkal tulang kering kaki sebelah kanan. Akibat kondisi tersebut, ia harus menepi dari lapangan hijau untuk menjalani proses pemulihan dalam waktu yang cukup lama.
Estimasi waktu pemulihan dan periode kembalinya Ester ke lapangan:
| Fase Pemulihan | Keterangan Waktu |
|---|---|
| Masa Istirahat Total | 3 hingga 6 Bulan |
| Kembali Berlatih Ringan | Februari 2026 |
| Kembali Bertanding | April 2026 |
Tabel di atas menunjukkan betapa panjangnya proses rehabilitasi yang harus dilalui oleh Ester untuk bisa kembali bugar. Cedera tulang kering tersebut memang membutuhkan penanganan serius agar tidak berdampak permanen pada kelincahannya di lapangan.
Keputusan Strategis Pindah ke Ganda Putri
Setelah dinyatakan sembuh dan kembali ke turnamen kompetitif pada awal tahun 2026, performa Ester terlihat belum kembali ke level puncaknya. Ia tampak kesulitan untuk mengeluarkan potensi maksimalnya seperti sebelum mengalami cedera parah tersebut.
Melihat situasi ini, PBSI mengambil langkah berani dengan mencoba merombak posisi bermain Ester. Otoritas tertinggi bulu tangkis Indonesia tersebut memutuskan untuk menjajal kemampuan Ester di sektor ganda putri guna melihat peluang baru.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyelamatkan karier sang atlet sekaligus memperkuat komposisi pemain di sektor ganda. Dalam rotasi terbaru yang dilakukan PBSI, Ester Nurumi Tri Wardoyo dijadwalkan akan memulai duet barunya bersama Lanny Tria Mayasari.
Perubahan haluan ini diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Ester untuk kembali bersinar di panggung dunia. Meski harus beradaptasi dengan pola permainan yang berbeda, pengalaman dan ketenangan Ester di lapangan tetap menjadi modal utama yang berharga.
Transisi dari pemain tunggal menjadi pemain ganda memang bukan perkara mudah bagi seorang atlet profesional. Namun, dengan dukungan penuh dari tim pelatih dan kerja keras, Ester diprediksi mampu memberikan warna baru bagi sektor ganda putri Indonesia di masa depan.