Manchester United dikabarkan telah membatalkan rencana mereka untuk memboyong gelandang Atalanta, Ederson, pada bursa transfer mendatang. Sebagai gantinya, klub raksasa Inggris tersebut dilaporkan mulai mengalihkan fokus mereka kepada pemain tengah milik AS Roma, Manu Kone.
Kabar batalnya kesepakatan ini cukup mengejutkan mengingat pembicaraan antara MU dan Atalanta sebelumnya sudah mencapai tahap yang sangat lanjut. Media di Italia menyebutkan bahwa Setan Merah diduga menggunakan hasil tes medis sebagai alasan utama untuk mundur dari perburuan pemain asal Brasil tersebut.
Kegagalan Transfer Ederson dan Alasannya
Laporan yang beredar pada Jumat lalu mengungkapkan bahwa manajemen Manchester United telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pihak Atalanta. Mereka menegaskan tidak akan melanjutkan proses transfer Ederson meskipun kesepakatan awal sebenarnya sudah tercapai sejak 2 Juni lalu.
Dalam poin-poin perjanjian sebelumnya, Manchester United dikabarkan telah menyetujui nilai transfer sebesar 40,5 juta euro sebagai biaya tetap. Jumlah tersebut masih ditambah dengan klausul bonus senilai 4,5 juta euro yang bergantung pada performa sang pemain di lapangan nantinya.
Rincian biaya transfer yang sempat disepakati oleh Manchester United dan Atalanta:
- Biaya transfer tetap sebesar 40,5 juta euro.
- Bonus tambahan berbasis performa senilai 4,5 juta euro.
- Total nilai investasi mencapai 45 juta euro.
- Kontrak jangka panjang bagi sang pemain di Old Trafford.
Awalnya, kedua klub sepakat untuk menunda pemeriksaan medis secara menyeluruh hingga Ederson menyelesaikan tugasnya membela Timnas Brasil di ajang Piala Dunia 2026. Ederson sendiri hanya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan tahap awal saat ia berada di Amerika Serikat.
Namun seiring waktu, Manchester United mulai menunjukkan keraguan dan meminta evaluasi medis yang jauh lebih mendalam. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ketat selama 48 jam, barulah MU memberikan informasi bahwa mereka membatalkan niat untuk merekrut gelandang berusia 25 tahun itu.
Pihak Atalanta sendiri merasa heran dengan keputusan tersebut dan meyakini bahwa kondisi fisik Ederson sebenarnya tidak memiliki masalah serius. Klub asal Bergamo ini mencurigai ada faktor lain di balik pembatalan tiba-tiba yang dilakukan oleh tim asuhan Michael Carrick tersebut.
Manu Kone Menjadi Target Utama Berikutnya
Munculnya spekulasi mengenai ketertarikan MU terhadap Manu Kone dinilai oleh media Italia sebagai alasan yang lebih masuk akal di balik batalnya transfer Ederson. Atalanta menganggap bukan sebuah kebetulan jika MU mundur tepat saat nama Kone mulai santer dikaitkan dengan mereka.
Ederson dan Manu Kone diketahui memiliki karakteristik permainan yang serupa sebagai mesin di lini tengah. Mengingat harga keduanya yang cukup tinggi, merekrut kedua pemain secara bersamaan dianggap sebagai langkah yang terlalu boros bagi anggaran belanja Manchester United.
Perbandingan situasi kedua pemain di pasar transfer saat ini:
| Aspek Perbandingan | Ederson (Atalanta) | Manu Kone (AS Roma) |
|---|---|---|
| Status Transfer | Dibatalkan oleh MU | Target Utama Baru |
| Performa Internasional | Skuad Timnas Brasil | Bintang Timnas Prancis |
| Alasan Ketertarikan | Stamina dan Intersep | Kreativitas dan Kontrol Bola |
| Estimasi Total Biaya | 45 Juta Euro | Sekitar 50-55 Juta Euro |
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Manchester United lebih memilih untuk mengalihkan dana mereka guna mendapatkan Manu Kone yang tampil impresif. Penampilan gemilang Kone bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 menjadi faktor penentu yang mendongkrak nilai pasarnya secara signifikan.
Kone berhasil mencuri perhatian dunia setelah ia mampu menggeser posisi pemain mapan seperti Aurelien Tchouameni di susunan pemain utama Les Bleus. Hal inilah yang membuat MU yakin bahwa Kone adalah kepingan puzzle yang lebih tepat untuk memperkuat lini tengah mereka musim depan.
Dengan berakhirnya harapan Ederson berseragam Setan Merah, kini publik menunggu langkah konkret MU untuk mengajukan tawaran resmi kepada AS Roma. Keputusan ini diambil demi memastikan komposisi pemain tengah MU tetap kompetitif di tengah persaingan ketat Liga Inggris dan kompetisi Eropa.
Meskipun Liverpool juga sempat memantau situasi Ederson karena kualitasnya yang sudah teruji di Liga Europa, Manchester United tampaknya sudah menutup pintu rapat-rapat. Fokus manajemen kini sepenuhnya tertuju pada upaya mengamankan tanda tangan Manu Kone secepat mungkin sebelum klub besar lain ikut memburu jasanya.