Manchester United dikabarkan telah mengambil keputusan besar terkait masa depan gelandang mereka, Manuel Ugarte. Klub berjuluk Setan Merah tersebut dilaporkan siap melepas pemain asal Uruguay itu pada bursa transfer musim panas mendatang.
Keputusan ini tetap akan diambil meskipun Manchester United berpotensi mengalami kerugian finansial dari nilai penjualannya nanti. Langkah ini menjadi sorotan mengingat Ugarte belum lama berseragam merah di Old Trafford.
Pemain tengah tangguh ini pertama kali menginjakkan kaki di Manchester United pada tahun 2024 silam. Saat itu, pihak manajemen menebusnya dengan mahar awal sebesar 42,3 juta paun dari klub sebelumnya.
Angka kesepakatan tersebut sebenarnya berpeluang membengkak hingga menyentuh 50,75 juta paun. Hal ini dikarenakan adanya berbagai variabel bonus dan klausul tambahan yang disepakati dalam kontrak transfer sang pemain.
Performa Manuel Ugarte yang Belum Maksimal
Sayangnya, karier Manuel Ugarte di kancah Liga Inggris tidak berjalan semulus yang dibayangkan banyak pihak. Selama dua musim terakhir, performanya dianggap kurang memberikan dampak signifikan bagi lini tengah tim.
Catatan menit bermainnya juga tergolong minim untuk pemain dengan nilai transfer sebesar itu. Pada musim lalu, Ugarte tercatat hanya dipercaya turun sebagai pemain inti dalam 10 pertandingan saja.
Kondisi ini membuat manajemen harus memutar otak agar tetap mematuhi aturan keuangan liga yang ketat. Berdasarkan regulasi Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League, ada angka minimal yang harus dikejar MU.
Pihak klub setidaknya perlu mengantongi dana sebesar 25,38 juta paun dari penjualan Ugarte. Target nominal ini dipasang agar klub tidak mencatatkan kerugian langsung dalam pembukuan mereka musim ini.
Detail perhitungan nilai buku pemain biasanya didasarkan pada aspek-aspek berikut:
- Durasi sisa kontrak pemain yang bersangkutan.
- Besaran amortisasi tahunan sejak awal pembelian.
- Status pemain dalam neraca keuangan klub secara keseluruhan.
Penghitungan nilai dalam pembukuan klub memang sangat bergantung pada panjang kontrak sang pemain. Sebagai informasi, kontrak kerja Manuel Ugarte bersama Manchester United sendiri sebenarnya masih berlaku hingga tahun 2029.
Strategi Penyeimbang Finansial Manchester United
Walaupun ada risiko kerugian, Manchester United merasa cukup percaya diri untuk bisa menjustifikasi langkah transfer ini. Mereka merasa posisi keuangan klub masih dalam jalur yang aman untuk melakukan manuver tersebut.
Salah satu alasannya adalah keberhasilan klub meraup dana besar dari penjualan pemain lain sebelumnya. Tahun lalu, MU sukses mengantongi pemasukan sekitar 40 juta paun dari transfer bintang muda, Alejandro Garnacho.
Pemasukan dari sektor lain juga turut membantu menyeimbangkan neraca pengeluaran klub. Penjualan pemain yang berasal dari akademi sendiri menjadi kunci penting dalam mematuhi aturan PSR Liga Inggris.
Dalam sistem regulasi tersebut, setiap keuntungan yang didapat dari penjualan pemain lulusan akademi akan dihitung sebagai laba bersih. Hal ini memberikan ruang gerak lebih luas bagi tim dalam berbelanja pemain baru.
Beberapa faktor yang membantu memperkuat kondisi finansial Manchester United saat ini adalah:
- Pemasukan penuh dari hasil transfer pemain jebolan akademi klub.
- Keuntungan dari klausul penjualan kembali pemain yang dilepas sebelumnya.
- Pengurangan beban gaji pemain yang cukup signifikan per pekannya.
Klub juga baru saja mendapatkan suntikan dana tambahan sebesar 5 juta paun dari kepindahan Alvaro Carreras ke Real Madrid. Dana segar ini diperoleh melalui klausul bagi hasil penjualan yang sebelumnya disisipkan MU saat melepasnya ke Benfica.
Upaya Pengurangan Beban Gaji Pemain
Langkah pembersihan skuad juga memberikan dampak positif pada struktur penggajian di internal tim. Manchester United dilaporkan telah berhasil memangkas pengeluaran gaji lebih dari 600 ribu paun per minggu.
Penghematan besar ini terjadi setelah beberapa nama besar tidak lagi berada dalam daftar pemain. Nama-nama seperti Casemiro, Jadon Sancho, hingga Tyrell Malacia sudah resmi dilepas oleh manajemen klub.
Jika nantinya Marcus Rashford juga ikut dijual, maka margin penghematan klub akan semakin melebar. Klub diperkirakan bisa menghemat pengeluaran gaji tambahan sekitar 325 ribu paun setiap pekannya.
Namun, upaya untuk melepas Manuel Ugarte dari skuad bukannya tanpa hambatan yang berarti. Berdasarkan keterangan sumber internal, gaji Ugarte menjadi ganjalan utama bagi klub-klub yang berminat meminangnya.
Rincian gaji dan status transfer Ugarte dapat dilihat dalam tabel berikut:
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Gaji Mingguan | 120.000 Paun |
| Durasi Kontrak | Hingga 2029 |
| Status Agen | Gestifute (Jorge Mendes) |
| Potensi Harga Jual | Minimal 25,38 Juta Paun |
Tabel di atas menunjukkan beban finansial yang harus ditanggung oleh klub calon pembeli Ugarte nantinya. Besarnya gaji mingguan sang gelandang disinyalir membuat banyak tim berpikir dua kali untuk mengajukan tawaran resmi.
Langkah Hati-Hati di Bursa Transfer
Hingga saat ini, Manchester United kabarnya tidak secara agresif menawarkan Ugarte ke pasar transfer. Strategi ini diambil agar nilai jual sang gelandang internasional Uruguay tersebut tidak merosot tajam.
Pihak manajemen menyadari sepenuhnya risiko yang ada di depan mata. Ada kemungkinan besar bahwa Manuel Ugarte tetap akan bertahan di Old Trafford hingga bursa transfer musim panas resmi ditutup.
Meski demikian, rencana untuk mendatangkan tenaga baru di lini tengah tetap terus dimatangkan. Jika Ugarte benar-benar hengkang, MU sudah menyiapkan beberapa opsi nama sebagai pengganti di skuad utama.
Salah satu target utama yang santer dibicarakan adalah gelandang Atalanta bernama Ederson. Kabarnya, kesepakatan prinsip untuk memboyong sang pemain sudah berhasil dicapai oleh tim pemandu bakat MU.
Selain Ederson, berikut adalah nama lain yang masuk dalam radar pencarian Manchester United:
- Mateus Fernandes yang saat ini bermain untuk West Ham United.
- Gelandang baru yang memiliki karakteristik permainan lebih dinamis.
- Pemain yang memiliki agensi yang sama dengan beberapa bintang MU lainnya.
Menariknya, Mateus Fernandes merupakan pemain yang bernaung di bawah bendera agensi Gestifute. Perusahaan agensi milik Jorge Mendes tersebut juga merupakan perwakilan resmi bagi Manuel Ugarte saat ini.
Hubungan baik antara klub dengan agen papan atas dunia ini diharapkan bisa mempermudah proses negosiasi. Dengan demikian, perombakan lini tengah Manchester United diharapkan bisa tuntas sebelum kompetisi musim depan bergulir.