Potensi besar kembali ditunjukkan oleh atlet berkuda muda, Narantraya Jeihan Widjaya, dalam ajang kompetisi berkuda tingkat nasional. Jeihan sukses mengamankan posisi ketiga pada nomor beregu jumping 80 cm dalam turnamen Djiugo Next Adventure (DNA) 2026.
Menunggangi kuda andalannya yang bernama Lady Bolero, ia tergabung dalam tim Banana Chaos. Keberhasilan ini diraih Jeihan bersama dua rekan setimnya, yakni Khaerani Masika Almandita dan Djalu Hakim.
Persaingan di kategori ini tergolong sangat ketat karena diikuti oleh deretan rider muda berbakat dari berbagai daerah. Pencapaian masuk posisi tiga besar ini menjadi suntikan motivasi bagi Jeihan untuk menghadapi agenda olahraga mendatang.
Hasil impresif di DNA 2026 juga menjadi modal berharga bagi Jeihan untuk menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun ini. Ia terus berupaya meningkatkan performanya agar bisa memberikan hasil maksimal di ajang bergengsi tersebut.
Mengenal Turnamen Djiugo Next Adventure
Djiugo Next Adventure atau DNA dikenal luas sebagai salah satu ajang pembinaan atlet berkuda paling bergengsi di Indonesia. Kompetisi yang digelar di Arthayasa Stable ini mempertandingkan berbagai nomor, mulai dari dressage hingga jumping.
Tahun ini, antusiasme peserta sangat tinggi dengan catatan hampir 700 atlet yang ikut berpartisipasi. Turnamen ini menjadi parameter penting untuk mengukur sejauh mana prestasi atlet muda di tanah air.
Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, DNA tidak hanya menitikberatkan penilaian pada kecepatan menyelesaikan lintasan. Aspek teknik, keseimbangan, serta keharmonisan antara atlet dan kudanya menjadi poin penilaian utama.
Kriteria penilaian tersebut terlihat sangat jelas pada kelas equitation dan jumping yang menjadi dasar pembinaan atlet usia dini. Hal ini bertujuan agar para atlet seperti Jeihan memiliki fondasi berkuda yang kuat dan benar.
Berikut adalah beberapa fakta mengenai penyelenggaraan DNA 2026:
- Berlokasi di Arthayasa Stable dengan total peserta mencapai hampir 700 orang.
- Mempertandingkan nomor dressage (tunggang serasi) dan jumping (lompat rintangan).
- Tersedia kategori untuk peserta individu maupun beregu.
- Fokus pada teknik berkuda, keseimbangan, dan harmoni antara rider dengan kuda.
- Menjadi ajang persiapan bagi atlet di bawah usia 21 tahun (U21) menuju level yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan turnamen ini diharapkan mampu mencetak atlet-atlet profesional yang tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga menguasai teknik berkuda yang presisi.
Komitmen Pembinaan Atlet Muda
Reshwara Radinal selaku Ketua Penyelenggara DNA mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan positif dari komunitas berkuda. Ia berharap para atlet jumping tidak sekadar fokus memacu kecepatan di lapangan.
Menurutnya, para atlet harus memperhatikan cara berkuda yang baik dan benar sesuai standar internasional. Hal ini menjadi komitmen Djiugo untuk terus konsisten dalam jalur pembinaan atlet nasional.
"Fokus kami pada kelas tertinggi jumping 115cm adalah pembinaan atlet U21 sebagai persiapan naik ke level atas. Djiugo berkomitmen penuh untuk menjaga fokus pembinaan ini," jelas Reshwara.
Prestasi yang diraih Jeihan kali ini menambah panjang daftar pencapaiannya di dunia berkuda. Sebelumnya, ia berhasil masuk dalam jajaran 15 atlet terbaik pada ajang DNA tahun 2024 yang lalu.
Selain itu, Jeihan juga pernah mencatatkan diri sebagai runner-up dalam ajang Shark Anantya Competition 2026. Rentetan hasil positif ini menunjukkan kematangan performa sang atlet dari waktu ke waktu.
Seluruh prestasi yang telah dikumpulkan menjadi bagian dari persiapan matang untuk mengikuti PORPROV-XV Jawa Barat 2026. Publik tentu menantikan kiprah selanjutnya dari talenta muda berbakat ini di arena berkuda.
Rincian Prestasi Terbaru Narantraya Jeihan Widjaya:
| Kejuaraan | Tahun | Pencapaian / Posisi |
|---|---|---|
| Djiugo Next Adventure (DNA) | 2024 | 15 Atlet Terbaik |
| Shark Anantya Competition | 2026 | Runner-up (Juara 2) |
| Djiugo Next Adventure (DNA) | 2026 | Posisi 3 Beregu Jumping 80 cm |
Data di atas menunjukkan grafik performa Jeihan yang cukup stabil dan terus bersaing di papan atas kompetisi berkuda. Dengan persiapan yang tepat, peluangnya untuk meraih medali di Porprov mendatang terbuka sangat lebar.