Legenda tenis asal Serbia, Novak Djokovic, kini sedang berada di ambang sejarah besar setelah memastikan langkahnya ke babak 16 besar turnamen bergengsi Wimbledon 2026. Keberhasilan ini tidak hanya sekadar lolos ke putaran berikutnya, tetapi juga membawa Djokovic menyamai rekor luar biasa milik rival beratnya, Roger Federer.
Keduanya kini berbagi posisi sebagai petenis putra dengan jumlah kemenangan terbanyak sepanjang masa di nomor tunggal putra pada ajang Wimbledon. Momen bersejarah ini tercapai setelah Djokovic, yang kini telah menginjak usia 39 tahun, memenangi pertandingan sengit di babak sebelumnya.
Perjuangan Ekstra Djokovic Menghadapi Arthur Rinderknech
Perjalanan Djokovic untuk menyamai rekor ini tidaklah mudah karena ia harus berhadapan dengan perlawanan sengit dari petenis asal Prancis, Arthur Rinderknech. Laga yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026 tersebut memaksa sang kolektor tujuh gelar Wimbledon itu untuk memeras keringat lebih banyak dibandingkan laga-laga awal.
Pada awalnya, Djokovic tampak akan memenangi laga dengan mudah setelah berhasil mengamankan dua set pertama dengan skor 7-5 dan 6-4. Namun, situasi berubah drastis di set ketiga ketika Rinderknech bangkit secara mengejutkan dan merebut keunggulan dengan skor telak 1-6.
Ketegangan pun berlanjut hingga set keempat yang harus diselesaikan melalui drama tie-breaker yang sangat intens. Djokovic akhirnya menunjukkan kematangan mentalnya dengan menutup set tersebut dengan skor 7-4, sekaligus mengakhiri pertandingan dengan skor keseluruhan 3-1.
Kemenangan melelahkan ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan dua babak sebelumnya di mana Djokovic menang tanpa hambatan berarti. Sebelumnya, ia berhasil menumbangkan petenis asal China, Wu Yibing, serta unggulan asal Yunani, Stefanos Tsitsipas, dengan performa yang sangat dominan.
Detail statistik kemenangan Novak Djokovic hingga babak ketiga:
- Lawan Babak Pertama: Menang mudah atas petenis China, Wu Yibing, dalam pertandingan straight set yang dominan.
- Lawan Babak Kedua: Menumbangkan Stefanos Tsitsipas dari Yunani dengan performa yang sangat solid tanpa kehilangan set.
- Lawan Babak Ketiga: Menaklukkan Arthur Rinderknech dari Prancis dengan skor ketat 3-1 (7-5, 6-4, 1-6, 7-4).
- Total Kemenangan: Mengumpulkan 105 kemenangan di turnamen Wimbledon, menyamai catatan rekor abadi milik Roger Federer.
Data di atas menunjukkan bagaimana Djokovic membangun momentumnya secara bertahap hingga berhasil menyamai pencapaian legendaris yang sebelumnya dianggap sulit dipatahkan.
Misi Melampaui Rekor Roger Federer
Petenis yang saat ini menempati peringkat 8 dunia tersebut kini memiliki peluang emas untuk menjadi pemegang rekor sendirian. Jika ia mampu memenangi pertandingan di babak 16 besar yang dijadwalkan pada Minggu, 5 Juli 2026, maka namanya akan resmi melewati catatan 105 kemenangan milik Federer.
Lawan yang akan dihadapi oleh Djokovic di babak 16 besar ini adalah Roman Safiullin, petenis tangguh asal Rusia. Safiullin sendiri melaju ke babak ini setelah menampilkan performa impresif dengan mengalahkan Joao Fonseca melalui kemenangan straight set langsung.
Meski lawan tidak bisa diremehkan, Djokovic mengantongi modal yang sangat kuat untuk menghadapi pertandingan krusial tersebut. Ia memiliki keunggulan rekor pertemuan atau head-to-head yang sangat telak atas Safiullin dengan skor 3-0 tanpa pernah kalah sekalipun.
Pertemuan terakhir antara kedua pemain ini terjadi pada turnamen Shanghai Masters tahun 2024 silam. Kala itu, Djokovic menang secara meyakinkan dengan skor 6-3 dan 6-2, sebelum akhirnya ia melaju ke final dan menjadi runner-up setelah kalah dari Jannik Sinner.
Potensi sejarah yang akan diukir Novak Djokovic jika menang di babak 16 besar:
| Kategori Pencapaian | Detail Rekor Terbaru |
|---|---|
| Jumlah Kemenangan | Menjadi pemegang rekor tunggal dengan 106 kemenangan di Wimbledon. |
| Babak Perempatfinal | Menembus babak perempatfinal Wimbledon untuk yang ke-21 kalinya. |
| Status Legenda | Melampaui rekor kemenangan sepanjang masa milik Roger Federer di SW19. |
Tabel tersebut merangkum betapa signifikannya pertandingan mendatang bagi karier profesional petenis yang memiliki julukan "The Joker" ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, Djokovic akan mengukuhkan dominasinya sebagai salah satu pemain rumput terbaik yang pernah ada dalam sejarah tenis dunia.
Keberhasilan ini tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi Djokovic untuk terus melaju hingga partai puncak dan mengincar gelar juara kedelapannya di London. Dengan kondisi fisik yang masih terjaga dan mental juara yang kuat, sejarah besar tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk tercipta di lapangan hijau Wimbledon.