Nama Pep Guardiola kembali mencuat dalam daftar calon pelatih Timnas Italia menyusul perubahan besar dalam struktur manajemen tim. Kabar ini semakin menguat setelah Paolo Maldini dan Leonardo resmi diperkenalkan sebagai pemimpin proyek baru bagi skuat Gli Azzurri.
Laporan yang beredar pada Minggu lalu menyebutkan bahwa manajemen baru mulai mempertimbangkan Guardiola sebagai kandidat utama untuk mengisi kursi pelatih kepala. Posisi tersebut saat ini memang sedang kosong dan membutuhkan sosok berpengaruh untuk membangkitkan performa tim di kancah internasional.
Transformasi Struktur Manajemen Timnas Italia
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah mengambil langkah besar dengan menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik sekaligus Presiden Club Italia. Legenda AC Milan tersebut menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan berlaku hingga berakhirnya Piala Dunia 2030 mendatang.
Maldini tidak bekerja sendirian dalam menjalankan ambisi besarnya untuk memulihkan kejayaan sepak bola Italia. Ia didampingi oleh Leonardo, mantan rekan setim sekaligus koleganya di Milan, yang kini dipercaya menjabat sebagai penasihat strategis tim nasional.
Dalam proyek empat tahunan ini, Maldini memiliki kewenangan yang sangat luas untuk merombak total sistem tim nasional. Fokus utamanya mencakup pembenahan fundamental pada pembinaan pemain muda hingga struktur teknis di tim senior.
Tugas paling mendesak yang kini ada di depan mata Maldini dan Leonardo adalah menentukan siapa sosok yang paling tepat untuk menjadi pelatih. Pencarian ini menjadi krusial mengingat Italia baru saja mengalami kekecewaan besar setelah absen dalam gelaran Piala Dunia 2026.
Daftar nama yang sebelumnya santer dikaitkan dengan kursi pelatih Italia :
- Antonio Conte: Sosok yang dikenal memiliki disiplin tinggi dan mendapatkan dukungan kuat dari klub-klub kontestan Serie A.
- Roberto Mancini: Mantan pelatih yang memiliki hubungan sangat baik dengan Presiden FIGC, Giovanni Malago, meski kepindahannya ke Arab Saudi sempat menuai pro dan kontra.
- Carlo Ancelotti: Pelatih sarat pengalaman yang selalu menjadi impian publik Italia untuk menangani tim nasional di turnamen besar.
- Andrea Pirlo: Opsi alternatif yang mewakili generasi pelatih muda dengan visi permainan modern dan pemahaman mendalam tentang identitas Gli Azzurri.
Penunjukan pelatih baru diharapkan dapat memberikan stabilitas jangka panjang bagi timnas Italia. FIGC ingin memastikan bahwa pelatih yang terpilih memiliki kesamaan visi dengan proyek besar yang sedang dibangun oleh Maldini.
Pertimbangan Terhadap Kandidat Lama
Selama beberapa pekan terakhir, nama Roberto Mancini dan Antonio Conte sebenarnya sempat berada di posisi terdepan. Conte dinilai sebagai pelatih yang mampu memberikan dampak instan, sementara Mancini dipandang paham luar dalam mengenai atmosfer internal federasi.
Namun, keduanya tetap memiliki catatan yang membuat pihak manajemen baru merasa perlu berpikir ulang. Taktik Conte dianggap sebagian pihak kurang fleksibel, sedangkan cara Mancini meninggalkan timnas pada 2023 demi tawaran Arab Saudi masih meninggalkan luka bagi sebagian penggemar.
Melansir laporan dari La Gazzetta dello Sport melalui Football Italia, Maldini dan Leonardo rupanya tidak menempatkan Conte maupun Mancini sebagai pilihan prioritas. Kehadiran Guardiola di bursa kandidat kini tidak lagi dianggap sebagai sekadar mimpi yang mustahil untuk diwujudkan.
Untuk saat ini, tugas operasional Maldini sementara waktu masih dibantu oleh Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada dan CEO Giorgio Furlani. Kolaborasi ini dilakukan agar proses pencarian pelatih tetap berjalan profesional tanpa mengabaikan aspek teknis lainnya.
Tantangan Finansial dan Peluang Guardiola
Hambatan terbesar yang dihadapi Italia untuk memboyong Guardiola adalah nilai kompensasi atau gaji yang sangat fantastis. Sebagai pelatih papan atas dunia, Guardiola memiliki standar pendapatan yang jauh melampaui kemampuan finansial rata-rata tim nasional.
Berdasarkan data yang ada, pelatih asal Spanyol tersebut menerima upah hampir 25 juta euro atau sekitar Rp515,6 miliar bruto pada musim terakhirnya di Manchester City. Angka yang sangat besar ini menjadi tantangan nyata bagi FIGC dalam menyusun struktur anggaran tim.
Ringkasan perbandingan situasi kandidat pelatih utama Timnas Italia :
| Kandidat Pelatih | Status / Keunggulan | Kendala Utama |
|---|---|---|
| Pep Guardiola | Visi modern, target utama Maldini | Gaji sangat tinggi (25 Juta Euro) |
| Antonio Conte | Dukungan klub Serie A, disiplin | Kecocokan taktik dan gaya main |
| Roberto Mancini | Hubungan baik dengan FIGC | Sentimen negatif pasca pindah ke Arab |
| Andrea Pirlo | Representasi pelatih muda | Pengalaman manajerial masih minim |
Tabel di atas menunjukkan kerumitan yang dihadapi manajemen timnas dalam memilih nahkoda baru. Setiap kandidat memiliki kelebihan yang signifikan namun dibarengi dengan risiko atau hambatan yang tidak kalah besar.
Guna mengatasi masalah gaji Guardiola, muncul wacana bahwa klub-klub Serie A siap memberikan kontribusi finansial. Mereka bersedia membantu pembiayaan gaji demi menghadirkan pelatih kelas dunia yang diyakini bisa menaikkan pamor sepak bola Italia secara keseluruhan.
Meskipun kontribusi dari klub-klub tersebut mungkin belum menutup seluruh nilai kontrak Guardiola di City, peluang kesepakatan tetap terbuka lebar. Keputusan akhir kini berada di tangan Maldini dan Leonardo sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam proyek transformasi ini.
Faktor lain yang menguatkan optimisme Italia adalah keinginan lama Guardiola untuk mencoba tantangan di level internasional. Setelah memenangkan segalanya di level klub, melatih tim nasional bersejarah seperti Italia bisa menjadi langkah besar berikutnya dalam karier sang manajer.
Jika kesepakatan dengan Guardiola gagal tercapai, nama Carlo Ancelotti dan Andrea Pirlo tetap disiapkan sebagai opsi cadangan. Italia berkomitmen untuk tidak terburu-buru demi mendapatkan sosok yang benar-benar bisa membawa perubahan total bagi masa depan Gli Azzurri.