Gelaran Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung diprediksi akan menjadi faktor penentu utama dalam perburuan trofi Ballon d'Or tahun ini. Prestasi para bintang sepak bola di turnamen akbar tersebut diyakini bakal memberikan pengaruh besar terhadap penilaian siapa yang berhak mengangkat trofi individu paling bergengsi di dunia tersebut.
Sebelum turnamen dimulai, beberapa nama besar sudah muncul sebagai kandidat utama berkat performa gemilang mereka di level klub. Namun, persaingan saat ini masih sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang mampu tampil fenomenal di ajang empat tahunan ini.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa performa di Piala Dunia sering kali menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi seorang pemain. Hal ini pernah dibuktikan oleh Lionel Messi yang berhasil meraih Ballon d'Or 2023 setelah sukses membawa Timnas Argentina menjadi juara dunia pada edisi 2022 di Qatar.
Berdasarkan laporan hasil analisis dari Planet Football, terdapat beberapa pemain yang memiliki peluang besar untuk menyabet gelar Ballon d'Or jika merujuk pada performa mereka sejauh ini. Nama-nama dari klub raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, hingga Bayern Munchen mendominasi daftar persaingan setelah musim kompetisi 2025/2026 berakhir.
Daftar Kandidat Terkuat Peraih Ballon d'Or 2026
Berikut adalah ringkasan profil dan peluang para pemain yang masuk dalam bursa persaingan gelar pemain terbaik dunia :
| Nama Pemain | Klub Saat Ini | Pencapaian Utama Musim 2025/2026 |
|---|---|---|
| Harry Kane | Bayern Munchen | 61 Gol, Sepatu Emas Eropa, Juara DFB Pokal |
| Kylian Mbappe | Real Madrid | Performa Tajam di Liga Spanyol & Timnas Prancis |
| Ousmane Dembele | PSG | Juara Liga Champions & Pemegang Gelar Bertahan |
| Lamine Yamal | Barcelona | Juara La Liga & Pemain Muda Paling Menonjol |
| Erling Haaland | Manchester City | Top Skor Liga Inggris & Dua Trofi Domestik |
| Lionel Messi | Inter Miami | Performa Konsisten di MLS & Ketajaman di Timnas |
Tabel di atas merangkum para pemain yang paling dijagokan untuk bersaing di papan atas perolehan poin Ballon d'Or berdasarkan performa klub dan potensi di tim nasional. Masing-masing pemain memiliki modal kuat, namun keberhasilan di sisa turnamen Piala Dunia 2026 akan menjadi pembeda yang sangat nyata.
Harry Kane: Sang Mesin Gol dari Inggris
Jika Ballon d'Or hanya dinilai berdasarkan performa individu sepanjang musim kompetisi 2025/2026 di level klub, Harry Kane kemungkinan besar sudah mengunci kemenangan. Kapten Timnas Inggris tersebut menunjukkan produktivitas yang luar biasa dengan mencatatkan total 61 gol di semua ajang kompetisi.
Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi yang pernah diraih seorang pemain sejak era keemasan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo beberapa tahun silam. Kane menjadi pilar terpenting Bayern Munchen dalam meraih dua gelar domestik di Jerman, termasuk kemenangan dramatis di final DFB Pokal melalui hattrick-nya.
Meski Bayern gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions, statistik individu Kane tetap sulit untuk ditandingi oleh pemain lain di daratan Eropa. Kini, publik menanti apakah kegemilangannya di level klub bisa diteruskan dengan membawa Inggris melaju jauh di Piala Dunia demi mengamankan trofi Ballon d'Or pertamanya.
Kylian Mbappe: Menanti Momen Pembuktian
Kylian Mbappe sedang berada dalam tekanan untuk menunjukkan performa yang benar-benar fantastis di Piala Dunia 2026 setelah musim yang cukup menantang di Real Madrid. Walaupun dirinya tetap rajin mencetak gol, langkah Madrid di kompetisi besar musim ini dianggap kurang memuaskan bagi para penggemarnya.
Situasi tersebut kontras dengan mantan klubnya, PSG, yang justru berhasil memenangkan gelar Liga Champions secara berturut-turut setelah kepergiannya. Namun, Mbappe mulai menunjukkan taringnya kembali saat membela Prancis, salah satunya melalui dua gol penting ke gawang Senegal yang menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat.
Mbappe perlu menjaga momentum ini setelah melewati periode sulit, termasuk saat menghadapi kritik dan cemoohan dari sebagian pendukungnya sendiri. Jika ia mampu memimpin Prancis menjadi juara dengan performa setingkat legenda seperti Maradona atau Messi, maka peluangnya meraih Ballon d'Or di usia 28 tahun sangat terbuka lebar.
Ousmane Dembele: Upaya Mempertahankan Takhta
Sepanjang sejarah sepak bola modern, tercatat hanya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mampu mempertahankan gelar Ballon d'Or secara berturut-turut. Ousmane Dembele kini menghadapi tantangan besar untuk mengikuti jejak dua legenda tersebut sebagai pemegang gelar edisi terakhir.
Meskipun sempat diragukan pada awal musim akibat gangguan cedera, performa Dembele perlahan-lahan merangkak naik dan kembali ke level tertinggi. Keberhasilannya membawa PSG menjuarai Liga Champions menjadi modal yang sangat berharga dalam proses penilaian juri Ballon d'Or nantinya.
Agar bisa benar-benar unggul dari pesaing lainnya, Dembele dituntut untuk menciptakan lebih banyak momen krusial bagi Timnas Prancis di ajang Piala Dunia kali ini. Jika ia mampu tampil sebagai pembeda di laga-laga besar, trofi pemain terbaik dunia tersebut bisa saja kembali jatuh ke tangannya.
Lamine Yamal: Bintang Muda yang Terus Bersinar
Lamine Yamal menjadi fenomena tersendiri setelah berhasil menempati posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d'Or tahun lalu meski usianya masih sangat muda. Banyak pihak menilai popularitasnya ikut mendongkrak posisi tersebut, namun kualitas permainannya di lapangan memang sulit untuk dikesampingkan.
Sebelum sempat dibekap cedera, pemain berusia 18 tahun ini tampil sangat impresif dan menjadi kunci sukses Barcelona dalam meraih gelar juara La Liga. Ia bahkan hampir membawa timnya melakukan kebangkitan sejarah saat melawan Real Madrid melalui assist trivela yang sangat memukau.
Peluang Yamal untuk naik ke podium tertinggi kini sangat bergantung pada sejauh mana ia bisa berkontribusi bagi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Meski memulai turnamen dari bangku cadangan saat melawan Tanjung Verde, Yamal masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk membuktikan kualitasnya di panggung dunia.
Erling Haaland: Mencari Keajaiban Bersama Norwegia
Erling Haaland sebenarnya memulai musim 2025/2026 dengan sangat meyakinkan dan sempat diprediksi akan memecahkan rekor gol milik Lionel Messi. Sayangnya, performanya mulai melandai di pertengahan musim meski ia tetap sukses mengamankan gelar Sepatu Emas di Liga Inggris Premier League.
Keberhasilan meraih dua piala domestik bersama Manchester City belum cukup kuat untuk menempatkannya sebagai calon tunggal pemenang karena kegagalan meraih juara liga. Kondisi ini membuat status Haaland saat ini sedikit turun di bawah para pesaing utamanya dalam daftar kekuatan Ballon d'Or.
Satu-satunya cara bagi Haaland untuk kembali ke puncak persaingan adalah dengan melakukan aksi sensasional bersama Timnas Norwegia di Piala Dunia. Hal ini tentu bukan perkara mudah, meskipun ia baru saja menambah pundi-pundi golnya saat menghadapi Irak di fase grup.
Lionel Messi: Legenda yang Belum Habis
Lionel Messi tetap menjadi nama yang tidak bisa dihapus begitu saja dari daftar kandidat, meskipun ia kini sudah tidak lagi merumput di liga-liga top Eropa. Peraih delapan gelar Ballon d'Or ini terus menunjukkan bahwa kualitasnya belum pudar bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Banyak pengamat berpendapat bahwa performa di liga Amerika Serikat saja tidak akan cukup untuk memenangkan Ballon d'Or di tahun normal. Namun, tahun 2026 bukanlah tahun biasa karena adanya turnamen Piala Dunia yang selalu menjadi indikator utama penilaian bagi para pemilik suara.
Ketajaman Messi yang masih terjaga, termasuk keberhasilannya mencetak hattrick ke gawang Aljazair, memberikan sinyal bahwa ia masih menjadi ancaman serius. Walaupun peluangnya dianggap kecil dibanding para pemain muda, mengabaikan Messi sepenuhnya dalam perebutan gelar juara dunia dan pemain terbaik seringkali menjadi sebuah kesalahan.