Persis Solo menunjukkan keseriusan tinggi dalam menatap kompetisi kasta kedua musim 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini secara resmi telah melengkapi susunan tim kepelatihan guna mendukung performa tim di lapangan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mengejar target promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Manajemen Persis Solo mendatangkan tiga sosok berpengalaman yang akan bekerja bahu-membahu bersama pelatih utama mereka, Ricky Nelson.
Amunisi Baru di Jajaran Kepelatihan Persis Solo
Manajemen Persis Solo menunjuk dua asisten pelatih baru untuk memperkuat sisi teknis tim. Mereka adalah Nurcholis Majid dan Febi Aji yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Laskar Sambernyawa.
Selain asisten pelatih, sektor pertahanan terakhir juga mendapatkan perhatian khusus dengan bergabungnya legenda kiper Indonesia. Hendro Kartiko dipercaya untuk mengemban tugas sebagai pelatih kiper guna mengasah kemampuan para penjaga gawang Persis Solo.
Berikut adalah profil singkat dari tiga tenaga ahli baru yang memperkuat jajaran kepelatihan Persis Solo:
- Nurcholis Majid: Pelatih dengan lisensi AFC A yang memiliki reputasi gemilang di kompetisi kasta kedua.
- Febi Aji: Sosok spesialis analisis pertandingan yang memiliki rekam jejak panjang dalam pembinaan pemain muda berbakat.
- Hendro Kartiko: Penjaga gawang legendaris Timnas Indonesia yang telah melanglang buana sebagai pelatih kiper di berbagai klub besar Tanah Air.
Kehadiran ketiga nama ini diharapkan mampu memberikan dampak instan pada performa skuad musim depan. Pengalaman kolektif mereka menjadi modal penting bagi Persis dalam mengarungi persaingan ketat di kompetisi Championship.
Rekam Jejak Mentereng Para Pelatih Baru
Nurcholis Majid bukan orang baru dalam hal meraih prestasi di level kompetisi kasta kedua. Sebelumnya, ia sukses membawa Dejan FC naik kasta ke Championship 2025/2026 sekaligus meraih predikat sebagai pelatih terbaik.
Sementara itu, Febi Aji membawa ilmu analisis yang mendalam dari pengalamannya bersama FC Bekasi. Ia juga dikenal piawai mengelola potensi pemain muda saat menangani Borneo FC U-20 serta Persik U-16 di masa lalu.
Adapun Hendro Kartiko merupakan sosok dengan jam terbang yang tidak perlu diragukan lagi. Sebelum berlabuh di Solo, ia pernah melatih kiper di tim-tim besar seperti Persija Jakarta, Madura United, hingga PSM Makassar.
Sebagai mantan pemain, Hendro pernah membela klub-klub elite seperti Persebaya Surabaya, Arema, hingga Sriwijaya FC. Pengalamannya di level internasional juga teruji saat menjabat sebagai pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 pada tahun 2019.
Ambisi Mengembalikan Kejayaan Laskar Sambernyawa
Bagi Nurcholis Majid, kembali ke Solo seperti pulang ke rumah sendiri yang penuh kenangan. Ia tercatat pernah mengenakan seragam kebanggaan Laskar Sambernyawa saat masih aktif bermain pada periode 2007 hingga 2009 silam.
Nurcholis mengaku sangat antusias dengan peran barunya ini meskipun menyadari tantangan besar yang menanti. Ia berkomitmen penuh untuk memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Persis Solo di masa mendatang.
Seluruh staf kepelatihan saat ini berada di bawah komando Ricky Nelson dengan satu visi yang seragam. Mereka bersepakat bahwa tujuan utama musim ini adalah membawa Persis Solo kembali ke Super League secepat mungkin.
Nurcholis berharap tim tidak perlu berlama-lama berada di kasta kedua sepak bola nasional. "Target kami jelas, kami ingin memastikan Persis hanya satu musim di Liga 2 dan tahun depan kembali ke Liga 1," tuturnya optimis.
Semangat dan Harapan Baru untuk Suporter
Febi Aji juga menyatakan kesiapannya untuk mencurahkan seluruh kemampuan demi misi promosi ini. Tantangan membawa klub sebesar Persis Solo naik kasta menjadi energi tambahan baginya dalam bekerja setiap hari.
Ia menekankan bahwa dukungan suporter akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tim musim ini. Febi meminta para pendukung untuk terus berada di belakang tim agar target besar manajemen dapat terealisasi tepat waktu.
Hendro Kartiko pun tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya bisa bergabung dengan salah satu klub bersejarah di Indonesia. Ia memandang Persis Solo sebagai klub legendaris yang memiliki basis massa sangat besar dan loyal.
Menurut Hendro, keinginan untuk melihat Persis kembali ke habitat aslinya di Liga 1 dirasakan oleh semua elemen klub. Mulai dari manajemen, pemain, hingga suporter memiliki mimpi yang sama untuk mewujudkan promosi tersebut.
Dengan komposisi kepelatihan yang solid dan berpengalaman, Persis Solo kini menatap musim depan dengan kepercayaan diri tinggi. Persiapan matang ini menjadi bukti nyata bahwa Laskar Sambernyawa tidak main-main dalam ambisi mereka kembali ke puncak sepak bola Indonesia.