Tim nasional Paraguay menunjukkan gaya permainan yang luar biasa agresif saat berhadapan dengan Prancis di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pendekatan fisik yang diterapkan oleh skuad berjuluk La Albirroja ini menjadi sorotan karena dinilai terlalu keras bagi level kompetisi internasional.
Banyak pengamat menilai aksi para pemain Paraguay di lapangan menyerupai pertandingan antarkampung atau tarkam. Duel-duel fisik tajam dan frekuensi pelanggaran yang tinggi mewarnai sepanjang jalannya laga yang berlangsung sangat panas tersebut.
Hasil Pahit di Philadelphia
Meskipun tampil menekan secara fisik, perjalanan Paraguay di ajang bergengsi ini akhirnya harus terhenti. Mereka dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 oleh Prancis dalam pertandingan yang digelar di Philadelphia.
Gol tunggal kemenangan Les Bleus dicetak oleh bintang mereka, Kylian Mbappe, melalui eksekusi penalti pada menit ke-70. Penalti tersebut diberikan wasit setelah Desire Doue dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh pemain bertahan Paraguay.
Keputusan penalti tersebut diambil setelah melalui proses peninjauan ulang yang cukup lama:
- Wasit utama, Ilgiz Tantashev, tidak langsung memutuskan penalti saat insiden terjadi.
- Keputusan baru diambil setelah wasit melihat tayangan ulang melalui fitur Video Assistant Referee (VAR).
Proses VAR ini sempat membuat tensi pertandingan semakin meninggi di lapangan. Namun, Mbappe yang maju sebagai algojo berhasil menuntaskan tugasnya dengan tenang dan mengamankan posisi Prancis.
Sorotan Terhadap Kepemimpinan Wasit
Gaya bermain Paraguay mengundang banyak tanya lantaran para pemainnya berulang kali melakukan pelanggaran keras terhadap pilar Prancis. Nama-nama seperti Juan Jose Caceres, Andres Cubas, hingga Matias Galarza tercatat berkali-kali terlibat kontak fisik yang berisiko dengan pemain lawan.
Kylian Mbappe menjadi salah satu pemain yang paling sering menjadi sasaran tekel dan gangguan fisik dari para pemain Paraguay. Hal yang cukup mengejutkan adalah catatan kedisiplinan yang dikeluarkan oleh wasit dalam pertandingan ini.
Berikut adalah rangkuman statistik pelanggaran dan kartu yang memicu perdebatan:
| Kategori Statistik | Tim Nasional Prancis | Tim Nasional Paraguay |
|---|---|---|
| Jumlah Pelanggaran | Relatif Lebih Sedikit | Hampir 30 Pelanggaran |
| Kartu Kuning | 3 Kartu Kuning | 0 Kartu Kuning |
| Hasil Pertandingan | Menang (1-0) | Kalah (0-1) |
Data di atas memperlihatkan kejanggalan dalam pertandingan, di mana Paraguay tidak menerima satu pun kartu kuning meski melakukan banyak pelanggaran. Sebaliknya, Prancis justru dijatuhi tiga kartu kuning walaupun tim asuhan Didier Deschamps itu lebih sering menjadi korban permainan fisik lawan.
Ketimpangan dalam pemberian sanksi kartu ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Meski tampil dengan filosofi "bola boleh lewat, kaki jangan", Paraguay tetap harus angkat koper dari Piala Dunia 2026.