PSIS Semarang secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak untuk salah satu pemain sayap andalan mereka, Thaufan Hidayat. Keputusan ini memastikan sang pemain tetap bertahan di Kota Atlas untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Winger yang kini telah menginjak usia 32 tahun tersebut akan terus mengenakan seragam biru kebanggaan PSIS hingga satu tahun ke depan. Informasi mengenai masa depan pemain asal Gresik ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen melalui saluran komunikasi resmi klub.
Melalui unggahan di media sosial pada Minggu malam, 5 Juli 2026, manajemen Laskar Mahesa Jenar memberikan kepastian status Thaufan. Hal ini menjadi kabar yang dinantikan oleh para pendukung setia PSIS Semarang menjelang musim baru.
Pihak klub menegaskan bahwa pemain yang beroperasi di sektor sayap kiri ini akan tetap berada dalam skuad hingga akhir musim 2027. Unggahan tersebut juga disertai pesan penyemangat bagi pemain yang akrab disapa Cak Topan itu.
Pernyataan resmi pihak klub terkait masa depan Thaufan Hidayat di PSIS Semarang:
- Manajemen mengonfirmasi bahwa Thaufan Hidayat memperpanjang masa baktinya bersama Laskar Mahesa Jenar.
- Pemain yang direkrut pada bursa transfer musim lalu tersebut dipastikan bertahan hingga akhir kompetisi musim 2027.
- Klub menaruh harapan besar agar sang winger terus memberikan penampilan terbaiknya demi kejayaan tim kebanggaan warga Semarang.
- Slogan "Cak Topan still BLUE" menjadi penanda kuat bahwa komitmen sang pemain masih sepenuhnya untuk PSIS.
Thaufan Hidayat menjadi nama ketiga dalam daftar pemain yang kontraknya diperbarui oleh manajemen PSIS Semarang. Sebelumnya, tim ini juga sudah mengamankan jasa Rizky Darmawan dan Krisna Jhon untuk memperkuat kerangka tim.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan serius skuad di bawah arahan pelatih Widodo Cahyono Putro. Fokus utama tim saat ini adalah membangun kekuatan yang solid guna bersaing di ajang Pegadaian Championship 2026/2027.
Alasan Utama di Balik Perpanjangan Kontrak Thaufan
Keputusan manajemen untuk tetap mempertahankan Thaufan Hidayat tentu didasari oleh berbagai pertimbangan teknis yang matang. Setidaknya ada dua faktor krusial yang membuat Laskar Mahesa Jenar menyodorkan kontrak baru.
Moch. Reza Handhika, selaku asisten manajer PSIS, memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan di balik langkah tersebut. Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan gambaran kepada publik mengenai visi tim di masa depan.
Dua faktor utama yang mendasari keputusan manajemen PSIS Semarang dalam mempertahankan sang winger:
| Faktor Pertimbangan | Detail Penjelasan Manajemen |
|---|---|
| Kualitas dan Pengalaman | Kemampuan teknis Thaufan dinilai masih sangat mumpuni untuk bersaing di level kompetitif. |
| Koneksi dengan Pelatih | Memiliki sejarah kerja sama yang baik dengan pelatih Widodo Cahyono Putro di klub sebelumnya. |
Manajemen meyakini bahwa faktor kedekatan dengan pelatih akan mempermudah proses adaptasi sang pemain dalam skema taktik yang diinginkan. Hal ini dianggap sebagai keuntungan besar bagi efektivitas persiapan tim menuju kompetisi resmi.
Thaufan memang memiliki rekam jejak yang cukup panjang bersama Widodo Cahyono Putro saat keduanya masih berada di Deltras FC. Kolaborasi mereka tercatat pernah terjadi dalam dua periode berbeda, yaitu pada musim 2023/2024 serta musim 2025/2026.
Keyakinan manajemen terhadap kontribusi Thaufan juga sangat besar, terutama dalam mencapai target yang sudah dicanangkan. Klub berambisi untuk bisa segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim mendatang.
Reza Handhika menekankan bahwa kehadiran Thaufan diharapkan mampu memberikan dampak positif secara instan di dalam lapangan. Pengalaman jam terbangnya akan sangat berguna bagi pemain-pemain yang lebih muda dalam skuad PSIS.
Tekad Sang Pemain untuk Promosi ke Super League
Mendapatkan kepercayaan kembali untuk membela PSIS Semarang disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh Thaufan Hidayat. Mantan pemain PSCS Cilacap tersebut merasa terhormat masih bisa menjadi bagian dari sejarah klub besar ini.
Ia mengungkapkan bahwa motivasinya saat ini jauh lebih besar dibandingkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Semarang. Janji untuk memberikan penampilan maksimal pun terlontar dari pemain yang dikenal memiliki kecepatan di sisi lapangan tersebut.
Target pribadi dan komitmen yang disampaikan Thaufan Hidayat untuk musim kompetisi mendatang:
- Membantu PSIS Semarang meraih hasil terbaik di setiap laga kompetisi Pegadaian Championship.
- Mewujudkan ambisi besar seluruh elemen tim untuk membawa Laskar Mahesa Jenar promosi ke kasta tertinggi atau Super League.
- Memberikan kontribusi nyata baik dalam bentuk gol maupun assist di sepanjang jalannya musim 2026/2027.
- Menjaga konsistensi permainan agar tetap bisa menjadi pilihan utama di bawah asuhan tim pelatih.
Thaufan juga mengenang kembali perjuangannya bersama tim pada musim lalu saat berupaya keras bertahan di kasta Championship. Pengalaman pahit dan manis di masa lalu dijadikannya sebagai pelecut semangat untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.
Pemain kelahiran Jawa Timur ini menyadari bahwa dukungan dari pihak luar juga memegang peranan yang sangat penting bagi kesuksesan tim. Ia berharap seluruh pendukung bisa terus berada di belakang tim dalam kondisi apa pun.
Secara khusus, ia memohon doa restu kepada basis suporter besar PSIS, yakni Panser Biru dan Snex. Menurutnya, energi dari tribun penonton seringkali menjadi penentu semangat juang pemain saat bertanding di lapangan hijau.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar kerja sama tim berjalan harmonis sejak persiapan hingga akhir kompetisi nanti. Dengan kebersamaan, Thaufan optimis kejayaan PSIS Semarang akan segera kembali dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Atlas.
Di sisi lain, PSIS terus bergerak aktif di bursa transfer untuk melengkapi komposisi pemain mereka di berbagai sektor. Beberapa nama seperti Agus Nova, Komang Tri, hingga kembalinya kiper Ray Redondo menjadi bukti keseriusan manajemen membangun tim juara.
Selain fokus pada pemain lokal berpengalaman, klub juga dikabarkan terus menjajaki kemungkinan mendatangkan pemain muda berbakat. Langkah ini dilakukan agar PSIS memiliki kedalaman skuad yang baik untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Antusiasme tinggi tidak hanya terlihat dari sisi pemain, tetapi juga dari jajaran tim pelatih yang sudah mulai merancang program latihan intensif. Seluruh elemen di PSIS Semarang kini memiliki satu visi yang sama, yaitu kembali bersaing dengan tim-tim elite di Super League.