Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan taktik yang sengit di atas lapangan hijau. Ada fenomena unik yang menarik perhatian publik, yakni munculnya pita merah di pergelangan tangan atau kaki para pemain Timnas Argentina.
Aksesori simpel ini terlihat dikenakan oleh banyak penggawa La Albiceleste selama turnamen berlangsung. Meski terlihat sederhana, pita tersebut menyimpan makna emosional mendalam dan diyakini sebagai jimat keberuntungan bagi tim.
Tradisi ini sebenarnya bukan hal baru bagi skuad asuhan Lionel Scaloni. Kisahnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan berkaitan erat dengan sang kapten legendaris, Lionel Messi.
Menjelang laga krusial melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, simbol pita merah ini kembali menjadi perbincangan hangat. Banyak pengamat mengaitkannya dengan budaya takhayul yang memang sudah mengakar kuat dalam sepak bola Argentina.
Asal-usul Pita Merah Lionel Messi
Sejarah pita merah ini bermula pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, langkah Argentina sempat tersendat setelah ditahan imbang oleh Islandia pada pertandingan pembuka grup.
Pasca laga tersebut, seorang jurnalis asal Argentina bernama Rama Pantarotto mendekati Lionel Messi. Ia memberikan sebuah pita merah milik ibunya kepada sang megabintang sebagai bentuk dukungan moral.
Pantarotto menyampaikan bahwa ibunya sangat mengagumi Messi dan ingin memberikan benda tersebut sebagai simbol doa. Ia berharap pita itu bisa membawa keberuntungan bagi perjalanan Messi bersama tim nasional.
Menariknya, Messi sempat gagal mengeksekusi penalti pada laga kontra Islandia tersebut. Meski sempat mengalami kesulitan di titik putih, Messi ternyata tetap menyimpan dan menghargai pemberian dari jurnalis tersebut.
Simbol Kejayaan Menuju Gelar Juara
Pita merah tersebut kembali mencuri perhatian dunia pada perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar. Pada turnamen itu, Messi terlihat tetap memakai jimat tersebut dalam perjalanannya mengukir sejarah.
Hasilnya luar biasa, Messi sukses membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak era Diego Maradona pada 1986. Keberhasilan di Qatar semakin memperkuat kepercayaan rekan setimnya terhadap simbol tersebut.
Kini di Piala Dunia 2026, penggunaan pita merah telah meluas ke banyak pemain Argentina lainnya. Mereka berharap energi positif dan keberuntungan yang sama dapat membantu tim mempertahankan gelar juara.
Argentina kini hanya terpaut dua kemenangan lagi untuk kembali berdiri di podium tertinggi. Tantangan terdekat mereka adalah menghadapi Inggris di semifinal, sebuah laga klasik yang diprediksi akan berjalan sangat panas.
Beberapa fakta menarik mengenai tradisi pita merah di skuad Argentina:
- Berawal dari pemberian ibu seorang jurnalis bernama Rama Pantarotto pada 2018.
- Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mengenakannya sebagai simbol keberuntungan.
- Pita ini dianggap memiliki peran spiritual saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.
- Saat ini, hampir sebagian besar pemain di skuad Lionel Scaloni ikut memakai pita serupa.
- Dipercaya sebagai penangkal energi negatif dalam budaya takhayul sepak bola Amerika Latin.
Kehadiran pita merah ini menunjukkan betapa kuatnya aspek psikologis dan tradisi dalam dunia olahraga profesional. Bagi para pemain, benda kecil ini memberikan rasa percaya diri tambahan saat menghadapi tekanan besar di turnamen sebesar Piala Dunia.
Berikut adalah jadwal pertandingan semifinal yang akan menentukan nasib Argentina:
| Pertandingan | Fase | Status Tim |
|---|---|---|
| Inggris vs Argentina | Semifinal 1 | Juara Bertahan |
| Prancis vs Spanyol | Semifinal 2 | Penantang Kuat |
Data di atas menunjukkan bagan babak empat besar Piala Dunia 2026 yang diisi oleh tim-tim raksasa. Argentina harus berjuang ekstra keras melawan Inggris jika ingin melaju ke partai puncak dan mewujudkan misi mempertahankan trofi.