Resmi, Exco PSSI Ungkap Format Liga 1 Putri 2026 Pakai Home Tournament

Resmi, Exco PSSI Ungkap Format Liga 1 Putri 2026 Pakai Home Tournament

Kabar gembira datang bagi para pecinta sepak bola putri di tanah air karena kompetisi resmi akan segera bergulir kembali. Setelah cukup lama vakum dari hiruk pikuk pertandingan, PSSI memastikan bahwa Liga 1 Putri 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada November mendatang.

Antusiasme klub-klub untuk berpartisipasi dalam ajang ini mulai terlihat dengan munculnya enam tim yang dikabarkan siap bersaing memperebutkan gelar juara. Keenam tim tersebut meliputi Persija Jakarta, Persita Tangerang, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, serta Dewa United.

Penerapan Format Home Tournament

Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (9/7/2026), Vivin Cahyani Sungkono selaku anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI memaparkan mekanisme jalannya kompetisi. Beliau menegaskan bahwa Liga 1 Putri 2026 akan menerapkan format home tournament sebagai langkah awal kebangkitan liga.

Keputusan menggunakan format tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh pertimbangan logistik dan manajemen anggaran yang matang. PSSI berupaya menjaga keberlangsungan kompetisi agar tetap stabil secara finansial bagi seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

Faktor utama pemilihan format kompetisi tahun ini:

  • Menekan tingginya biaya perjalanan atau travel cost antar wilayah.
  • Memastikan keberlanjutan liga agar tidak berhenti di tengah jalan.
  • Fokus pengembangan pada area geografis yang terkendali sebagai tahap uji coba.
  • Memudahkan koordinasi operasional bagi klub-klub peserta baru.

Vivin menjelaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah memulai dari langkah kecil agar pondasi liga kuat. Menurutnya, biaya perjalanan tim saat ini sangat mahal sehingga format turnamen terpusat menjadi solusi paling rasional untuk memulai kembali kompetisi.

Strategi Keberlanjutan dan Jangkauan Wilayah

PSSI sengaja membatasi kepesertaan hanya untuk tim-tim yang berdomisili di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Langkah strategis ini diambil guna meminimalisir risiko kegagalan peserta di tengah musim akibat kendala biaya atau operasional yang membengkak.

Pihak federasi tidak ingin bersikap terlalu ambisius dengan langsung memaksakan skala nasional jika nantinya membebani finansial klub. Fokus saat ini adalah membangun sistem yang berkelanjutan sehingga liga putri bisa terus eksis dalam jangka panjang.

Rencana operasional Liga 1 Putri 2026:

Aspek Kompetisi Keterangan Rencana
Jumlah Peserta 6 Klub (Area Jabodetabek)
Lokasi Pertandingan 3 Stadion di Jabodetabek
Target Penambahan Ekspansi mulai tahun ketiga
Dukungan Finansial Subsidi melalui program l.League

Tabel di atas merangkum bagaimana PSSI merumuskan Liga 1 Putri 2026 sebagai proyek percontohan yang terukur. Dengan memusatkan pertandingan di tiga stadion di area Jabodetabek, pengawasan dan manajemen pertandingan diharapkan bisa berjalan lebih maksimal.

Riset Mendalam Sebelum Pelaksanaan

Keputusan untuk mengundang enam klub tersebut diambil setelah melalui proses penelitian dan studi kelayakan yang komprehensif. Vivin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghitung secara rinci setiap aspek, mulai dari jarak tempuh antar lokasi hingga rincian gaji pemain.

PSSI tetap memberikan dukungan berupa subsidi finansial melalui l.League guna membantu meringankan beban pengeluaran klub. Hal ini diharapkan mampu menjaga semangat para pemilik klub untuk terus berkomitmen membina talenta-talenta pesepak bola wanita di Indonesia.

Vivin optimis bahwa dengan enam klub sebagai pionir, kompetisi ini akan memiliki daya tahan atau sustainability yang baik. Jika format ini terbukti sukses dan stabil dalam dua tahun pertama, PSSI berencana menambah jumlah peserta secara bertahap.

Pihak federasi menargetkan pada tahun ketiga kompetisi sudah bisa menambah setidaknya dua klub lagi dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Melalui rencana yang terukur ini, masa depan sepak bola putri Indonesia diharapkan dapat terbangun secara profesional dan konsisten.

Kabar Lain dari Dunia Sepak Bola

Selain fokus pada liga domestik, perhatian publik juga tertuju pada persiapan Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional. Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI terus menekankan pentingnya pembinaan akar rumput, salah satunya melalui gelaran Festival Piala Presiden 2026.

Pencarian bibit unggul untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan juga terus digalakkan hingga ke berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Hal ini merupakan bagian dari misi besar PSSI dalam mempersiapkan skuad Garuda untuk bersaing di level dunia, termasuk Piala Dunia U-15.

Sementara itu di kancah internasional, persiapan menuju Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan hangat para penggemar bola. Mulai dari ancaman sanksi pemain bintang hingga rencana penampilan musisi dunia seperti BTS dan Justin Bieber pada acara penutupan nanti.

Kembalinya Liga 1 Putri 2026 ini diharapkan menjadi kepingan pelengkap kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Dengan manajemen yang lebih tertata, para srikandi lapangan hijau kini memiliki wadah resmi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di level profesional.

Artikel terkait