Operator kompetisi I.League resmi melakukan perubahan besar terkait regulasi pemain muda untuk musim Super League 2026/2027. Aturan lama yang mewajibkan penggunaan pemain U-23 dalam susunan pemain utama kini telah dihapuskan.
Meski kewajiban tersebut hilang, I.League menegaskan bahwa perhatian terhadap bibit muda tidak akan berkurang. Sebagai gantinya, operator kompetisi menyiapkan skema insentif khusus bagi klub yang memberikan kesempatan bertanding kepada pemain muda.
Pada dua musim sebelumnya, setiap klub wajib memasang minimal satu pemain U-23 sebagai starter dengan durasi bermain minimal 45 menit. Namun, mulai musim depan, kebijakan ini akan bertransformasi menjadi sistem penghargaan bagi klub.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa penghapusan aturan wajib ini bukan berarti pemain muda akan dikesampingkan. Pihak operator justru mengonversi aturan tersebut ke dalam bentuk dukungan finansial bagi klub yang aktif mempromosikan talenta lokal.
Berikut adalah beberapa ketentuan baru terkait keterlibatan pemain muda dalam skuad klub :
- Setiap klub peserta wajib mendaftarkan minimal lima pemain kategori U-23 ke dalam susunan skuad mereka.
- Pemberian insentif akan dihitung berdasarkan akumulasi total menit bermain yang diberikan kepada pemain muda sepanjang musim.
- Ada ambang batas durasi bermain tertentu, misalnya 3.000 menit, yang harus dipenuhi klub untuk mencairkan bonus finansial.
- Mekanisme ini dirancang agar klub secara sukarela memberikan kepercayaan kepada talenta muda tanpa merasa terbebani regulasi yang mengikat.
Asep menegaskan bahwa formula khusus sedang disiapkan untuk mengukur seberapa besar kontribusi klub dalam pengembangan pemain. Kontribusi finansial ini menjadi bentuk apresiasi nyata bagi tim yang konsisten memberikan jam terbang kepada pemain masa depan.
Dampak Perubahan Regulasi Pemain Asing
Kebijakan insentif ini muncul sebagai respons atas diperbolehkannya klub menggunakan lebih banyak pemain asing pada musim depan. Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran akan menyempitnya ruang bagi pemain lokal berpotensi untuk menunjukkan kemampuannya.
Dengan adanya skema bonus, I.League berharap klub tetap terdorong melakukan regenerasi secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam mendorong kompetisi yang sehat sekaligus menjaga kualitas individu pemain muda.
Ringkasan mengenai skema insentif pemain U-23 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
| Kategori Regulasi | Ketentuan Musim 2026/2027 |
|---|---|
| Kewajiban Starter U-23 | Dihapuskan (Tidak lagi wajib bermain 45 menit) |
| Pendaftaran Skuad | Wajib mendaftarkan minimal 5 pemain U-23 |
| Bentuk Penghargaan | Insentif dalam bentuk kontribusi finansial |
| Syarat Insentif | Mencapai akumulasi menit bermain tertentu (misal: 3.000 menit) |
Tabel di atas merangkum bagaimana I.League mengalihkan beban regulasi menjadi peluang keuntungan bagi klub. Hal ini diharapkan menjadi solusi jalan tengah di tengah meningkatnya jumlah pemain asing di liga nasional.
Selain menguntungkan pihak klub secara ekonomi, kebijakan ini memiliki visi jangka panjang untuk mendukung Timnas Indonesia. Jam terbang kompetitif yang cukup di level liga sangat dibutuhkan oleh pemain muda untuk menjaga performa saat membela tim nasional di berbagai kelompok umur.