Divaldo Alves, mantan pelatih Persik Kediri, kini memulai lembaran baru dalam karier kepelatihannya di benua Afrika. Ia secara resmi diperkenalkan sebagai juru taktik baru untuk klub GD Interclube mulai akhir Juni 2026.
Klub barunya ini merupakan salah satu kontestan yang bersaing di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Angola, yang dikenal dengan nama Girabola. Sebelum hijrah ke Angola, Divaldo sempat berkarier di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2025/2026.
Pada periode tersebut, ia mengawali musim dengan menakhodai PSBS Biak di kompetisi domestik. Memasuki putaran kedua BRI Super League, pelatih asal Portugal ini kemudian berpindah tugas untuk menangani skuad Persijap Jepara.
Divaldo Alves menjelaskan bahwa GD Interclube bukanlah tim sembarangan di kancah sepak bola Angola. Menurutnya, klub tersebut merupakan salah satu tim besar yang memiliki akar sejarah panjang dan kaya akan prestasi domestik.
Selain sejarahnya yang mentereng, Interclube juga dinilai memiliki fondasi organisasi dan infrastruktur pendukung yang sangat mumpuni. Fasilitas yang tersedia di sana dianggap sangat menunjang pengembangan performa para atlet dan tim kepelatihan.
Hal menarik lainnya adalah status kepemilikan klub yang memiliki kaitan erat dengan instansi keamanan negara. Interclube diketahui merupakan klub sepak bola yang berada di bawah naungan kepolisian Angola.
Klub ini juga tidak hanya berfokus pada cabang olahraga sepak bola semata dalam pengembangannya. Mereka turut mengelola beberapa divisi olahraga prestasi lainnya, seperti bola voli, bola tangan (handball), hingga olahraga basket.
Divaldo Alves mengungkapkan kesan pertamanya bahwa segala hal di klub tersebut berjalan dengan sangat baik. "Sejauh ini semuanya lancar. Interclube adalah klub besar di sini dan pernah merasakan gelar juara," tuturnya kepada Bola.com.
Ia juga menekankan bahwa struktur organisasi di klub tersebut sangat tertata dengan rapi dan profesional. Pengelolaan yang solid ini menjadi salah satu alasan kuat di balik reputasi besar yang mereka miliki di Angola.
Ambisi Meraih Kembali Kejayaan Liga
Manajemen Interclube menaruh harapan tinggi pada pundak pelatih berusia 47 tahun tersebut untuk musim kompetisi mendatang. Mereka berambisi membawa tim kembali menjadi penantang kuat dalam perebutan mahkota juara Liga Angola.
Meski target jangka panjang adalah juara, manajemen juga memberikan target antara yang dinilai lebih realistis untuk musim debutnya. Divaldo diminta untuk memastikan tim setidaknya mampu mengakhiri kompetisi di posisi tiga besar klasemen akhir.
Divaldo mengakui bahwa tantangan ini diberikan karena klub sudah cukup lama absen dalam merasakan manisnya gelar juara liga. "Manajemen memberikan tantangan ini supaya tim bisa bangkit dan kembali ke jalur yang seharusnya," ujar Divaldo.
Ia menambahkan bahwa jika gelar juara belum bisa diraih di musim pertama, posisi minimal di tiga besar adalah kewajiban. Fokus penuh untuk mengejar trofi utama kemungkinan besar akan dicanangkan pada tahun kedua masa jabatannya.
Namun, Divaldo tetap membuka peluang untuk memberikan kejutan manis bagi para pendukung tim di musim perdananya. Ia menyebutkan bahwa meraih trofi piala domestik atau pencapaian sejenis akan menjadi kebahagiaan besar bagi pihak manajemen.
Mengenai urusan kontrak kerja, pelatih asal Portugal ini menyepakati durasi kerja sama selama satu tahun di awal. Dalam kesepakatan tersebut, terdapat klausul mengenai perpanjangan otomatis jika target yang ditetapkan berhasil tercapai.
Divaldo memahami benar bahwa membangun tim yang tangguh membutuhkan sebuah proses berkesinambungan dan waktu yang tidak instan. Oleh karena itu, tahun pertama akan ia fokuskan pada persiapan fundamental dan penguatan kedalaman skuad.
Strategi ini dirancang agar tim memiliki fondasi yang kuat saat memasuki tahun kedua untuk mengejar target utama. "Target pertamanya adalah kekuatan tim untuk tahun pertama, baru kemudian fokus juara di tahun berikutnya," jelasnya.
Kolaborasi dengan Analis dari Indonesia
Dalam petualangannya di Afrika kali ini, Divaldo Alves tidak berangkat sendirian menuju Angola. Ia memutuskan untuk memboyong satu sosok tenaga ahli asal Indonesia guna membantunya di staf kepelatihan.
Sosok yang dimaksud adalah Zulfikar Firmansyah, seorang video analis yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Divaldo. Kolaborasi keduanya sudah terjalin sejak mereka masih sama-sama membela bendera Persik Kediri di Liga Indonesia.
Divaldo memberikan pujian tinggi terhadap kapasitas dan etos kerja yang dimiliki oleh rekan kerjanya tersebut. Ia menilai Zulfikar memiliki kecerdasan dalam menerjemahkan setiap instruksi dan kebutuhan taktis yang diinginkan pelatih kepala.
Menurut pandangan Divaldo, Zulfikar merupakan talenta muda yang memiliki potensi sangat besar untuk menembus level sepak bola internasional. Bahkan, ia percaya sang analis punya kualitas yang cukup untuk berkarier di liga-liga top Eropa di masa depan.
Keputusan membawa Zulfikar juga didasari oleh keinginan Divaldo untuk terus memberikan kesempatan bagi tenaga lokal berbakat. Selain itu, kehadiran orang Indonesia di sisinya membuatnya tetap bisa berinteraksi menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari.
Selain memboyong analis dari Indonesia, Divaldo juga melengkapi jajaran stafnya dengan tenaga ahli dari negara asalnya. Ia turut menyertakan satu orang manajer tim dan satu asisten pelatih yang berasal dari Portugal.
Zulfikar Firmansyah sendiri bukanlah nama baru yang asing di industri sepak bola nasional karena rekam jejaknya yang cukup impresif. Ia memiliki pengalaman yang luas dengan pernah melayani berbagai kelompok usia di tim nasional maupun klub profesional.
Berikut adalah rincian rekam jejak karier Zulfikar Firmansyah sebagai video analis profesional:- Menjadi bagian dari staf kepelatihan Nova Arianto di Timnas Indonesia U-16.
- Bertugas sebagai analis video untuk Timnas Indonesia U-22 di bawah arahan pelatih Indra Sjafri.
- Memperkuat jajaran staf teknis di klub Persik Kediri pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
- Memulai pengalaman teknisnya saat bekerja sama dengan klub Mataram Utama.
Dengan latar belakang pengalaman yang solid tersebut, Zulfikar diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kesuksesan GD Interclube. Kehadirannya menjadi bukti bahwa tenaga ahli sepak bola Indonesia mulai dilirik untuk berkarier di luar negeri.
Divaldo Alves berharap kombinasi antara keahlian teknis dari Portugal dan Indonesia ini dapat membawa perubahan positif bagi klub. Fokus utama saat ini adalah segera beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Angola sebelum kompetisi resmi digulirkan.
Informasi mengenai profil singkat dan struktur kepelatihan GD Interclube musim 2026:| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Nama Klub | GD Interclube (Angola) |
| Pelatih Kepala | Divaldo Alves (Portugal) |
| Video Analis | Zulfikar Firmansyah (Indonesia) |
| Target Musim Pertama | Finish di Posisi 3 Besar Girabola |
| Durasi Kontrak | 1 Tahun + Opsi Perpanjangan Otomatis |
| Afiliasi Klub | Kepolisian Nasional Angola |
Tabel di atas merangkum beberapa poin krusial terkait kepindahan Divaldo Alves dan stafnya ke liga utama Angola. Kehadiran Zulfikar Firmansyah menjadi catatan bersejarah bagi tenaga ahli sepak bola asal Indonesia yang berkiprah di benua Afrika.
Kini tantangan besar telah menanti mereka di Girabola, di mana ekspektasi pendukung dan manajemen sangatlah tinggi. Keberhasilan mereka di musim pertama akan menjadi kunci bagi kelangsungan proyek jangka panjang yang telah dirancang oleh Divaldo Alves.