Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazario, baru-baru ini melayangkan kritik keras kepada pelatih Carlo Ancelotti setelah kegagalan Selecao di Piala Dunia 2026. Brasil harus angkat koper lebih awal usai ditaklukkan Norwegia dengan skor 1-2 pada babak 16 besar.
Ronaldo menilai bahwa kekalahan tersebut merupakan dampak langsung dari strategi yang tidak tepat sejak awal. Pria berjuluk The Phenomenon ini menganggap keputusan taktis Ancelotti sudah keliru bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan.
Analisis Kekalahan dari Norwegia
Menurut Ronaldo, Norwegia bermain sangat solid dan disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih. Ia juga mengakui ketajaman Erling Haaland yang mampu memanfaatkan setiap kelengahan barisan pertahanan Brasil.
"Kita harus jujur bahwa Norwegia layak untuk melaju ke babak berikutnya," ungkap Ronaldo seperti yang dilaporkan oleh Sport pada Senin (6/7). Ia menekankan bahwa organisasi permainan lawan sangat merepotkan tim Samba.
Ronaldo menyayangkan keputusan-keputusan krusial yang diambil tim teknis Brasil sebelum pertandingan berlangsung. Baginya, kesalahan sekecil apa pun di kompetisi sekelas Piala Dunia akan langsung berakibat fatal bagi perjalanan tim.
Sorotan Tajam Terhadap Menit Bermain Endrick
Salah satu poin yang paling dipermasalahkan oleh peraih trofi Piala Dunia 2002 ini adalah jarangnya Endrick diturunkan. Ronaldo merasa penyerang muda berbakat tersebut tidak mendapatkan kesempatan yang layak di bawah asuhan Ancelotti.
Ia melihat Endrick selalu mampu memberikan perubahan positif dan energi baru setiap kali masuk ke lapangan. "Saya benar-benar heran mengapa pemain yang bisa memberikan kejutan seperti dia lebih banyak menghuni bangku cadangan," tuturnya.
Mantan pemain Real Madrid ini menegaskan bahwa talenta muda seperti Endrick seharusnya diberikan panggung lebih besar. Ia merasa Brasil menyia-nyiakan potensi ledakan serangan yang dimiliki pemain masa depan tersebut.
Kritik untuk Performa Vinicius Junior
Selain membidik sang pelatih, Ronaldo juga memberikan teguran keras kepada bintang utama tim, Vinicius Junior. Ia menilai penyerang sayap tersebut tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya di level internasional.
Ronaldo menganggap ada perbedaan besar antara penampilan Vinicius di level klub dan saat membela negara. "Vinicius harus memikul tanggung jawab karena performanya di turnamen ini jauh di bawah standar biasanya," tegas Ronaldo.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi alasan kekecewaan Ronaldo Nazario terhadap performa Brasil di Piala Dunia 2026:
Daftar poin evaluasi Ronaldo Nazario:
- Kesalahan taktis pelatih Carlo Ancelotti dalam pemilihan pemain utama.
- Kurangnya menit bermain bagi penyerang muda potensial, Endrick.
- Ketidakmampuan Vinicius Junior dalam memimpin lini serang secara efektif.
- Disiplin tinggi lawan yang gagal diantisipasi oleh strategi timnas Brasil.
Kritik ini mencerminkan rasa frustrasi publik Brasil yang melihat skuad bertabur bintang mereka harus tersisih lebih cepat. Hasil ini pun memicu perdebatan panjang mengenai masa depan kepemimpinan Ancelotti di kursi pelatih Selecao.
Tersingkirnya Brasil oleh dua gol Erling Haaland menjadi catatan kelam dalam sejarah partisipasi mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. Kini, federasi sepak bola Brasil harus menghadapi gelombang desakan untuk melakukan evaluasi total pada skuad nasional mereka.