Pelatih kawakan asal Portugal, Ruben Amorim, baru-baru ini berbicara secara terbuka mengenai babak baru dalam karier kepelatihannya bersama raksasa Italia, AC Milan. Secara mengejutkan, ia mengungkapkan bahwa menakhodai Rossoneri memberikan tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan pengalamannya saat memimpin Manchester United.
Pernyataan ini muncul setelah Amorim secara resmi ditunjuk sebagai suksesor Massimiliano Allegri di San Siro. Ia telah menyepakati kerja sama jangka panjang dengan durasi kontrak selama tiga tahun untuk membangkitkan performa Milan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Pelatih yang kini menginjak usia 41 tahun tersebut telah tiba di kota Milan pada Senin, 7 Juli 2026. Kehadirannya di markas besar klub menandai dimulainya ambisi besar untuk membawa perubahan signifikan bagi tim yang bermarkas di San Siro tersebut.
Ambisi Besar Ruben Amorim di San Siro
Mengutip laporan dari Calciomercato, Ruben Amorim menyatakan rasa bahagianya yang sangat mendalam setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar AC Milan. Baginya, mendapatkan kepercayaan untuk melatih klub sebesar Rossoneri adalah sebuah kehormatan yang luar biasa dalam karier profesionalnya.
Amorim juga menjelaskan bahwa AC Milan selalu memiliki tempat yang istimewa di hatinya sejak lama. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa dirinya tidak merasa ragu sedikit pun saat manajemen Milan menyodorkan tawaran pekerjaan tersebut.
Beberapa poin penting terkait kepindahan Ruben Amorim ke AC Milan meliputi:
- Amorim menandatangani kontrak resmi dengan durasi selama tiga tahun ke depan.
- Ia didampingi oleh tim teknis kepercayaannya, termasuk Carlos Fernandes dan Emanuel Ferro.
- Staf kepelatihan lainnya yang turut bergabung adalah Adelio Candido serta Jorge Vital sebagai pelatih kiper.
- Misi utamanya adalah mengembalikan Milan ke papan atas klasemen Serie A dan kompetisi Liga Champions.
Kehadiran staf kepelatihan yang solid diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi strategi Amorim di skuad Milan. Kolaborasi ini menjadi kunci penting bagi keberhasilan proyek jangka panjang yang dicanangkan oleh manajemen klub.
Tantangan yang Lebih Berat Daripada Manchester United
Meskipun merasa sangat antusias, Amorim tidak menampik bahwa ia sempat memiliki keinginan untuk mencari pekerjaan dengan tekanan yang lebih rendah. Hal ini dipicu oleh masa-masa sulit dan melelahkan yang ia lalui selama berkarier di Liga Inggris bersama Manchester United.
Namun, setelah menganalisis situasi di Milan, ia justru merasa beban tanggung jawab di klub ini jauh lebih masif. "Ini adalah tantangan yang sangat besar bagi saya, meski sebenarnya saya sempat ingin mencari tantangan yang lebih ringan," ungkapnya.
Ia bahkan secara gamblang menyebut bahwa pekerjaan di Milan kemungkinan besar akan jauh lebih berat daripada tantangan sebelumnya di Old Trafford. Kendati demikian, Amorim menegaskan bahwa dirinya dan seluruh staf merasa sangat bangga bisa menerima tanggung jawab besar tersebut.
Catatan karier Amorim sebelumnya memang penuh dengan dinamika saat ia dipecat oleh Manchester United pada Januari 2026. Berikut adalah rincian statistik Amorim selama menangani Setan Merah dalam periode 14 bulan yang penuh tekanan.
Statistik Kepelatihan Ruben Amorim di Manchester United:
| Kategori Statistik | Detail Informasi |
|---|---|
| Masa Jabatan | November 2024 - Januari 2026 |
| Total Pertandingan | 63 Laga |
| Jumlah Kemenangan | 25 Kali Menang |
| Persentase Kemenangan | Sekitar 39,6% |
Selama masa kepemimpinannya di Inggris, Amorim sering menjadi sasaran kritik tajam dari berbagai pihak. Kritik tersebut umumnya menyoroti pendekatan taktik yang ia terapkan serta performa tim yang dianggap tidak stabil di setiap pekannya.
Misi Mengembalikan Mentalitas Juara AC Milan
Menjelang musim baru, Amorim menegaskan bahwa target utamanya di Italia hanyalah satu, yaitu membawa AC Milan kembali ke jalur kemenangan. Ia sangat menyadari bahwa tantangan yang ada di depan mata tidak akan mudah untuk diselesaikan dalam waktu singkat.
Menurut pelatih asal Portugal ini, setiap individu yang menjabat sebagai pelatih di Milan wajib memiliki mentalitas juara yang kuat. "Saya datang ke Milan untuk menang, karena itulah standar yang harus dimiliki setiap pelatih di sini," tegas Amorim dengan penuh keyakinan.
Ia juga mengakui bahwa dirinya tidak bersikap naif terhadap situasi sulit yang sedang dihadapi oleh skuad Rossoneri saat ini. Amorim memahami sepenuhnya bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar tim bisa tampil kompetitif kembali seperti sediakala.
Target kebangkitan ini menjadi sangat krusial mengingat AC Milan harus menelan pil pahit pada musim kompetisi sebelumnya. Kegagalan melaju ke Liga Champions merupakan pukulan telak yang ingin segera diperbaiki oleh manajemen dan pendukung setia klub.
Sebagai informasi tambahan, pada musim lalu AC Milan hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi kelima klasemen akhir Serie A. Mereka tertinggal cukup jauh, yakni selisih 17 poin, dari rival sekota mereka, Inter Milan, yang keluar sebagai peraih gelar juara.