Ruben Amorim Masuk Radar AC Milan, Kandidat Mengejutkan Pengganti Allegri di 2026

Ruben Amorim Masuk Radar AC Milan, Kandidat Mengejutkan Pengganti Allegri di 2026

Ruben Amorim tampaknya tidak butuh waktu lama untuk kembali ke kursi kepelatihan setelah meninggalkan Manchester United. Nama pelatih asal Portugal tersebut kini mencuat sebagai salah satu kandidat kuat untuk memimpin raksasa Italia, AC Milan.

Kabar ini menyusul keputusan tegas manajemen AC Milan yang memberhentikan Massimiliano Allegri. Pemecatan tersebut merupakan konsekuensi langsung setelah Rossoneri gagal mengamankan tiket menuju kompetisi Liga Champions musim depan.

Meskipun Amorim masih berstatus tanpa klub sejak didepak dari Old Trafford pada Januari lalu, profilnya tetap menarik minat klub elit Eropa. Pengalamannya menangani tim besar membuatnya kembali masuk dalam radar bursa pelatih kelas atas di Benua Biru.

Menurut laporan dari Daily Mail Sport, juru taktik berusia 41 tahun itu kini berada dalam daftar prioritas manajemen Milan. Sementara itu, Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa pembicaraan langsung antara Amorim dan petinggi klub San Siro telah berlangsung.

Upaya Perombakan Skuad di San Siro

Pihak AC Milan saat ini memang sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan nakhoda baru setelah musim yang penuh gejolak. Kegagalan melaju ke kancah Eropa menjadi alasan utama berakhirnya masa jabatan Allegri di kursi pelatih.

Keputusan besar ini tidak hanya berdampak pada posisi pelatih utama, tetapi juga melibatkan perombakan jajaran manajemen lainnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah total dari pemilik klub untuk mengubah arah tim agar lebih kompetitif di masa depan.

Walaupun Amorim menjadi nama yang santer diperbincangkan, ia bukan satu-satunya kandidat yang sedang dipertimbangkan. AC Milan diketahui memiliki beberapa opsi pelatih lain yang saat ini juga sedang dalam tahap penjajakan serius.

Beberapa nama yang masuk dalam daftar pantauan manajemen Rossoneri antara lain sebagai berikut:

Daftar Pelatih yang Masuk Radar AC Milan:
  • Ruben Amorim: Mantan pelatih Manchester United yang dikenal dengan pendekatan taktik yang sangat dinamis.
  • Oliver Glasner: Eks manajer Crystal Palace yang memiliki reputasi baik dalam membangun struktur tim yang solid.
  • Matthias Jaissle: Pelatih muda berbakat yang saat ini masih menangani klub Arab Saudi, Al Ahli.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa diskusi telah dilakukan dengan kandidat-kandidat tersebut, namun belum ada kesepakatan resmi yang terjalin. Milan masih menimbang dengan cermat siapa sosok yang paling tepat untuk memimpin proyek baru mereka.

Alasan Ketertarikan Milan terhadap Amorim

Berdasarkan informasi dari Gazzetta dello Sport, ada alasan khusus mengapa profil Ruben Amorim begitu memikat bagi petinggi AC Milan. Gaya permainan tim yang ia asuh dinilai memiliki agresivitas tinggi dan fokus pada penguasaan bola yang cepat.

Filosofi pressing tinggi yang diusung Amorim dianggap sangat relevan dengan visi Milan yang ingin membangun identitas baru. Klub menginginkan tim yang lebih energetik dan mampu memberikan tekanan konsisten kepada lawan di lapangan.

Menariknya, ketertarikan Milan terhadap Amorim bukanlah hal yang baru muncul di tahun ini saja. Sang pelatih sebenarnya sudah masuk dalam pantauan I Rossoneri pada pertengahan tahun 2024 yang lalu.

Pada saat itu, Milan pada akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Paolo Fonseca sebagai pelatih kepala mereka. Namun kali ini, negosiasi dengan Amorim dikabarkan jauh lebih serius dan memiliki peluang realisasi yang lebih besar.

Masa Sulit Amorim di Old Trafford

Rekam jejak Ruben Amorim di Manchester United memang diwarnai oleh ekspektasi besar yang tidak kunjung menjadi kenyataan. Ia harus mengakhiri masa tugasnya pada Januari lalu setelah menjabat selama sekitar 14 bulan di Inggris.

Pemutusan hubungan kerja tersebut terjadi tak lama setelah konferensi pers yang cukup panas menyusul hasil imbang melawan Leeds. Dalam kesempatan itu, Amorim secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap direktur sepak bola klub, Jason Wilcox.

Belakangan terungkap bahwa ketegangan antara Amorim dan manajemen United sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Perselisihan internal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat akhir masa jabatannya di Old Trafford.

Catatan statistik Amorim bersama Setan Merah memang dianggap kurang memuaskan bagi standar klub sebesar United. Ia hanya mampu membawa tim finis di urutan ke-15 pada musim perdananya serta mengalami kekalahan di final Liga Europa.

Besarnya biaya yang dikeluarkan Manchester United untuk proses perekrutan hingga pemecatan Amorim beserta stafnya juga menjadi sorotan. Angka total kompensasi dan operasional tersebut dikabarkan mencapai hampir 27 juta poundsterling.

Keberhasilan Carrick Setelah Era Amorim

Setelah kepergian Amorim, Manchester United justru menunjukkan grafik performa yang meningkat secara signifikan di bawah kendali Michael Carrick. Carrick ditunjuk sebagai pengganti sementara dan berhasil membawa perubahan positif di dalam ruang ganti.

Di bawah arahan Carrick, United sukses mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen dan mengamankan jatah Liga Champions. Pencapaian ini membuat manajemen tidak ragu untuk memberikan kontrak permanen berdurasi dua tahun kepadanya.

Hingga saat ini, Ruben Amorim sendiri masih memilih untuk bungkam terkait detail pengalamannya selama melatih di Inggris. Ia belum memberikan pernyataan terbuka mengenai konflik maupun kegagalan yang ia alami selama berada di Manchester.

Dari sisi finansial, Amorim dilaporkan menerima dana kompensasi pemecatan sebesar 10 juta poundsterling dari pihak Manchester United. Namun, jumlah total yang bisa ia terima berpotensi membengkak hingga 15,9 juta poundsterling tergantung situasi pekerjaannya ke depan.

Peluang yang datang dari AC Milan ini bisa menjadi titik balik krusial bagi karier profesional Ruben Amorim. Berikut adalah perbandingan ringkas mengenai situasi Amorim antara di Manchester United dan potensi di AC Milan:

Perbandingan Situasi Karier Ruben Amorim:
Aspek Perbandingan Masa di Manchester United Potensi di AC Milan
Durasi Jabatan 14 Bulan Tahap Negosiasi
Prestasi Utama Finalis Liga Europa Target Liga Champions
Gaya Permainan Transisi Agresif High Pressing (Diharapkan)
Kompensasi Keluar ± 10 Juta Poundsterling N/A

Tabel di atas merangkum bagaimana perjalanan Amorim sebelumnya dan tantangan besar yang sudah menantinya di Italia jika kesepakatan tercapai. Milan akan menjadi panggung pembuktian bagi Amorim untuk menunjukkan bahwa dirinya tetap merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia.

Jika nantinya resmi bergabung dengan Milan, Amorim memiliki misi besar untuk mengembalikan kejayaan klub di kompetisi domestik maupun Eropa. Kesempatan kedua di klub raksasa seperti Milan tentu tidak akan disia-siakan oleh pelatih asal Portugal tersebut.

Artikel terkait