Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani kembali menjadi perbincangan hangat di tengah kabar Keluarga Glazer yang benar-benar ingin melepas kepemilikan Manchester United secara total. Namun, pengusaha tajir asal Qatar tersebut dikabarkan enggan kembali memberikan tawaran untuk mengakuisisi klub raksasa Inggris itu.
Pihak Sheikh Jassim disebut-sebut masih mengalami trauma akibat proses negosiasi yang berlarut-larut pada tahun 2023 silam. Saat itu, upaya mereka untuk membeli Setan Merah secara penuh harus berakhir dengan kegagalan yang mengecewakan.
Enggan Kembali ke Meja Perundingan
Melansir laporan dari Daily Mail, hingga saat ini belum ada kontak resmi yang dilakukan antara pihak pemilik klub dengan konsorsium Qatar tersebut. Sheikh Jassim dikabarkan tidak memiliki niat sedikit pun untuk kembali mengajukan proposal pembelian dalam waktu dekat.
Keputusan ini didasari oleh pengalaman pahit di masa lalu ketika Keluarga Glazer menolak tawaran menggiurkan mereka. Hal ini membuat grup konglomerat Doha itu memilih untuk menjauh dari proses penjualan klub kali ini.
Berikut adalah ringkasan perbandingan tawaran yang pernah terjadi di Manchester United:
| Pihak Pembeli | Nilai Tawaran | Status Kesepakatan |
|---|---|---|
| Sheikh Jassim (2023) | 5 Miliar Paun | Ditolak oleh Glazer |
| Sir Jim Ratcliffe (2023) | 1,3 Miliar Paun | Diterima (25% Saham) |
Tabel di atas menunjukkan betapa besarnya tawaran Sheikh Jassim yang sebelumnya sempat diabaikan demi kerja sama parsial dengan Sir Jim Ratcliffe. Kini, meskipun peluang terbuka lebar, minat dari Qatar tampaknya sudah mendingin.
Dinamika Perubahan Pemilik di Old Trafford
Pada Agustus 2025, muncul klausul "drag along" dalam kesepakatan antara Glazer dan Ratcliffe yang memungkinkan penjualan seluruh saham klub secara sekaligus. Kondisi ini secara teknis membuka jalan bagi investor baru untuk mengambil alih kendali penuh Old Trafford.
Meski peluang terbuka, sumber internal di Qatar tetap menegaskan bahwa sikap mereka belum berubah sejak tahun lalu. Mereka tetap pada pendirian semula untuk tidak lagi mencampuri urusan akuisisi Manchester United.
Di tengah ketidakpastian pemilik baru, performa tim di bawah asuhan Michael Carrick justru menunjukkan tren positif. Manchester United berhasil mengakhiri musim lalu di posisi tiga besar klasemen Liga Inggris dan memastikan tempat di Liga Champions.
Kondisi internal klub yang stabil secara prestasi ini diharapkan bisa meningkatkan daya tarik bagi investor lain, meskipun nama Sheikh Jassim mungkin sudah tidak ada lagi dalam daftar calon pembeli potensial.