Keputusan Liverpool menunjuk Andoni Iraola sebagai suksesor manajer tim memicu beragam reaksi dari publik sepak bola. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai perjudian besar bagi klub sebesar The Reds.
Iraola resmi diperkenalkan sebagai nakhoda baru pada Jumat (5/6/2026) dini hari WIB dengan kontrak berdurasi dua tahun. Ia dijadwalkan mulai memimpin sesi latihan pramusim skuad Liverpool pada pertengahan Juli mendatang.
Peran Vital Richard Hughes di Balik Penunjukan
Kedatangan pelatih asal Basque, Spanyol, ini ke Anfield tidak lepas dari pengaruh kuat Richard Hughes yang menjabat sebagai Direktur Olahraga. Hughes merupakan sosok yang sangat mengenal karakter dan kualitas kerja Iraola sejak masa mereka di Bournemouth.
Keduanya sempat bekerja sama ketika Hughes memboyong Iraola ke Bournemouth tiga tahun silam. Berdasarkan pengalaman tersebut, Hughes meyakini bahwa Iraola adalah sosok tepat untuk membangkitkan performa Liverpool yang sedang merosot.
Prestasi fenomenal Iraola di Bournemouth menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen klub. Meski komposisi pemainnya sempat berkurang akibat bursa transfer, ia tetap mampu mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Namun, tantangan di Anfield dipastikan akan jauh lebih berat dibandingkan pengalaman Iraola sebelumnya. Tekanan besar dari suporter dan tuntutan untuk selalu meraih trofi menjadi ujian nyata bagi kapasitas sang pelatih baru.
Menakar Statistik Kepelatihan Andoni Iraola
Bagi para pendukung yang penasaran, rekam jejak statistik Iraola memberikan gambaran yang cukup menarik. Selama tiga musim di Bournemouth, ia mencatatkan 47 kemenangan dari total 127 pertandingan resmi di semua kompetisi.
Jika ditarik lebih jauh ke masa lalu, Iraola juga memiliki pengalaman menangani Rayo Vallecano di Liga Spanyol. Di sana, ia meraih 54 kemenangan dari 136 laga dengan persentase kemenangan mencapai hampir 40 persen.
Berikut adalah rangkuman statistik lengkap perjalanan karier kepelatihan Andoni Iraola :
| Klub | Periode Kerja | Laga | Menang | Seri | Kalah | Rasio Menang |
|---|---|---|---|---|---|---|
| AEK Larnaca | 2018 - 2019 | 29 | 12 | 9 | 8 | 41,4% |
| Mirandes | 2019 - 2020 | 49 | 18 | 17 | 14 | 36,7% |
| Rayo Vallecano | 2020 - 2023 | 136 | 54 | 32 | 50 | 39,7% |
| Bournemouth | 2023 - 2026 | 127 | 47 | 40 | 40 | 37,0% |
Data di atas menunjukkan performa konsisten Iraola di berbagai level kompetisi meski dengan rasio kemenangan yang fluktuatif. Persentase kemenangan tertingginya justru diraih saat melatih klub Siprus, AEK Larnaca, yang juga membuahkan trofi Piala Super Siprus.
Hingga saat ini, gelar juara di Siprus tersebut masih menjadi satu-satunya trofi yang pernah diraih Iraola sepanjang karier kepelatihannya. Hal ini tentu menjadi sorotan mengingat ekspektasi tinggi yang kini dipikulnya di Liverpool.
Iraola kini harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar "pelatih tim kuda hitam" yang hanya bisa membuat kejutan. Publik Anfield kini menanti apakah gaya permainannya mampu membawa Liverpool kembali ke jalur juara Liga Inggris musim depan.