Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyadari sepenuhnya ekspektasi tinggi yang menyertai status besar klub barunya tersebut. Ia menegaskan bahwa satu-satunya tolok ukur keberhasilan bagi tim sekelas Macan Kemayoran adalah dengan mengangkat trofi juara.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut membawa misi besar untuk mengembalikan masa kejayaan klub ibu kota ke jalur yang semestinya. Harapan ini muncul setelah Persija mengalami masa paceklik gelar domestik selama delapan tahun terakhir sejak kompetisi Liga 1 2018.
Misi Besar Menjelang Satu Abad Persija
Keputusan manajemen Persija merekrut Shin Tae-yong bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari persiapan menyambut agenda besar Jakarta dua tahun mendatang. Momentum ini berkaitan erat dengan perayaan hari jadi Jakarta pada 2027 serta peringatan ulang tahun ke-100 Persija pada 2028.
Dalam sebuah wawancara melalui kanal YouTube resmi klub, Shin Tae-yong menyoroti identitas Persija sebagai tim ibu kota dengan basis suporter yang sangat masif. Faktor inilah yang membuatnya merasa bahwa kesuksesan tim hanya bisa diakui melalui pencapaian gelar juara.
"Mengingat klub ini belum pernah juara lagi selama delapan tahun, sekarang adalah waktu yang tepat untuk meraihnya kembali. Juara sangat penting agar tim memiliki gengsi di kompetisi Super League Indonesia," ungkap Shin Tae-yong.
Kunci Keberhasilan di Mata Shin Tae-yong
Meski memiliki reputasi mentereng, Shin Tae-yong menegaskan bahwa target juara tidak akan bisa dicapai melalui peran pelatih saja. Baginya, dukungan penuh dan pemahaman taktik dari para pemain di lapangan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Pelatih berusia 55 tahun tersebut menekankan bahwa skema permainan sebaik apa pun akan sia-sia jika pemain tidak bekerja keras. Ia mengingatkan bahwa kemenangan merupakan hasil kolektif dari perjuangan seluruh elemen yang ada di dalam tim.
Beberapa poin utama yang ditekankan Shin Tae-yong kepada para pemain Persija antara lain:
- Menanamkan mentalitas pengorbanan yang tinggi demi kepentingan tim di setiap pertandingan.
- Kesadaran untuk berlari lebih banyak dan bekerja lebih keras dibandingkan rekan setim di lapangan.
- Pentingnya individu pemain dalam memberikan performa maksimal demi kepuasan para pendukung.
- Membangun kerja sama tim yang solid agar strategi pelatih dapat berjalan dengan efektif.
Arahan tersebut diharapkan dapat memotivasi para penggawa Macan Kemayoran untuk tampil lebih bertenaga dalam menghadapi musim kompetisi yang baru. Shin Tae-yong yakin, jika setiap individu sudah bekerja keras, kemenangan dan kepuasan fans akan datang dengan sendirinya.
Saat ini, Persija Jakarta juga sudah mulai menyusun agenda pramusim secara detail bersama sang pelatih. Langkah awal ini diambil guna memastikan kesiapan fisik dan taktik tim sebelum benar-benar bertarung di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.