Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memberikan pembelaan tegas terhadap kualitas Timnas Indonesia saat ini. Ia menolak anggapan publik yang menyebut skuad Garuda hanya mampu tampil dominan saat bermain di markas sendiri atau "jago kandang".
Menurut Sumardji, kondisi Timnas Indonesia sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Proses pembenahan yang terus berjalan menunjukkan progres positif yang signifikan bagi perkembangan tim nasional.
Pernyataan Sumardji mengenai perkembangan timnas:
- Timnas Indonesia telah mengalami perubahan besar dan bukan lagi tim yang hanya jago di kandang sendiri.
- Adanya progres nyata hasil dari pembenahan internal yang dilakukan secara konsisten oleh PSSI.
- Kesiapan tim semakin matang menjelang turnamen Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli mendatang.
Penegasan ini muncul di tengah persiapan intensif Indonesia menyambut Piala AFF yang akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Sumardji memastikan koordinasi antara BTN dan tim kepelatihan terus terjalin sangat erat.
Kolaborasi Intensif dengan John Herdman
Sumardji mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja setiap hari bersama pelatih John Herdman untuk mematangkan strategi. Bahkan, ia menyebut tim manajerial dan kepelatihan kini bekerja dalam satu ruangan guna mempercepat koordinasi.
Segala aspek pendukung mulai dari perencanaan hingga teknis lapangan dibahas secara mendalam demi mencapai target maksimal. Sinergi ini diharapkan mampu membawa hasil yang memuaskan pada kompetisi sepak bola bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Rencana persiapan Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman:
- Koordinasi harian yang sangat intensif antara BTN dan jajaran tim pelatih di satu kantor yang sama.
- Penyusunan rencana matang yang mencakup aspek kesiapan fisik, taktik, hingga mental pemain.
- Target besar untuk membuktikan hasil kerja keras tim dalam turnamen Piala AFF 2026 mendatang.
Manajemen tim nasional saat ini sangat optimis dengan persiapan yang telah dijalankan. Evaluasi total terhadap performa tim di masa lalu juga menjadi landasan utama dalam menyusun program latihan terbaru.
Evaluasi Mental dan Ambisi Juara
Sejarah mencatat Indonesia telah menjadi runner-up Piala AFF sebanyak enam kali, yakni pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Sumardji menyadari bahwa kegagalan meraih trofi selama ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang kini sedang diperbaiki.
Salah satu fokus utama evaluasi kali ini adalah pembangunan karakter dan kekuatan mental para pemain di lapangan. Hal ini dinilai sangat krusial agar pemain tetap tenang dan tangguh saat menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.
Data pencapaian Timnas Indonesia sebagai runner-up Piala AFF:
| Edisi Turnamen | Status Akhir |
|---|---|
| Piala AFF 2000 | Runner-up |
| Piala AFF 2002 | Runner-up |
| Piala AFF 2004 | Runner-up |
| Piala AFF 2010 | Runner-up |
| Piala AFF 2016 | Runner-up |
| Piala AFF 2020 | Runner-up |
Data di atas menunjukkan betapa seringnya Indonesia hampir menjadi juara namun selalu kandas di partai puncak. Untuk memutus rantai tersebut, John Herdman kini menerapkan pola latihan yang menyeimbangkan tiga pilar utama.
Pelatih asal Inggris tersebut mengombinasikan kekuatan mental, ketahanan fisik, serta pengasahan skill individu dan tim. Sumardji meyakini kolaborasi ketiga aspek tersebut akan menciptakan kekuatan dahsyat bagi skuad Garuda untuk memenangkan gelar juara.