Klub bulu tangkis legendaris, PB Jaya Raya, resmi melakukan perombakan besar dalam struktur kepengurusannya. Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, kini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum yang baru.
Momen bersejarah ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 PB Jaya Raya. Susy Susanti hadir menggantikan sosok ikonik lainnya, Rudy Hartono Kurniawan, untuk memimpin klub tersebut ke arah yang lebih maju.
Perubahan kepemimpinan ini menjadi simbol komitmen PB Jaya Raya dalam menjaga tradisi juara. Rudy Hartono yang dikenal sebagai pemilik delapan gelar All England, kini menyerahkan tongkat estafet kepada Susy, peraih medali emas pertama Indonesia di Olimpiade 1992.
Acara serah terima jabatan ini digelar secara resmi di Gedung Jaya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (29/6). Prosesi tersebut menandai awal dari babak baru kepengurusan salah satu klub bulu tangkis tertua di tanah air.
Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transisi kepemimpinan. Hal ini sejalan dengan tema besar HUT ke-50 klub, yaitu semangat membangun generasi emas secara berkelanjutan.
Budi menegaskan bahwa PB Jaya Raya sedang memasuki fase penyegaran organisasi. Kehadiran wajah-wajah muda di jajaran pengurus diharapkan mampu meneruskan kejayaan klub di kancah internasional pada masa mendatang.
Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya, Trisna Muliadi, menyampaikan harapan senada mengenai perubahan struktur ini. Ia sangat menginginkan bulu tangkis Indonesia bisa kembali mendominasi persaingan di level kelas dunia.
Trisna memandang transisi ini sebagai estafet kepengurusan yang sebelumnya sudah dirintis oleh almarhum Ciputra atau Pak Ci. Fokus utamanya adalah meningkatkan kedisiplinan demi mengangkat prestasi atlet hingga mencapai standar global.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Rudy Hartono dan Imelda Wigoeno. Keduanya dianggap telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membina pemain muda hingga mampu meraih prestasi yang membanggakan.
Kepada Susy Susanti dan Rosiana Tendean, Trisna memberikan ucapan selamat bertugas. Ia menaruh harapan besar agar pengalaman mereka dapat membawa Indonesia meraih medali emas Olimpiade di edisi-edisi berikutnya.
Informasi Mengenai Struktur Pengurus Baru PB Jaya Raya:
- Ketua Umum Baru: Susy Susanti terpilih menggantikan Rudy Hartono Kurniawan dalam posisi strategis ini.
- Ketua Harian Baru: Rosiana Tendean kini mengisi posisi yang sebelumnya ditempati oleh Imelda Wigoeno sejak tahun 2014.
- Visi Utama: Menciptakan generasi emas bulu tangkis dan mengembalikan dominasi Indonesia di kancah internasional.
- Target Prestasi: Memperoleh medali emas Olimpiade dan prestasi dunia lainnya melalui pembinaan yang disiplin.
Pengangkatan Rosiana Tendean sebagai Ketua Harian juga menjadi sorotan karena ia menggantikan sosok senior, Imelda Wigoeno. Imelda sendiri merupakan bagian dari tim pemenang Piala Uber 1975 dan juara All England 1979.
Rosiana Tendean bukan orang baru di dunia tepok bulu, mengingat rekam jejaknya yang sangat cemerlang pada medio 1983 hingga 1994. Ia adalah pemain spesialis ganda putri dan campuran yang turut andil membawa pulang Piala Uber 1994.
Bagi Susy Susanti, tugas baru sebagai Ketua Umum ini merupakan sebuah penghormatan yang sangat tinggi. Namun, ia menyadari bahwa posisi ini membawa tanggung jawab yang sangat berat bagi perjalanan kariernya.
Susy menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menggantikan sosok besar seperti Rudy Hartono. Baginya, bulu tangkis bukan sekadar olahraga, melainkan bagian hidup yang tak terpisahkan.
Ia merasa seperti kembali ke rumah sendiri karena PB Jaya Raya adalah tempat yang membesarkan namanya sejak kecil. Setelah pensiun sebagai atlet, Susy tetap aktif membina atlet muda di klub yang dicintainya tersebut.
Harapan utama Susy adalah bisa menularkan pengalaman serta mentalitas juara kepada para pemain junior. Tujuannya agar mereka bisa mengharumkan nama klub dan bangsa di podium tertinggi kejuaraan dunia.
Selain perubahan pengurus, PB Jaya Raya juga bersiap menggelar ajang internasional bertajuk Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026. Turnamen ini akan berlangsung pada tanggal 7 hingga 12 Juli mendatang.
Bertempat di GOR PB Jaya Raya Bintaro, kompetisi ini rencananya bakal diikuti oleh atlet dari 18 negara berbeda. Turnamen ini memegang peranan penting dalam menjaring bakat-bakat muda berbakat selama lebih dari satu dekade.
Data Singkat Turnamen Junior International Grand Prix 2026:
| Kategori Data | Keterangan Detail |
|---|---|
| Waktu Pelaksanaan | 7 - 12 Juli 2026 |
| Lokasi Pertandingan | GOR PB Jaya Raya, Bintaro |
| Jumlah Peserta | Atlet dari 18 Negara |
| Kelompok Usia | U-15, U-17, dan U-19 |
| Total Gelar Diperebutkan | 14 Gelar Juara |
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2014, kejuaraan ini telah menjadi bagian vital dalam ekosistem pembinaan nasional. Banyak pemain elit Indonesia yang mengawali karier mereka melalui ajang bergengsi yang diadakan oleh Jaya Raya ini.
Beberapa nama besar yang lahir dari turnamen ini antara lain Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Ribka Sugiarto. Ada pula Lanny Tria Mayasari, serta pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari.
Kejuaraan ini bukan hanya tempat bagi atlet muda untuk unjuk gigi, tetapi juga sarana untuk mengumpulkan poin peringkat resmi. Para atlet lokal dapat menimba pengalaman internasional tanpa perlu melakukan perjalanan jauh ke luar negeri.
Pada edisi tahun ini, persaingan akan dibagi ke dalam tiga kelompok umur, yakni U-15, U-17, dan U-19. Para peserta akan bersaing memperebutkan 14 gelar juara dari berbagai nomor pertandingan yang tersedia.
Nomor yang dipertandingkan mencakup tunggal putra dan putri, serta ganda putra dan putri. Khusus untuk kategori usia U-17 dan U-19, penyelenggara juga akan memainkan nomor ganda campuran untuk menambah sengitnya kompetisi.