Target Pendapatan Meluap, PSIM Resmi Ajukan Tambah Kapasitas Stadion Sultan Agung 2026

Target Pendapatan Meluap, PSIM Resmi Ajukan Tambah Kapasitas Stadion Sultan Agung 2026

Manajemen PSIM Yogyakarta menaruh harapan besar pada peningkatan kapasitas penonton di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Langkah ini dipersiapkan secara matang guna menyambut kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.

Liana Tasno, selaku Direktur Utama PSIM, menyampaikan bahwa penambahan daya tampung stadion menjadi faktor krusial bagi klub. Selain untuk merangkul basis suporter yang besar, kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan klub melalui penjualan tiket.

Evaluasi Pendapatan Tiket Musim Lalu

Dalam evaluasinya, Liana mengungkapkan rasa kecewanya terhadap realisasi pemasukan dari sektor tiket pada musim sebelumnya. Menurutnya, angka yang dihasilkan masih berada di bawah target yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Padahal, pihak manajemen mengaku sudah mematok target yang sangat rasional dan tidak terlalu tinggi. Angka tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi infrastruktur stadion saat ini yang belum maksimal.

Pernyataan resmi Direktur Utama PSIM terkait target pendapatan :

  • Proyeksi pemasukan dari penjualan tiket ternyata masih sangat jauh dari apa yang kami targetkan sebelumnya.
  • Padahal saya tidak menetapkan angka yang agresif, melainkan angka realistis karena menyadari keterbatasan infrastruktur stadion.
  • Kondisi stadion saat ini memang belum mendapatkan peremajaan yang menyeluruh sehingga kapasitasnya terbatas.

Penjelasan di atas disampaikan langsung oleh Liana pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Ia menekankan bahwa faktor fasilitas menjadi penghambat utama dalam mencapai target finansial tersebut.

Pembenahan Berbagai Sektor dan Optimisme Klub

Meskipun menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur, manajemen PSIM tetap menunjukkan sikap optimis menghadapi musim baru. Mereka berkomitmen untuk terus memperbaiki berbagai aspek internal demi menarik minat suporter kembali ke stadion.

Liana yang kini berusia 41 tahun berharap suasana di lingkungan pendukung Laskar Mataram bisa tetap kondusif. Ia meyakini bahwa atmosfer yang positif akan menjadi magnet bagi para penggemar untuk memberikan dukungan langsung.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus perhatian manajemen :

  • Membangkitkan kembali semangat dan antusiasme suporter agar mau hadir secara fisik di setiap pertandingan kandang.
  • Mendorong hadirnya sosok pemimpin di kalangan pendukung yang benar-benar berasal dari hati nurani para suporter.
  • Menciptakan rasa bahagia dan energi positif saat mendukung tim kebanggaan di lapangan hijau.

Harapan-harapan ini muncul karena pada musim lalu, rata-rata kehadiran penonton hanya berkisar di angka 8 ribu hingga 10 ribu orang per laga. Jumlah tersebut dirasa masih minim jika melihat potensi besar yang dimiliki oleh PSIM Yogyakarta.

Potensi Besar Wilayah DIY bagi PSIM

Liana kemudian membandingkan kondisi PSIM dengan beberapa klub raksasa tanah air lainnya. Ia mencontohkan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya yang secara rutin mampu mengisi stadion dengan lebih dari 20 ribu penonton.

Bahkan, ia juga menyoroti kapasitas penonton bagi klub tetangga mereka, PSS Sleman. Menurut catatannya, izin penonton untuk klub tersebut masih berada di angka sekitar 14 ribu orang.

Potensi pendukung di wilayah Yogyakarta berdasarkan analisis manajemen :

Aspek Wilayah Data dan Estimasi
Populasi Penduduk DIY Sekitar 4 Juta Penduduk
Karakteristik Wilayah Daerah Istimewa dengan loyalitas tinggi
Potensi Suporter Sangat besar untuk pertumbuhan klub
Target Stadion Peningkatan kapasitas di atas 10 ribu orang

Tabel di atas menggambarkan betapa besarnya peluang pasar dan basis massa yang bisa digarap oleh PSIM. Liana menilai keistimewaan wilayah DIY seharusnya berbanding lurus dengan kemajuan industri sepak bolanya.

Ia sangat berharap perjalanan PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin gemilang. Baginya, peningkatan kapasitas Stadion Sultan Agung merupakan investasi strategis untuk masa depan klub.

Dengan kapasitas yang lebih luas, atmosfer laga kandang diyakini akan jauh lebih semarak dan menakutkan bagi tim lawan. Selain itu, pemasukan yang stabil dari tiket akan membantu menjaga kesehatan finansial klub secara jangka panjang.

Laskar Mataram pun kini bersiap melakukan gebrakan demi menyambut Super League 2026/2027 dengan semangat baru. Semua langkah ini dilakukan semata-mata agar PSIM bisa bersaing di papan atas dan membanggakan masyarakat Yogyakarta.

Artikel terkait