Penyelenggaraan turnamen Doubles Special Championships 2026 dinilai menjadi momentum krusial dalam mencetak generasi penerus bulu tangkis Indonesia. Ajang ini dianggap sangat vital untuk memastikan tongkat estafet prestasi di sektor ganda tetap terjaga.
Mantan pemain ganda putra andalan Indonesia, Sigit Budiarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi turnamen bertajuk Yonex-Sunrise Doubles Special Championships ini. Menurutnya, kompetisi yang diinisiasi oleh Candra Wijaya tersebut merupakan wadah pembinaan yang sangat ideal bagi atlet muda.
Sigit menjelaskan bahwa ajang yang kini memasuki edisi ke-14 tersebut menjadi tempat yang tepat untuk mengasah bakat pemain sejak usia dini. Ia meyakini bahwa turnamen yang berkelanjutan akan mempercepat proses kematangan pemain spesialis ganda agar siap bersaing di kancah global.
Pernyataan Sigit Budiarto mengenai pentingnya wadah pembinaan tersebut:
- Turnamen yang digagas oleh Candra Wijaya ini sangat relevan untuk membina nomor ganda dari level akar rumput.
- Komitmen penyelenggara dalam menjaga konsistensi kompetisi ini patut mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
- Dibutuhkan lebih banyak turnamen serupa di berbagai daerah demi kemajuan prestasi bulu tangkis nasional secara menyeluruh.
- Proses mencetak atlet hebat tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan jam terbang kompetisi yang rutin.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri turnamen di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Serpong, Tangerang Selatan. Kehadiran sosok yang pernah menjuarai Kejuaraan Dunia 1997 bersama Candra Wijaya ini menegaskan pentingnya kontinuitas sebuah kompetisi.
Candra Wijaya, sang legenda sekaligus penggagas acara, turut menekankan bahwa sektor ganda memerlukan perhatian ekstra di tengah persaingan dunia yang semakin ketat. Baginya, ganda putra, putri, maupun campuran masih menjadi tumpuan utama Indonesia dalam meraih prestasi internasional.
Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini menyatakan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk gigi bagi para pemain. Ia berharap kompetisi ini dapat menjaring talenta muda yang mampu mengembalikan dominasi bulu tangkis Indonesia di mata dunia.
Data sejarah mencatat bahwa lima dari total delapan medali emas yang diraih Indonesia di ajang Olimpiade berasal dari nomor ganda. Fakta ini memperkuat alasan mengapa regenerasi di sektor tersebut harus dilakukan melalui pembinaan yang terencana dan sistematis.
Berikut adalah ringkasan perjalanan turnamen Doubles Special Championships dari masa ke masa:
| Periode Waktu | Status Penyelenggaraan | Keterangan Penting |
|---|---|---|
| 2009 - 2015 | Berjalan Rutin | Awalnya bernama Men's Doubles Championships (khusus putra). |
| 2016 | Terhenti Sementara | Kendala arena akibat renovasi GOR Asia-Afrika untuk Asian Games. |
| 2017 - 2019 | Berlanjut | Turnamen kembali digelar hingga periode sebelum pandemi. |
| 2020 - 2022 | Vakum Total | Ditiadakan karena adanya pandemi global Covid-19. |
| 2023 - 2026 | Bangkit Kembali | Penyelenggaraan kembali normal dan rutin digelar setiap tahun. |
Transformasi nama kejuaraan menjadi "Doubles Special Championships" terjadi pada tahun 2015 seiring ditambahkannya kategori ganda putri dan campuran. Hal ini dilakukan agar pembinaan pemain spesialis ganda tidak hanya terfokus pada sektor putra saja.
Pada edisi tahun 2026 ini, kompetisi mempertandingkan berbagai kategori umur mulai dari kelompok U-15, U-17, hingga U-19. Selain itu, terdapat pula kategori dewasa untuk nomor ganda putra dan ganda campuran yang turut memeriahkan suasana.
Para peserta yang bertanding tidak hanya memperebutkan trofi dengan desain eksklusif dan bergengsi sebagai simbol prestasi. Penyelenggara juga telah menyiapkan total hadiah uang tunai mencapai Rp 250 juta bagi para pemenang di setiap kategori.
Sigit dan Candra sependapat bahwa semakin sering turnamen usia dini diadakan, maka peluang melahirkan juara baru akan semakin terbuka lebar. Semangat ini bertujuan utama untuk mengembalikan kejayaan tradisi emas bulu tangkis Indonesia di masa depan.