Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang cukup tajam bagi internal manajemen klub. Ia memberikan peringatan keras kepada sejumlah wajah baru yang kini mengisi posisi strategis di manajemen Persib Bandung.
Umuh mengingatkan agar siapa pun yang diberi amanah untuk mengelola tim tidak bersikap arogan atau merasa paling berkuasa di dalam klub. Ia menegaskan pentingnya etika dan rasa hormat dalam menjalankan tugas demi kemajuan Maung Bandung.
Pesan Tegas Umuh Muchtar untuk Orang Baru di Manajemen
Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menekankan bahwa menjalankan tugas di Persib merupakan sebuah tanggung jawab besar yang memerlukan kerendahan hati. Meskipun sosok tersebut mungkin mendapatkan mandat langsung dari CEO PT PBB, Glenn Sugita, Umuh berharap mereka tetap menghargai sejarah klub.
Umuh meminta agar seluruh pihak yang terlibat saat ini tetap menghormati dedikasi para tokoh yang telah berjuang membesarkan Persib sejak lama. Menurutnya, rasa memiliki yang berlebihan tanpa menghargai orang lain hanya akan merusak suasana di internal manajemen.
Beberapa poin penting yang disampaikan Umuh Muchtar adalah:
- Jangan pernah merasa paling memiliki atau merasa paling depan dalam hierarki klub tanpa menghargai proses yang sudah ada.
- Pihak-pihak di manajemen diminta untuk menjaga perasaan kolektif, terutama bagi mereka yang sudah lama berkorban bagi tim.
- Pentingnya menjaga komunikasi yang harmonis agar tidak melukai hati para pendukung setia atau Bobotoh.
- Setiap tindakan manajemen harus didasari pada kepentingan klub secara luas, bukan sekadar unjuk kekuasaan.
Pernyataan ini disampaikan Umuh saat ia menghadiri acara pengenalan dua pemain anyar Persib di Grey Art Braga, Kota Bandung, pada Sabtu lalu. Ia mengaku merasa perlu bicara karena adanya dinamika yang ia rasakan di lingkungan manajemen saat ini.
Komunikasi dan Rasa Hormat Menjadi Kunci
Selain memberikan sentilan, Umuh Muchtar juga mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi internal PT PBB saat ini. Ia mengaku bahwa hingga kini masih ada beberapa sosok baru di manajemen yang belum diperkenalkan secara resmi kepadanya.
Sebagai salah satu pendiri PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh merasa komunikasi dan sikap saling menghormati adalah pondasi utama klub. Ia menyayangkan jika ada orang-orang di dalam manajemen yang belum membangun koneksi yang baik dengan jajaran pimpinan senior.
Umuh menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam jika melihat ada pihak yang dianggap tidak memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Persib. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk bertindak tegas jika menemukan individu yang kehadirannya dinilai tidak jelas arah tujuannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti mengenai siapa sosok-sosok baru yang dimaksud oleh manajer tim Persib tersebut. Namun, kegelisahan Umuh menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menjaga integritas manajemen dari pengaruh yang kurang positif.
Apresiasi untuk Dukungan Seluruh Elemen Persib
Meski sedang memberikan kritik internal, Umuh tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua elemen luar yang mendukung Persib. Ia sangat mengapresiasi peran media massa, Bobotoh, dan seluruh masyarakat yang setia mengawal perjalanan Maung Bandung.
Menurut pandangannya, besarnya nama Persib saat ini bukan hanya hasil kerja keras para pemegang saham semata. Ia percaya bahwa setiap dukungan dari luar lapangan memiliki andil yang sama besarnya dalam membangun reputasi klub hingga ke titik sekarang.
Pihak-pihak yang dinilai Umuh berkontribusi besar bagi Persib meliputi:
- Rekan-rekan media yang konsisten memberikan pemberitaan dan kritik membangun bagi tim.
- Seluruh kelompok pendukung atau Bobotoh yang tak pernah berhenti memberikan semangat di setiap pertandingan.
- Masyarakat luas yang ikut mendoakan dan menjaga nama baik Persib di level nasional maupun internasional.
- Setiap individu yang bergerak secara sukarela demi kemajuan klub kebanggaan warga Jawa Barat ini.
Umuh menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa memajukan Persib adalah gerakan bersama yang melibatkan banyak hati dan tenaga. Baginya, kepemilikan saham hanyalah satu bagian kecil dari semangat kolektif yang menggerakkan Persib menuju kesuksesan.
Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, Umuh Muchtar tetap menunjukkan gairah yang besar untuk menjaga kestabilan Persib Bandung. Ia berharap agar peringatan ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh staf manajemen agar tetap fokus pada visi membawa Persib menjadi klub yang lebih profesional dan rendah hati.