William Saliba Ungkap Fakta Mengejutkan: Nyaris Dilepas Arsenal ke Rival Premier League

William Saliba Ungkap Fakta Mengejutkan: Nyaris Dilepas Arsenal ke Rival Premier League

William Saliba baru-baru ini membagikan kisah menarik mengenai perjalanan kariernya di Arsenal yang sempat berada di ambang ketidakpastian. Bek tengah asal Prancis tersebut mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja dilepas ke klub rival di Premier League karena tidak masuk dalam skema utama tim.

Pada saat itu, manajemen Arsenal sempat menyarankan agar Saliba bergabung dengan Newcastle United atau Crystal Palace. Namun, pemain berusia 21 tahun tersebut menolak mentah-mentah usulan tersebut dan memilih jalannya sendiri demi menyelamatkan karier profesionalnya.

Awal Perjalanan yang Penuh Tantangan di London Utara

Saliba didatangkan ke Arsenal pada awal musim 2019/2020 dari klub Prancis, Saint-Etienne, dengan nilai transfer yang cukup fantastis. Unai Emery, yang saat itu menjabat sebagai manajer, menebusnya dengan harga 30 juta euro atau sekitar Rp470 miliar.

Meski dibeli dengan harga mahal, nasib Saliba di London Utara tidak langsung berjalan mulus seperti yang diharapkan banyak orang. Di bawah kepemimpinan Emery, bek muda berbakat ini justru tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencatatkan penampilan kompetitif.

Situasi tidak banyak berubah ketika kursi kepelatihan beralih dari Unai Emery ke tangan Mikel Arteta. Saliba tetap kesulitan mendapatkan menit bermain di skuad utama Arsenal, yang membuatnya harus mencari pengalaman di luar klub.

Kondisi ini memaksa Saliba untuk kembali ke tanah kelahirannya di Prancis dengan status sebagai pemain pinjaman bersama klub Nice. Di sana, ia berhasil menunjukkan kualitasnya dengan tampil reguler dan mulai menemukan kembali ritme permainannya yang sempat hilang.

Penolakan Terhadap Tawaran Klub Premier League

Setelah masa peminjamannya di Nice berakhir, masa depan Saliba di Stadion Emirates masih belum menemui titik terang yang jelas. Pihak klub bahkan memintanya untuk tidak terlibat dalam sesi latihan pramusim karena namanya tidak masuk dalam rencana manajer.

Dalam sebuah wawancara mendalam bersama media Prancis, L'Equipe, Saliba membeberkan dinamika yang terjadi di balik layar saat itu. Arsenal ternyata sangat menginginkan dirinya tetap berada di Inggris namun bermain untuk klub lain di kasta tertinggi.

Rincian tawaran yang sempat diajukan Arsenal kepada William Saliba adalah sebagai berikut:

  • Pihak klub menyarankan Saliba untuk menjalani masa peminjaman bersama Newcastle United guna beradaptasi dengan gaya main Inggris.
  • Opsi kedua yang diberikan adalah bergabung dengan Crystal Palace yang juga berbasis di London.
  • Manajemen menilai bermain di klub rival Premier League akan membantu perkembangan fisiknya secara lebih cepat.
  • Namun, Saliba merasa tawaran tersebut bukan langkah yang tepat bagi visi karier jangka panjangnya saat itu.

Saliba menjelaskan bahwa ia secara tegas menolak arahan klub untuk pindah ke Newcastle atau Crystal Palace. "Arsenal ingin saya pergi ke Newcastle United atau Crystal Palace, tetapi saya tidak menginginkannya," tegas Saliba dalam wawancara tersebut.

Keputusan Berani Memilih Marseille

Setelah menolak opsi bertahan di Inggris, Saliba dihadapkan pada dua pilihan utama untuk kembali berkarier di Prancis, yakni Lille atau Marseille. Ia harus berpikir matang sebelum memutuskan pelabuhan barunya untuk meningkatkan performa di lapangan hijau.

Awalnya, terdapat kendala finansial yang dialami oleh Lille sehingga peluang Saliba untuk bergabung ke sana perlahan tertutup. Akhirnya, bek bertinggi badan 192 cm ini memilih untuk menerima pinangan dari Marseille meskipun sempat menyimpan keraguan.

Saliba mengakui bahwa Marseille adalah klub dengan reputasi besar namun juga memiliki tekanan yang sangat tinggi bagi pemain mana pun. Ia mengenang bagaimana situasi di sana sangat intens, bahkan para suporter sempat mendatangi pusat latihan klub saat kondisi memanas.

Namun, dukungan dari agennya dan ketertarikan kuat dari pelatih Jorge Sampaoli membuatnya yakin untuk melangkah. Sampaoli disebut-sebut sebagai sosok yang sangat menginginkan kehadiran Saliba untuk mengisi jantung pertahanan Marseille musim itu.

Transformasi Menjadi Bek Elit Eropa

Keputusan Saliba untuk kembali ke Prancis dan membela Marseille terbukti menjadi langkah paling krusial dalam kariernya. Sepanjang musim, ia hampir selalu dipercaya turun sebagai starter dan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan.

Performa gemilangnya di Marseille tidak hanya meningkatkan nilai pasarnya secara signifikan, tetapi juga membuka pintu ke level internasional. Pada Maret tahun tersebut, Saliba akhirnya mendapatkan panggilan dan menjalani laga debutnya bersama Timnas senior Prancis.

Dampak positif dari masa peminjaman Saliba di Marseille dapat dirangkum melalui poin-poin berikut:

  • Mendapatkan jam terbang reguler yang sangat dibutuhkan untuk mengasah insting bertahan di kompetisi level tinggi.
  • Membangun kepercayaan diri kembali setelah sempat terpinggirkan di skuad utama Arsenal selama beberapa musim.
  • Mencatatkan statistik pertahanan yang impresif sehingga menarik perhatian pelatih Timnas Prancis.
  • Menjadi bukti bagi Mikel Arteta bahwa dirinya sudah siap secara mental dan fisik untuk bersaing di Premier League.

Saliba menyatakan bahwa ia sangat mencintai atmosfer di Marseille, mulai dari para suporter hingga rekan-rekan satu timnya. Ia percaya bahwa terkadang seorang pemain harus berani membangun kembali kariernya dari bawah untuk bisa kembali ke puncak tertinggi.

Kini, sekembalinya ke Arsenal, Saliba telah bertransformasi menjadi pilar yang benar-benar tak tergantikan di lini belakang The Gunners. Kehadirannya memberikan stabilitas yang luar biasa bagi pertahanan tim asuhan Mikel Arteta dalam beberapa musim terakhir.

Kemitraan yang ia bangun bersama Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan Arsenal kini diakui sebagai salah satu duet bek tengah terbaik di Eropa. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa keteguhan prinsipnya di masa lalu membuahkan hasil yang manis bagi kariernya saat ini.

Artikel terkait