Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer MotoGP untuk musim 2027 mendatang. Francesco Bagnaia secara resmi dipastikan akan memperkuat tim Aprilia mulai tahun tersebut.
Keputusan pembalap Italia yang akrab disapa Pecco ini tergolong berani. Ia dilaporkan menolak tawaran gaji fantastis dari dua raksasa Jepang, Yamaha dan Honda, demi berlabuh di tim asal negaranya sendiri.
Alasan Bagnaia Tinggalkan Ducati
Kepindahan ini menandai berakhirnya era Bagnaia bersama Ducati yang telah berlangsung selama delapan tahun. Selama periode tersebut, Pecco sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia MotoGP pada musim 2022 dan 2023.
Namun, hubungan tersebut mulai retak setelah hasil yang kurang memuaskan sepanjang musim 2025. Ducati akhirnya memutuskan untuk menduetkan Marc Marquez dengan bintang muda Pedro Acosta untuk musim depan.
Situasi ini membuat Bagnaia kehilangan tempat di tim pabrikan Borgo Panigale. Padahal, ia merupakan sosok kunci yang mengakhiri puasa gelar panjang Ducati di kelas utama.
Tawaran Gaji Tinggi dari Yamaha dan Honda
Sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Aprilia, Bagnaia menjadi incaran utama bagi tim Yamaha dan Honda. Kedua pabrikan Jepang tersebut sedang berupaya keras untuk kembali ke jalur juara.
Berikut adalah estimasi perbandingan nilai kontrak yang ditawarkan kepada Bagnaia :
| Pabrikan | Estimasi Gaji (Euro) | Estimasi Gaji (Rupiah) |
|---|---|---|
| Yamaha & Honda | 5 - 12 Juta | Rp 101,8 - 244,4 Miliar |
| Aprilia | 3,5 Juta | Rp 71,3 Miliar |
Angka-angka di atas menunjukkan bahwa nilai kontrak di Aprilia jauh di bawah tawaran tim pesaing. Meski demikian, aspek finansial tampaknya bukan prioritas utama bagi pembalap kelahiran Turin tersebut.
Motivasi Pembuktian Bersama Aprilia
CEO Aprilia, Massimo Rivola, membeberkan alasan kuat di balik keputusan Bagnaia memilih timnya. Menurut Rivola, ada keinginan besar dalam diri Pecco untuk membuktikan kemampuan di depan mantan timnya.
Bagnaia ingin menunjukkan bahwa ia tetap bisa bersaing dan mengalahkan pembalap pilihan Ducati. Rivola juga menegaskan sangat bangga bisa bekerja sama dengan juara dunia seperti Pecco.
Poin penting mengenai ambisi Bagnaia bersama tim barunya :
- Fokus pada performa motor yang kompetitif untuk mengalahkan duet Acosta-Marquez.
- Kenyamanan bekerja dalam lingkungan tim yang sangat menghargai statusnya sebagai juara.
- Keinginan membuktikan diri setelah merasa tidak lagi menjadi prioritas di tim sebelumnya.
- Mengabaikan nilai kontrak demi visi teknis jangka panjang yang ditawarkan Aprilia.
Rivola yakin kehadiran Bagnaia akan memberikan dampak yang sangat positif bagi pengembangan motor Aprilia. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan potensi sang pembalap agar bisa langsung bersaing di papan atas.
Kepindahan ini menjadi babak baru yang sangat dinantikan oleh para penggemar MotoGP. Rivalitas antara Bagnaia dan tim Ducati diprediksi akan menjadi sorotan utama pada musim 2027 nanti.