Langkah Ducati yang merekrut Pedro Acosta memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Keputusan ini membuat tim pabrikan asal Italia tersebut dinilai lebih mirip dengan "tim nasional Spanyol" daripada tim lokal.
Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, akhirnya angkat bicara untuk merespons tudingan miring tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilihan pembalap didasarkan sepenuhnya pada kualitas balap di lintasan.
Dominasi Pembalap Spanyol di Garasi Ducati
Mulai musim depan, Ducati akan mengandalkan duet maut asal Spanyol, yakni Pedro Acosta dan Marc Marquez. Acosta didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Francesco Bagnaia setelah pembalap Italia itu memutuskan pindah ke Aprilia.
Kondisi ini menjadi sejarah baru bagi pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale tersebut. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2009, tim utama Ducati tidak akan diperkuat oleh satu pun pembalap berkebangsaan Italia.
Kritik yang muncul menyebut bahwa identitas Italia pada tim ini mulai luntur akibat dominasi talenta dari Negeri Matador. Namun, manajemen Ducati memiliki pandangan yang berbeda mengenai strategi jangka panjang mereka.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait perubahan formasi di tim Ducati:
- Duet Baru: Marc Marquez akan berpasangan dengan Pedro Acosta mulai musim balap mendatang.
- Kepergian Bagnaia: Francesco Bagnaia resmi memilih untuk bergabung dengan tim rival, Aprilia.
- Absensi Lokal: Pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, tidak ada nama pembalap Italia di tim pabrikan Ducati.
- Target Juara: Formasi ini dibentuk khusus untuk mengejar ambisi menjadi juara dunia pada musim 2027.
Perubahan komposisi ini dianggap sebagai langkah paling berani yang pernah diambil oleh manajemen Ducati dalam satu dekade terakhir.
Prioritas Performa di Atas Nasionalisme
Davide Tardozzi menjelaskan bahwa kriteria utama dalam menentukan pengisi kursi tim pabrikan adalah performa. Ia menepis anggapan bahwa pihak manajemen sengaja memilih pembalap berdasarkan kewarganegaraan tertentu.
Menurut Tardozzi, fokus utama mereka adalah mengumpulkan energi terbaik demi meraih gelar juara dunia MotoGP. "Kami tidak sedang membentuk tim nasional Spanyol, kami ingin duet pembalap hebat," tegasnya dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport.
Meskipun begitu, Ducati tidak sepenuhnya menutup mata terhadap potensi talenta lokal Italia. Tardozzi mengakui bahwa timnya sempat berupaya membawa pembalap World Superbike (WSBK), Nicolo Bulega, untuk naik ke kelas MotoGP.
Ringkasan perbandingan formasi tim Ducati untuk musim mendatang:
| Aspek Tim | Detail Informasi |
|---|---|
| Komposisi Pembalap | Pedro Acosta & Marc Marquez |
| Asal Negara | Spanyol (Keduanya) |
| Tujuan Utama | Gelar Juara Dunia 2027 |
| Kandidat Italia Masa Depan | Nicolo Bulega (Rumor VR46) |
Data di atas menunjukkan bahwa fokus Ducati saat ini memang murni pada hasil teknis dan prestasi di sirkuit tanpa memandang paspor sang atlet.
Tardozzi menegaskan kembali bahwa memenangi titel juara dunia adalah prioritas tertinggi bagi tim pabrikan. Baginya, memiliki pembalap Italia adalah sebuah keinginan, namun mendapatkan pembalap terbaik adalah sebuah keharusan.