Gagal Penalti Lagi, Lionel Messi Ukir Rekor Buruk Mengejutkan di Piala Dunia 2026

Gagal Penalti Lagi, Lionel Messi Ukir Rekor Buruk Mengejutkan di Piala Dunia 2026

Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dengan Mesir. Sang kapten Albiceleste mengalami momen sulit saat gagal mengeksekusi penalti, sekaligus mencatatkan rekor sejarah yang tidak diinginkan.

Insiden tersebut bermula pada menit ke-21 setelah Enzo Fernandez dijatuhkan oleh Haissem Hassan di area terlarang. Sayangnya, tendangan Messi mampu dibaca dengan sempurna dan dihentikan oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.

Meski sempat tertinggal akibat kegagalan tersebut, Argentina tidak menyerah begitu saja di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni. Tim juara bertahan ini bangkit secara dramatis di menit-menit akhir pertandingan dan sukses mengunci kemenangan dengan skor tipis 3-2.

Lionel Messi menebus kesalahannya dengan mencetak gol krusial yang menyamakan kedudukan pada menit ke-83. Gol tersebut menjadi titik balik yang membakar semangat Argentina untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke babak perempat final.

Rekor Penalti Lionel Messi di Piala Dunia

Berdasarkan statistik yang dirilis oleh Opta, kegagalan saat melawan Mesir menambah catatan panjang eksekusi penalti Messi di turnamen ini. Hingga kini, Messi tercatat telah mengambil delapan tendangan penalti sepanjang partisipasinya di berbagai edisi Piala Dunia.

Dari delapan kesempatan tersebut, separuhnya atau empat tendangan gagal dikonversi menjadi gol oleh pemain berjuluk La Pulga ini. Angka ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Messi saat berdiri di titik putih dalam turnamen paling bergengsi di dunia.

Kegagalan menghadapi Mesir merupakan penalti kedua yang tidak berbuah gol bagi Messi khusus di edisi Piala Dunia 2026. Hal ini membuatnya mengukir rekor negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola.

Messi kini menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia yang sama, di luar babak adu penalti. Rekor ini melampaui catatan pemain lain yang biasanya hanya mengalami kegagalan di edisi yang berbeda.

Sebagai perbandingan, legenda Ghana Asamoah Gyan juga pernah mencatatkan dua kegagalan penalti selama kariernya di ajang ini. Namun, kegagalan Gyan terjadi secara terpisah pada edisi 2006 dan 2010, bukan dalam satu turnamen sekaligus.

Perjalanan Penalti Messi Sejak 2018

Tren kurang beruntung Messi dalam eksekusi penalti di Piala Dunia sebenarnya sudah terlihat sejak edisi 2018 di Rusia. Kala itu, ia gagal mencetak gol dari titik putih saat menghadapi Islandia ketika kedudukan masih sama kuat 1-1.

Situasi sempat membaik pada Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana Messi tampil sangat efektif dalam mengeksekusi penalti. Ia berhasil menyarangkan empat gol dari lima kesempatan, termasuk satu gol penting di laga final yang dramatis melawan Prancis.

Satu-satunya kegagalan Messi di Qatar terjadi saat Argentina berhadapan dengan Polandia di fase grup. Memasuki Piala Dunia 2026, tren kegagalan ini kembali muncul meski ia tetap memberikan kontribusi gol di waktu normal.

Berikut adalah ringkasan performa penalti Lionel Messi dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia:

Edisi Piala Dunia Total Eksekusi Gol Penalti Kegagalan
Piala Dunia 2018 1 0 1
Piala Dunia 2022 5 4 1
Piala Dunia 2026 2 0 2

Data di atas merangkum bagaimana efektivitas Messi dari titik putih mengalami fluktuasi yang cukup signifikan di tiga turnamen terakhir. Meski sering gagal, peran Messi di lapangan tetap tak tergantikan bagi skuat Argentina.

Penurunan Efektivitas Penalti Secara Global

Menariknya, statistik Opta menunjukkan bahwa penurunan performa penalti tidak hanya dialami oleh Lionel Messi seorang. Efektivitas penalti secara keseluruhan pada Piala Dunia 2026 memang tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam.

Dari total 49 eksekusi penalti yang terjadi selama turnamen berlangsung, hanya 32 tendangan yang berhasil bersarang di gawang lawan. Tingkat keberhasilan yang hanya mencapai 65,3 persen ini merupakan yang terendah sejak Piala Dunia edisi 1966.

Meskipun penalti bukan lagi menjadi kekuatan utama dalam permainannya, Messi tetap mampu membuktikan mentalitas juaranya di saat kritis. Ia bangkit dari tekanan mental setelah gagal penalti dan tetap menjadi sosok penentu kemenangan timnya.

Argentina berhasil menyarangkan tiga gol balasan hanya dalam kurun waktu 13 menit terakhir pertandingan melawan Mesir. Kemenangan dramatis ini membawa sang juara bertahan melaju ke babak 8 besar untuk terus mempertahankan gelar mereka.

Artikel terkait